Benarkah Gluten Picu Badan Lemas dan Depresi?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 05 Nov 2018, 17:45 WIB
Kandungan gluten dalam beberapa makanan seperti gandum, roti, dan pasta dituding bisa menyebabkan badan lemas dan depresi. Benarkah ini?
Benarkah Gluten Picu Badan Lemas dan Depresi? (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beberapa orang mengeluh bahwa mereka merasakan sesuatu yang tidak enak setelah mengonsumsi gluten. Bahkan, tak sedikit pula yang merasakan efek samping berupa badan lemas dan depresi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten. Apakah Anda salah satunya?

Gluten merupakan jenis protein yang terkandung dalam gandum. Gluten biasanya terkandung di dalam makanan yang terbuat dari biji-bijian, seperti jelai, pasta, dan roti. Gluten membuat adonan menjadi kenyal dan dapat mengembang karena bersifat kedap udara.

Gluten bisa menyebabkan gangguan kesehatan?

Di balik manfaatnya, NewScientist menyebutkan bahwa gluten adalah protein yang dapat menyebabkan penyakit celiac―kondisi autoimun yang serius―bagi sekitar satu persen orang yang mengonsumsinya. Lebih lanjut, 12 persen orang mengatakan bahwa mereka mengalami keluhan perut kembung, kram, kelelahan, depresi dan gejala lain setelah mengonsumsi makanan yang mengandung gluten seperti pasta.

Kendati begitu, beberapa ahli tampaknya tidak setuju dengan temuan tersebut.  Pasalnya, para ahli tersebut meyakini bahwa yang menjadi penyebabnya bukanlah gluten, melainkan fruktan―suatu karbohidrat yang ada pada gandum.

Biesiekierski dan rekan baru-baru ini menguji efek gluten pada 14 orang yang sensitif terhadap zat tersebut. Dalam satu percobaan, para partisipan diminta untuk makan yoghurt gluten dan non-gluten pada hari-hari terpisah selama dua minggu. Dalam percobaan lain, para partisipan diberi muffin gluten dan non-gluten untuk dikonsumsi selama beberapa waktu.

Partisipan yang tergabung dalam studi itu kemudian melaporkan bahwa mereka mengalami kembung dan kram, meski saat mengonsumsi makanan yang tidak mengandung gluten.

Gluten bisa menimbulkan efek sedih

Menurut Biesiekierski, keadaan yang dialami partisipan studinya mungkin disebabkan oleh ketakutan makan gluten atau dikenal sebagai efek nocebo. Diketahui bahwa efek tersebut jugalah yang menjadi penyebab mengapa gluten bisa menyebabkan efek sedih setelah dikonsumsi pada golongan orang yang sama.

Terkait temuan tersebut, satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa dampak langsung gluten pada kesehatan mental mungkin hanya terjadi pada sejumlah kecil orang yang sensitif terhadap gluten.

“Kami tentu saja tidak mengatakan bahwa semua orang akan mengalami depresi setelah makan gluten. Banyak orang memang mengalami peningkatan kesehatan mental setelah bebas gluten. Tetapi untuk sebagian lainnya, hal itu mungkin terjadi karena mereka mengganti makanan olahan dengan buah dan sayuran segar, serta mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat," katanya.

Kesimpulan yang bisa ditarik: jika Anda tidak sensitif terhadap gluten, tak ada salahnya bila ingin mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut secukupnya. Sementara itu, jika Anda memang sensitif terhadap gluten, sebaiknya hindari makanan yang mengandung zat tersebut sama sekali. Anda tak ingin mengalami badan lemas, depresi, dan keluhan lainnya, bukan?

[NB/ RVS]