Gangguan di Mulut yang Berawal dari Malas Menggosok Gigi

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 02 Nov 2018, 12:00 WIB
Malas menjaga kebersihan mulut rentan mengancam kesehatan gigi. Faktanya, malas menggosok gigi bisa sebabkan berbagai gangguan mulut ini.
Gangguan di Mulut yang Berawal dari Malas Menggosok Gigi (Daisydaisy/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Menggosok gigi secara teratur penting untuk dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, kesehatan mulut tak hanya berdampak pada sehatnya gigi dan mulut, tapi juga bisa memengaruhi anggota tubuh lainnya. Jika selama ini Anda termasuk malas menggosok gigi, bersiaplah jika suatu hari Anda terkena berbagai gangguan di mulut, dan jika dibiarkan memunculkan gangguan kesehatan lainnya.

American Dental Association (ADA) menyarankan Anda untuk menggosok gigi dua kali sehari selama dua menit, dengan menggunakan bulu sikat yang lembut dan pasta gigi yang mengandung fluorida. Menggosok gigi dengan cara yang tepat mampu menghilangkan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi. Selain itu, Anda juga direkomendasikan untuk melakukan flossing minimal sekali sehari.

Tak sedikit orang yang mengabaikan kebersihan gigi, misalnya sikat gigi sebelum tidur, dengan alasan capek atau malas. Padahal, sikat gigi tak membutuhkan waktu lama, lho, jika dibandingkan dengan risiko terjadinya gangguan gigi dan mulut. Menggosok gigi akan membuat gigi terlihat bersih dan sehat dibandingkan hanya mengandalkan obat kumur atau mengunyah permen karet.

Malas sikat gigi, waspada berbagai gangguan mulut ini

Tak percaya bahwa kebiasaan malas menggosok gigi bisa sebabkan berbagai gangguan mulut? Baca penjabarannya di bawah ini.

  1. Bau mulut

Hampir semua orang tahu bahwa malas menggosok gigi bisa bikin bau mulut. Ini tak hanya bikin Anda tak nyaman, tapi juga orang-orang di sekitar Anda.

Bau mulut disebabkan senyawa belerang yang mudah menguap. Senyawa sulfur volatil diperkirakan muncul dari interaksi bakteri mulut dalam kondisi gigi dan gusi yang buruk. Senyawa sulfur ini akan bercampur dengan sisa makanan sehingga menyebabkan bau mulut tak sedap. Karenanya, menggosok gigi akan membantu mengatasi proses tersebut. Selain kebersihan gigi dan mulut terjaga, napas pun akan menjadi segar.

  1. Munculnya stain

Terus-terusan malas menggosok gigi bisa membuat gigi berubah warna menjadi kuning. Hal ini dapat terjadi karena sifat pewarna makanan dan minuman yang dikonsumsi menempel pada plak yang telah terbentuk, lalu menyebabkan perubahan warna pada gigi yang tidak dibersihkan.

  1. Karang gigi

Dalam bahasa medis, karang gigi disebut juga dengan kalkulus. Kalkulus terbentuk akibat plak gigi yang mengeras, sehingga harus dibersihkan dengan bantuan dokter gigi dengan cara scalling. Plak gigi tersebut terjadi karena sisa makanan dan protein yang bercampur dengan bakteri yang ada di dalam mulut.

Jika karang gigi dibiarkan terus-menerus, ini dapat menyebabkan radang dan perdarahan pada gusi yang disebut gingivitis. Kondisi ini bisa menjadi tahap awal dari “perjalanan” menuju penyakit gusi lainnya yang lebih serius. Contohnya adalah penurunan pada gusi dan hilangnya tulang penyangga yang bisa mengakibatkan gigi hilang atau lepas.

  1. Gigi berlubang

Penumpukan karang gigi yang melekat dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan pembusukkan. Kondisi berpotensi sebabkan kerusakan pada struktur gigi, seperti gigi berlubang.

Selain bisa menimbulkan berbagai gangguan di dalam mulut, kebiasaan buruk malas menggosok gigi juga bisa berdampak ke bagian tubuh lainnya. Bakteri yang menjadi penyebab penyakit di mulut juga bisa menyerang organ tubuh lainnya seperti jantung, paru-paru, hingga otak. Menyeramkan, bukan?

Dengan berbagai risiko yang disebutkan di atas, rasanya apa yang Anda pertaruhkan dari malas menggosok gigi sungguh tak sepadan. Oleh karena itu, yuk jaga kesehatan gigi dan mulut dengan rajin menggosok gigi dua kali kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur. Jangan lupa juga untuk mulai rutin kontrol ke dokter gigi minimal enam bulan sekali.

[RN/ RVS]