Mengenali Sinyal Saat Tubuh Anda Sakit

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 01 Nov 2018, 15:15 WIB
Cobalah kenali sinyal tubuh, karena bisa jadi ini merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang sakit atau awal dari datangnya penyakit.
Mengenali Sinyal Saat Tubuh Anda Sakit (Stefano Lunardi/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh manusia mampu memberikan sinyal kala sedang tak berfungsi baik. Sinyal tubuh ini biasa dirasakan sebagai keluhan-keluhan yang bisa tampak sepele. Meski umumnya ringan, Anda perlu untuk mengenali dan waspada karena itu dapat disebabkan oleh kondisi-kondisi yang lebih serius.

Sudah seharusnya Anda jadi lebih peka terhadap sinyal yang diberikan tubuh, karena ini bisa menjadi langkah deteksi awal dari adanya suatu penyakit. Agar tak terlambat dan menyesal di kemudian hari, berikut adalah sinyal yang bisa menandakan tubuh sedang sakit.

  1. Demam

Secara umum, demam adalah kondisi meningkatkan suhu tubuh, yaitu di atas 38 derajat Celcius. Demam bukanlah penyakit, melainkan tanda awal dari berbagai macam penyakit yang mendasari. Demam memberikan sinyal bahwa tubuh berfungsi dengan baik karena mampu bereaksi atau memberikan perlawanan terhadap infeksi.

  1. Bersin, pilek dan hidung tersumbat

Kemunculan ketiga keluhan ini umumnya hampir bersamaan. Namun, bersin-bersin kerap mendahului dua keluhan lainnya. Ketiganya menandai bahwa Anda mungkin mengalami flu atau kekambuhan alergi. Jika keluhan ini terus ada, hati-hati akan terjadinya sinusitis yang biasanya disertai dengan gangguan penghidu (sering disadari sebagai gangguan indra pengecap dan ketika seseorang tak lagi bisa mencium wangi-wanti yang memberikan kesan khusus dalam kehidupannya).

  1. Batuk

Batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan saluran napas dari lendir atau zat iritan seperti debu dan asap. Batuk juga bisa menandakan perlawanan tubuh terhadap virus atau bakteri penyebab infeksi saluran napas. Sama seperti demam, ini adalah reaksi normal dan pertanda bahwa tubuh berfungsi baik. Tergantung penyebabnya, keluhan batuk bisa berupa batuk kering, batuk berdahak, atau bahkan batuk yang disertai darah.

  1. Sakit kepala

Sakit kepala dapat dirasakan sebagai sensasi berdenyut, nyeri tajam seperti ditusuk, atau terasa kencang seperti diikat. Lokasi, intensitas, dan pemicu sakit kepala dapat menjadi petunjuk untuk mencari jenis dan kemungkinan penyebab sakit kepala.

Menurut International Headache Society, ada dua jenis sakit kepala, yakni sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer disebabkan oleh gangguan pada bagian dari kepala seperti otot, pembuluh darah, dan saraf, sedangkan yang sekunder terjadi akibat penyakit lain yang mendasari, seperti tumor otak, infeksi otak, perdarahan otak, stroke, atau glaukoma.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Mual, nyeri perut atau diare

Mual, kram perut, atau diare merupakan sinyal adanya masalah di dalam saluran cerna Anda. Biasanya, ini disebabkan oleh gastroenteritis atau peradangan saluran cerna akibat infeksi virus atau bakteri. Infeksi yang ringan dapat pulih tanpa perlu pengobatan yang spesifik. Pastikan Anda banyak minum agar tidak mengalami dehidrasi.

  1. Nafsu makan menurun

Keluhan ini bisa dirasakan pada berbagai macam penyakit penyebab. Namun, kondisi ini paling sering muncul akibat infeksi yang menyertai keluhan demam, batuk pilek, mual, atau diare. Ini juga bisa diakibatkan oleh stres psikologis yang memicu peningkatan asam lambung, sehingga perut terasa penuh dan cepat kenyang.

  1. Pegal-pegal

Pegal-pegal biasanya dirasakan sebagai nyeri tumpul di sekujur tubuh. Jika hanya berlangsung selama beberapa hari, kemungkinan ini disebabkan oleh infeksi virus ringan seperti yang menyebabkan flu. Namun, bila pegal cenderung menetap dan berlangsung lebih dari dua minggu, kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit lain yang lebih serius atau dipicu oleh stres yang berkepanjangan.

  1. Cepat lelah dan lemas

Umumnya, ini merupakan sinyal dari tubuh agar Anda mengurangi aktivitas supaya dapat melawan infeksi. Infeksi virus seperti flu sangat menular sehingga sebaiknya Anda tidak dulu bekerja agar orang lain tidak tertular. Selain itu, tubuh juga perlu cukup istirahat agar dapat memulihkan diri.

Jika sinyal ini terus-menerus dirasakan, waspadalah akan penyakit kronis seperti kurang darah (anemia), gagal jantung, gangguan autoimun, infeksi kronis, atau bahkan kanker.

  1. Keluar keringat berlebihan

Berkeringat umumnya menyertai demam dan menggigil yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, tapi bisa juga muncul akibat kelenjar keringat yang hiperaktif sebagai efek dari menopause. Waspadalah bila ini terjadi di luar kondisi-kondisi tersebut atau saat Anda tidak sedang berolahraga atau beraktivitas berat. Bisa jadi penyakit yang mendasarinya adalah kanker, serangan jantung, gula darah rendah (hipoglikemia), atau infeksi tuberkulosis.

  1. Berat badan terus turun walau tidak diet

Sebagian dari Anda mungkin merasa senang karena berat badan turun tanpa disengaja atau tanpa mencoba untuk diet. Namun, ini patut diwaspadai karena bisa jadi tanda adanya penyakit kronis seperti  infeksi tuberkulosis, infeksi HIV, kanker, diabetes, gangguan tiroid, penyakit radang usus, dan gagal jantung.

Sebaiknya, segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda kehilangan sejumlah berat badan yang signifikan. Kisarannya lebih dari 5 persen dari berat badan awal dalam waktu 6-12 bulan terakhir. Perhatikan pula keluhan-keluhan yang menyertai penurunan berat badan ini.

Jangan sampai terlambat mencari pengobatan karena tak mengenali sinyal tubuh jika memang Anda sakit. Perhatikan intensitas, kemunculannya (apakah tiba-tiba atau perlahan), dan lama keluhan yang dirasakan. Tubuh yang sakit perlu memfokuskan energinya untuk menunjang sistem kekebalan tubuh dan proses penyembuhan. Karenanya, sayangi tubuh dengan cukup istirahat, cukup makan dan minum, serta segera periksakan diri ke dokter jika keluhan memburuk atau mengalami perubahan kondisi secara mendadak.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓