Kenali Azoospermia, Kelainan pada Air Mani Pria

Oleh Novita Permatasari pada 05 Nov 2018, 14:15 WIB
Kondisi air mani yang tidak sehat dapat menggagalkan kemungkinan terjadinya pembuahan, salah satunya adalah azoospermia.
Kenali Azoospermia, Kelainan pada Air Mani Pria (Vchal/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berdasarkan data yang diperoleh dari US National Library of Medicine National Instutes of Health, sekitar 1 persen dari populasi pria di dunia ternyata menderita kelainan air mani yang disebut azoospermia. Pria tersebut bahkan masuk ke dalam 10-15 persen kelompok pria yang infertil atau mengalami ketidaksuburan. Kenali gangguan kesuburan  ini agar Anda dapat lebih waspada.

Seputar azoospermia yang dialami pria

Azoospermia sendiri dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya. Dilansir dari Babyologist, kelainan azoospermia bisa disebabkan oleh sumbatan pada saluran sperma atau karena testis tidak mampu menghasilkan sel sperma. Untuk mengetahui adanya azoospermia, harus dilakukan pemeriksaan medis dengan mengambil contoh sperma untuk disimpan kemudian diperiksa.

Jika hasilnya tidak menunjukkan adanya sperma pada air mani setelah dilakukan dua kali pengecekan, maka orang tersebut terdeteksi mengalami azoospermia. Selain itu, WebMD menjelaskan terdapat tes vasografi yang menggunakan x-ray dan pewarna khusus untuk menemukan adanya penyumbatan pada aliran sperma.

Pria yang menderita azoospermia akan sulit memiliki keturunan karena sperma tidak dapat dikeluarkan lewat berhubungan seksual. Meski demikian, bukan berarti tak ada harapan untuk memiliki momongan.

Kemandulan pada penderita kelainan sperma ini hanya akan terjadi jika terjadi kerusakan pada organ dan fungsi testis yang menyebabkan sperna tidak bisa diproduksi.

Solusi yang biasa ditawarkan adalah program intra cytoplasmic sperm (ICSI) atau yang lebih populer dengan sebutan bayi tabung. Bila azoospermia terjadi karena adanya sumbatan, maka penanganannya adalah dengan operasi untuk menghilangkan sumbatan.

Persoalan azoospermia ini tak bisa dianggap remeh, terutama di masa sekarang yang kental dengan gaya hidup yang cenderung tidak sehat.

Disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat

Jurnal Human Reproduction Update menjelaskan bahwa pria di negara-negara Barat mengalami penurunan jumlah sperma hingga lebih dari separuh jika dibandingkan dengan 40 tahun yang lalu.

Selain itu, Dr. Hagai Levine selaku kepala penelitian Hebrew University of Jerussalem menemukan 185 dari 42.935 pria ternyata mengalami azoospermia. Data tersebut diperoleh dari 50 negara termasuk Australia dan Selandia Baru, dengan durasi penelitian sepanjang periode 1973-2011.

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa penyebab dari pria terkena azoospermia adalah gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini serupa dengan studi yang dipublikasikan dalam Medical Science.

Para peneliti menemukan bahwa pria yang tidur 6 jam di malam hari memiliki jumlah sperma 25 persen lebih rendah dibanding dengan pria yang tidur 8 jam. Pola tidur ternyata juga turut mempengaruhi produksi sperma pria.

Dilansir dari New York Post, penurunan kualitas sperma pada pria masa kini terjadi karena gaya hidup saat ini berbeda dengan zaman dahulu. Seorang spesialis endokrinologi reproduksi dan kesuburan dari CCRM New York juga menjelaskan bahwa pria masa kini lebih malas bergerak dan lebih memilih kegiatan seperti bermain video game atau menonton serial televisi.

Asupan untuk sperma yang sehat

Dijelaskan oleh dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, selain harus memperbaiki pola tidur dan berolahraga secara rutin, agar terhindar dari azoospermia, pria harus menjaga asupan sehat ke dalam tubuhnya, dengan berbagai makanan berikut ini:

1. Bayam

Sayuran hijau ini kaya akan asam folat. Dengan kadar asam folat yang cukup, maka kualitas dan produksi sperma menjadi lebih baik.

2. Telur

Kandungan vitamin E dan protein di dalamnya dapat melindungi sperma dari dampak buruk radikal bebas. Selain itu, telur juga mengandung zat gizi yang mendukung pergerakan sperma yang lebih baik.

3. Pisang

Enzim bromelin pada buah pisang memiliki senyawa antiradang yang mampu meningkatkan jumlah dan pergerakan sperma. Tak hanya itu, kandungan vitamin A, B1, dan C pada pisang juga dapat membantu testis menghasilkan sperma yang sehat.

4. Semangka

Sebagai antioksidan, zat likopen dalam semangka mampu menangkal dampak radikal bebas pada sperma. “Makan satu potong semangka dalam sehari dapat meningkatkan jumlah produksi sperma sehat hingga 37,5 persen,” jelas dr. Fiona.

5. Bawang putih

Bumbu dapur ini mengandung vitamin B dan selenium yang baik untuk membantu memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh, sehingga testis menjadi lebih sehat dan sperma yang dihasilkan juga lebih berkualitas.

Kelainan sperma pada air mani yang disebut azoospermia mungkin bisa menjadi momok bagi para pria dan pasangannya yang tengah menjalankan program memiliki momongan. Oleh sebab itu, untuk memiliki sperma yang sehat dan berkualitas, konsumsilah berbagai menu sehat yang disarankan oleh dr. Fiona di atas. Bila perlu, lakukan pemeriksaan dan konsultasi untuk mengetahui kondisi kesuburan Anda. Baca juga artikel serupa di sini.

[RVS]

Siti MariyamSiti Mariyam

azoospermia...ada pngaruh dr pola.mkanan yg slah...mkanan santal brlemak dn pedas...jg kolesterol dn asam urat tnggi...atw sinusitis brtahun2...ktka ML sperma encer dn sdikit...dn swmi sring ga mood...meski ML rutin d lkukan...smnggu 3-5 x...usia istri 39 swmi 42...msih ada hrpan pny momongan...