Wanita Sering Pakai Bedak, Bisa Kena Kanker Paru?

Oleh Ayu Maharani pada 02 Nov 2018, 15:30 WIB
Kanker paru umumnya disebabkan oleh rokok dan paparan zat berbahaya. Lalu bisakah penggunaan bedak juga memicu kanker paru?
Wanita Sering Pakai Bedak, Bisa Kena Kanker Paru? (NITIPONG-CHOOSOMPOP/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai wanita, mengenakan kosmetik sudah menjadi ritual umum agar penampilan semakin menarik, khususnya saat hendak beraktivitas di luar rumah. Salah satu perlengkapan kosmetik dasar yang paling sering digunakan wanita adalah bedak. Kendati demikian, ada kabar yang mengatakan bahwa terlalu sering menggunakan bedak bisa memicu penyakit kronis mematikan seperti kanker paru. Benarkah demikian?

Sebelum membahas lebih jauh, setidaknya ada dua jenis bedak, yakni yang ditabur dan yang berbentuk padat. Untuk bedak tabur, ada yang memberikan efek warna baru, tapi ada juga yang transparan (tidak memberikan warna) karena hanya berfungsi untuk menyerap minyak serta mengatur warna kulit yang sudah dilapisi alas bedak. Kedua jenis bedak inilah yang paling banyak beredar di pasaran.

Bedak dan risiko kanker paru

Dilansir dari Cancer.org, talk atau talek (talc) merupakan mineral yang terdiri atas unsur-unsur magnesium, silikon, dan oksigen. Fungsi dasarnya untuk menyerap kelembapan dan mengurangi gesekan.

Nah dalam bentuk alami (belum diolah oleh produsen bedak), beberapa bedak mengandung asbestos (semacam mineral silikat), yaitu zat yang diketahui menyebabkan kanker paru jika terhirup dan biasa ditemukan di pertambangan atau pabrik. Namun pada era 70-an, semua bedak yang yang diproduksi di Amerika Serikat telah dinyatakan bebas asbestos.

Jika bedak yang digunakan telah terbebas dari asbestos, baik itu bedak bayi, bedak untuk tubuh orang dewasa, dan bedak kosmetik, berarti Anda aman dari kanker paru.

Menurut Cancer.org, produsen kosmetik modern sudah tidak menggunakan talk yang mengandung asbestos dan belum ada laporan kasus kanker paru  yang dipicu oleh pemakaian bedak sampai saat ini.

Selain itu, menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, belum diketahui apakah di Indonesia ada kasus kanker paru yang disebabkan oleh pemakaian kosmetik bedak sehari-hari atau tidak.

1 of 2

Bedak dan risiko kanker lainnya

Meskipun untuk sementara ini pemakaian bedak tidak menjadi penyebab langsung dari penyakit kanker paru, namun bedak tabur berkaitan dengan penyakit kanker lainnya, yaitu kanker ovarium.

Berawal dari kebiasaan wanita yang menaburkan bedak di organ genitalnya supaya tidak lembap, butiran bedak tersebut bisa menembus ke saluran telur sehingga meninggikan risiko terkena kanker ovarium.

Jika Anda sudah menopause, menaburkan bedak di organ genital bisa berdampak pada peningkatan risiko kanker endometrium (uterus). Sampai saat ini, belum ada penelitian lain yang membuktikan penggunaan bedak tabur terhadap risiko kanker lainnya.

Berdasarkan penjelasan di atas, saat ini dapat dikatakan bahwa penggunaan bedak, baik yang padat maupun tabur, tidak menjadi faktor risiko terjadinya kanker paru. Pasalnya, produsen bedak modern sudah tidak menggunakan talk yang mengandung asbestos, zat pemicu kanker paru. Namun, jika bedak tabur diaplikasikan ke organ genital, risiko untuk terserang kanker ovarium atau kanker endometrium bisa lebih tinggi. Oleh sebab itu, jangan menaburkan bedak ke organ genital untuk mengurangi kelembapan. Sebaiknya, usahakan untuk tidak menggunakan kosmetik bedak setiap saat supaya pori-pori kulit wajah bisa “bernapas”.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓
BANUNUA YUDIE NOVIANTOE PBANUNUA YUDIE NOVIANTOE P

super om.. itu barulah betul. buat apa cantik kebangetan, mending meronah lebih Montok. ada pengaruhnya juga loh ke susu wanita.