Sinyal Gawai Berefek Buruk bagi Sistem Navigasi dan Kesehatan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 01 Nov 2018, 15:45 WIB
Hati-hati, selain mengganggu sistem navigasi pesawat, sinyal gawai ternyata juga dapat mengganggu kesehatan Anda. Simak penjelasan berikut ini.
Sinyal Gawai Berefek Buruk bagi Sistem Navigasi dan Kesehatan (Jozef Polc/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Di zaman yang serba melek teknologi saat ini, gawai menjadi benda yang paling dibutuhkan oleh siapa saja. Namun, saat melakukan perjalanan dengan pesawat, Anda akan diminta untuk mematikan gawai. Sebab, sinyal dari gawai dapat mengganggu sistem navigasi pesawat. Tak hanya itu, nyatanya sinyal tersebut juga berbahaya bagi kesehatan.

Ketergantungan gadget atau gawai memang membuat seseorang menjadi lupa diri. Untuk beberapa kasus, ketergantungan terhadap gawai memang tidak menjadi masalah besar. Tapi, bagaimana jika Anda sudah ketergantungan dan tetap memakai gawai saat naik pesawat dengan keadaan sinyal menyala.

Sinyal gawai dan gangguan sistem navigasi pesawat

Masih menyangkut peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10) lalu, penggunaan sinyal gawai bisa saja menjadi penyebab gangguan pada navigasi pesawat. Meski hal ini bukanlah penyebab jatuhnya JT 610, Anda tetap harus waspada mematikan ponsel sebelum melewati hanggar pesawat terbang.

Bagi Anda yang sering bepergian dengan pesawat, pasti tahu bahwa Anda akan disuruh mematikan ponsel atau gawai yang menggunakan sinyal karena bisa mengganggu sistem navigasi. Hal ini adalah aturan dasar yang harus dipatuhi oleh penumpang dan dibuat oleh Federal Aviation Administration (FAA).

Melansir CNN, dari 2003 hingga 2009, ada 75 kasus gangguan perangkat elektronik yang dicurigai, termasuk 29 yang melibatkan ponsel. Hal ini disampaikan pada sebuah studi yang dilakukan oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional.

Dari hasil survei yang dilakukan kepada beberapa pilot, dilaporkan bahwa ketika penumpang diperintahkan untuk mematikan perangkat elektronik, sistem navigasi pesawat berjalan dengan lebih baik.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa gangguan sinyal gawai dapat memengaruhi hampir semua sistem pesawat, dari komunikasi, sistem navigasi hingga kontrol penerbangan (seperti autopilot), dan sistem peringatan.

Dalam beberapa penerbangan internasional, terdapat maskapai yang masih memperbolehkan penumpang menyalakan gawai. Sampai saat ini pun, FAA belum bisa menyimpulkan sejauh mana sinyal gawai dapat memengaruhi penerbangan.

Hanya saja, FAA dengan tegas menyebut bahwa sebelum lepas landas dan hendak mendarat, lebih baik gawai dimatikan, sebab dikhawatirkan akan mengganggu navigasi pilot. Yang mana, momen lepas landas dan pendaratan adalah fase-fase krusial dalam penerbangan.

Lebih baik aman daripada menyesal

FAA mengatakan bahwa perangkat elektronik pribadi dapat berpotensi mengganggu komunikasi dan navigasi pesawat. Akan tetapi, FAA telah menyerahkan sebagian besar tanggung jawab kepada maskapai penerbangan untuk menentukan perangkat elektronik yang dapat digunakan di pesawat dengan aman.

Maskapai penerbangan juga bertanggung jawab untuk menentukan kapan perangkat dapat digunakan. Sebagian besar maskapai penerbangan mengikuti panduan FAA bahwa perangkat diizinkan menyala ketika pesawat berada di atas 10.000 kaki.

Hal ini untuk memberi waktu bagi pilot untuk memecahkan masalah ketika ada sesuatu buruk muncul. Maskapai yang ingin mengizinkan perangkat di bawah 10.000 kaki harus menyatakan bahwa perangkat tertentu aman.

Bahaya sinyal bagi kesehatan

Nah, bicara soal sinyal gadget memang tidak afdal jika tidak dikaitkan dengan masalah kesehatan. Anda semua tahu betapa berbahanya jika sudah sampai kecanduan gawai. Apalagi ditambah dengan kenyataan sinyal dari gawai ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Selain jumlah panggilan telepon seluler per hari, lamanya setiap panggilan dan durasi penggunaan ponsel adalah faktor penting yang meningkatkan risiko terkait kesehatan.

Hal ini terjadi karena ponsel memancarkan energi frekuensi radio, yakni suatu bentuk radiasi elektromagnetik yang dapat diserap oleh jaringan-jaringan yang berdekatan dengan telepon.

Jumlah energi frekuensi radio yang terpapar oleh pengguna telepon seluler bergantung pada banyak faktor, seperti teknologi telepon, jarak antara ponsel dan pengguna, jangkauan dan jenis penggunaan ponsel serta jarak pengguna dari menara ponsel.

Pada tahun 2011, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan radiasi ponsel mungkin bersifat karsinogenik, artinya ada risiko kanker yang diakibatkan oleh penggunaan gawai. Akan tetapi, itu semua masih perlu pembuktian.

Sementara itu, para ilmuwan telah melaporkan efek kesehatan yang merugikan dari pengguanaan ponsel, termasuk perubahan dalam aktivitas otak dan pola tidur. Anak-anak memiliki potensi risiko lebih besar daripada orang dewasa untuk mengembangkan kanker otak dari sinyal ponsel.

Sebab, sistem saraf mereka masih berkembang, sehingga lebih rentan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan kanker.

Kini Anda telah mengetahui apa bahaya dari sinyal gawai terhadap sistem navigasi pesawat dan kesehatan. Jadi, mulai sekarang, kurangi penggunaan ponsel atau gadget jika tidak terlalu perlu. Terlebih lagi saat naik pesawat, ikutilah petunjuk aman penerbangan yang disampaikan oleh awak kabin dan pilot. Bila penerbangan tidak memperbolehkan penggunaan gawai, matikan gawai kesayangan Anda selama penerbangan berlangsung.

[NP/ RVS]