Benarkah Udara Dingin Rentan Picu Kanker Paru?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 06 Nov 2018, 13:00 WIB
Udara dingin tak hanya bikin badan menggigil, tapi konon juga bisa memicu kanker paru. Simak penjelasannya berikut ini.
Benarkah Udara Dingin Rentan Picu Kanker Paru? (Andrey_Popov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Udara dingin di musim hujan adalah hal yang sukar terelakkan. Beberapa orang mungkin tahan terhadap cuaca ini, namun tak sedikit juga yang sampai menggigil bahkan mengalami gangguan kesehatan tertentu. Satu hal yang sering dialami adalah batuk dan gatal pada kulit. Belakangan ini terdengar kabar bahwa udara dingin juga bisa memicu kanker paru.

Saat udara dingin datang, Anda tentu pernah merasa kulit tiba-tiba menjadi gatal tanpa sebab yang jelas. Rasa gatal saat udara dingin ini rupanya bukan sesuatu yang aneh, karena memiliki penjelasan medis. Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter sebagai berikut.

“Kondisi ini bisa dialami oleh banyak orang, termasuk Anda. Saat udara dingin hadir disertai dengan angin yang kering, kulit dapat dengan mudah menjadi kasar, kering dan gatal,” kata dr. Sepri.

Batuk saat udara dingin erat juga berkaitan dengan alergi, yakni reaksi tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu atau yang disebut alergen. Hal tersebut terjadi berdasarkan proses-proses alamiah tertentu pada tubuh.

“Alergen dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui berbagai cara, baik terisap, tertelan, ataupun kontak dengan kulit. Selanjutnya, sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki alergi akan aktif dan menimbulkan reaksi yang berlebihan,” ujar dr. Alberta Jesslyn Gunardi dari KlikDokter.

Lantas, benarkah udara dingin bisa sebegitu berpengaruhnya pada tubuh bahkan memicu kanker paru? Begini fakta medisnya.

Udara dingin dan kanker paru

Dilansir dari Medical News Today, lingkungan dingin diketahui dapat menyebabkan penekanan respon kekebalan antitumor, sehingga mendorong pertumbuhan kanker dalam penelitian yang dilakukan pada hewan. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences (PNAS) 1.

Ketika menjadi dingin, tubuh manusia secara bertahap masuk ke mode bertahan hidup, pembuluh darah menyempit untuk menjaga panas tubuh dan ekstremitas cuaca, sehingga metabolisme Anda semakin cepat dan hal inilah yang membuat tubuh terasa menggigil.

Saat menggigil, sistem tubuh hanya fokus untuk menjaga otak, jantung, dan beberapa organ vital lainnya. Tim peneliti menemukan bahwa lingkungan yang dingin mengubah cara sel kanker tumbuh dan bermetastasis pada tikus. Para peneliti mengatakan temuan mereka bisa dikaitkan dengan penelitian serta terapi kanker.

Pada percobaan tersebut, tikus ditempatkan di suhu yang lebih dingin dari biasanya. Kemudian tim membandingkan perkembangan kanker pada tikus yang diletakkan pada suhu 22° C dan 30° C.

Peneliti menemukan bahwa beberapa jenis kanker, termasuk paru, pankreas, usus besar, kulit dan payudara terbukti dapat berkembang lebih cepat, lebih awal dan lebih agresif di lingkungan yang lebih dingin.

Dari penelitian tersebut ternyata juga ditemukan bahwa tumor dapat lebih cepat berkembang pada tikus yang hidup pada udara dingin sekalipun.

Butuh penelitian lebih lanjut

Para ilmuwan dari Institut Kanker di Roswell Park, Buffalo, New York, menjelaskan bahwa meskipun kedua kelompok tikus memiliki jumlah sel T yang sama sebelum menjalani pengujian, sel T pada hewan yang ditempatkan di lingkungan yang hangat jauh lebih cepat dan lebih baik dalam menghancurkan sel tumor.

Sel T pada tikus di udara hangat juga diketahui dapat mengeluarkan zat antikanker yang lebih tinggi dibandingkan dengan tikus yang diletakkan di lingkungan dingin. Ada lebih banyak sel yang menekan respon antitumor pada tikus dingin, yaitu tubuh tikus di lingkungan yang dingin jauh lebih mungkin untuk menerima tumor daripada melawannya.

Jika sebagian besar tikus tersebut ditempatkan di lingkungan yang lebih dingin dari biasanya, temuan dapat terdistorsi dan kemungkinan memberikan hasil yang tidak valid. Hasil penelitian ini pun disinyalir mampu memiliki korelasi yang erat dengan manusia.

Dengan demikian, penelitian mengenai udara dingin sebagai pemicu kanker paru masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Studi yang berkaitan dengan udara dingin yang rentan memicu kanker paru, masih menjadi pembahasan pelik hingga saat ini. Selain udara dingin, beberapa hal lain yang patut Anda waspadai sebagai pemicu kanker adalah kebiasaan merokok, konsumsi makanan tak sehat hingga minuman alkohol. Hindari berbagai hal tersebut jika Anda ingin terhindar dari risiko penyakit kanker, termasuk kanker paru.

[NP/ RVS]