Air Mata Darah, Gejala Penyakit Apa Ini?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 01 Nov 2018, 16:45 WIB
Pernahkah Anda melihat orang mengeluarkan air mata darah? Kondisi ini harus diwaspadai karena menandakan adanya suatu penyakit.
Air Mata Darah, Gejala Penyakit Apa Ini? (bennymarty/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Saat seseorang mengeluarkan air mata darah, tentu penampilannya akan sangat mengerikan. Keluarnya darah yang bercampur dengan air mata tersebut bisa menjadi gejala adanya penyakit berbahaya. Kenali tanda dan gejalanya agar Anda dapat lebih berhati-hati.

Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi seputar gangguan kesehatan ini adalah ketika Livescience memberitakan seorang pria Italia yang mengeluarkan air mata darah. Pria 52 tahun itu memutuskan pergi ke ruang gawat darurat setelah kedua matanya mengeluarkan air mata berwarna merah. Ia pun merasa syok karena hal tersebut belum pernah terjadi padanya.

Berdasarkan kasus tersebut, The New England Journal of Medicine yang diterbitkan pada Rabu (31/10) memaparkan, meskipun air mata yang keluar tampak dramatis, pria tersebut tidak mengalami pendarahan pada bagian mata atau trauma di wajahnya.

Selain itu, dia juga memiliki penglihatan normal dan mampu menggerakkan kedua matanya tanpa masalah. Setelah 1 jam menetes, air mata darah tersebut kemudian berhenti secara spontan.

Didiagnosis mengalami sakit hemolacria

Setelah menjalani sejumlah pemeriksaan, dokter kemudian mendiagnosis pria tersebut mengalami hemolacria, yakni kondisi langka dimana darah muncul dalam air mata seseorang. Dalam laporan tersebut, sejumlah hal dapat menyebabkan kondisi ini, termasuk infeksi mata, peradangan, atau tumor pada mata dan area sekitarnya.

Pemeriksaan mata pun mengungkapkan bahwa pria tersebut memiliki tumor non-kanker yang disebut hemangioma pada kedua kelopak matanya. Menurut US National Library of Medicine, tumor ini adalah pertumbuhan ekstra pembuluh darah yang biasanya muncul segera setelah lahir.

Pengobatan pun dilakukan dengan memberikan obat tetes mata yang disebut timolol, untuk mengurangi tekanan di mata. Satu tahun kemudian, pria tersebut tak lagi mengeluarkan air mata darah.

Sebuah kasus lain terjadi di Inggris. Seorang wanita yang mencoba menghentikan mimisan dengan menutup hidungnya justru mengeluarkan darah dari mata dan telinganya. Kasus ini terjadi pada 2003, seperti dilansir dari Livescience.

Dari kasus ini, akhirnya diketahui bahwa seseorang yang sering mengalami mimisan lebih rentan mengeluarkan air mata darah.

1 of 2

Bisa juga mengalami hematidrosis

Meski demikian, tak semua orang yang mengeluarkan air mata darah mengalami hemolacria. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, kondisi ini bisa terjadi saat seseorang mengalami hematridosis.

"Orang dengan hematidrosis tidak hanya mengeluarkan darah dari mata, tapi biasanya juga bisa lewat keringat. Apabila darah keluar dari mata biasanya menandakan suatu penyakit tertentu. Jadi, Anda perlu mewaspadainya," ujar dr. Sepri.

Hematidrosis ini bisa terjadi kalau pembuluh darah yang ada di dalam tubuh pecah. Dalam hal ini, kondisinya agak sedikit berbeda dengan demam berdarah. Jika pada saat demam berdarah pembuluh darah yang pecah akan menyebabkan bintik-bintik di tubuh, pada seseorang yang mengalami hematridosis, pembuluh darah yang pecah akan keluar lewat kelenjar tubuh.

"Biasanya kondisi ini dialami oleh orang yang memiliki kelainan keping darah atau trombosit. Selain itu, kelainan pembuluh darah seperti mudah bocor dan mudah keluar sel darah dari tubuh juga rentan mengalami air mata darah," sambung dr. Sepri.

Kondisi stres hebat juga bisa memengaruhi keluarnya air mata darah, namun stres yang bukan disebabkan oleh faktor psikologis, misalnya stres akibat operasi berkali-kali atau adanya infeksi pada darah. Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang membuat pembuluh darah rentan bocor. Hal inilah yang menyebabkan keluarnya air mata darah.

Tak hanya itu, kondisi keluarnya air mata darah juga bisa disebabkan karena kondisi stres dan penggunaan obat tertentu. Obat yang dimaksud adalah obat yang memiliki kandungan pewarna.

"Obat-obatan yang mengandung pewarna seperti obat tuberkulosis (TB) terkadang membuat penderitanya mengeluarkan keringat darah, air mata jadi berdarah dan urine berwarna merah. Ini semua karena kandungan pewarnanya," pungkas dr. Sepri.

Meski terkesan aneh, kini Anda telah mengetahui bahwa ternyata air mata darah bisa terjadi pada seseorang dan menandakan adanya penyakit tertentu. Jika Anda mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓