Jenis Terapi Alternatif untuk Pengobatan Kanker Paru

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 29 Mar 2020, 11:02 WIB
Selain dengan kemoterapi, kanker paru juga bisa ditangani dengan terapi lainnya. Terapi apa yang dimaksud? Berikut ini rinciannya.
Jenis Terapi Alternatif untuk Pengobatan Kanker Paru

Klikdokter.com, Jakarta Penanganan kanker paru-paru, atau sering disingkat kanker paru, berbeda-beda tergantung jenis, ukuran, dan stadium. Selain kemoterapi, banyak yang bertanya-tanya seberapa efektif pengobatan alternatif sebagai cara untuk mengobati kanker paru-paru.

Perlu diketahui, biasanya pada tahap awal dan hanya di area yang tidak luas, pembedahan untuk mengangkat kanker bisa dilakukan. Jika kondisi kesehatan pasien lemah, radioterapi bisa dilakukan untuk menghancurkan sel kanker. Namun, jika kanker sudah menyebar, kemoterapi akan diterapkan.

Penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca di bawah ini:

  • Operasi: jaringan yang sakit dan terkena kanker akan diambil melalui cara pembedahan oleh dokter.
  • Kemoterapi: menggunakan obat khusus untuk menciutkan atau membunuh sel-sel kanker. Obat bisa diminum atau dimasukkan ke pembuluh darah vena lewat infus, atau terkadang dibutuhkan keduanya.
  • Terapi radiasi: menggunakan sinar X energi tinggi untuk membunuh sel kanker.
  • Targeted therapy: menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Bisa berupa obat yang diminum maupun melalui infus, seperti pada kemoterapi.

Artikel lainnya: Kenali Seluk-beluk Imunoterapi untuk Kanker Paru

Terapi Alternatif Kanker Paru-paru

Selain dengan terapi standar, ada pula pengobatan komplementer dan alternatif yang dapat menunjang terapi kanker paru-paru, meski sebetulnya bukan termasuk terapi standar kanker.

Pengobatan komplementer digunakan sebagai tambahan terhadap terapi standar. Contoh: akupunktur, suplemen diet, terapi pijat, hipnosis, dan meditasi.

Sementara itu, pengobatan alternatif dimanfaatkan sebagai pengganti perawatan standar. Contohnya adalah diet khusus, vitamin dosis tinggi, obat-obatan herbal, teh khusus, hingga terapi magnet.

Berbagai pengobatan komplementer maupun alternatif belum diteliti dan diuji secara ilmiah, dan mungkin tidak aman untuk sebagian pasien karena pengobatan tersebut tidak one-size-fits-all (tidak berlaku untuk semua orang).

Terapi komplementer tidak dimaksudkan sebagai pengobatan yang berdiri sendiri. Pasien kanker bisa menjalaninya selama atau setelah pengobatan kanker konvensional agar merasa lebih baik dengan kondisinya.

Artikel lainnya: Kanker Paru Lebih Mudah Serang Pria atau Wanita?

1 of 3

Jenis Terapi Lainnya untuk Kanker Paru

Akupunktur
Akupunktur

Berikut ini adalah beberapa terapi komplementer yang dapat digunakan sebagai tambahan terhadap terapi kanker standar.

1. Akupunktur

Teknik pengobatan tradisional Tiongkok ini dilakukan dengan menstimulasi titik-titik tertentu di tubuh, dengan bantuan jarum yang sangat tipis.

Akupunktur dimaksudkan untuk mengembalikan aliran alami energi di dalam tubuh. Pasalnya, ketidakharmonisan energi dianggap sebagai akar penyebab penyakit.

Hampir semua orang dengan kanker paru menghadapi gejala yang terkait dengan penyakit atau pengobatan mereka. Beberapa gejala umum termasuk kegelisahan, mual, rasa sakit, depresi, dan kesehatan yang buruk.

Akupunktur bisa efektif dalam mengelola mual dan muntah yang terkait dengan kemoterapi. Prosedur ini juga dapat membantu mengelola rasa sakit pascaoperasi.

Artikel lainnya: Awas, Debu Kayu Bisa Picu Kanker Paru

2. Aromaterapi

Ini merupakan pengobatan menggunakan minyak esensial untuk merangsang bagian otak yang memengaruhi emosi. 

National Cancer Institute melaporkan bahwa penelitian menunjukkan minyak esensial memiliki kemampuan melawan penyakit. Salah satunya adalah minyak atsiri yang disebut-sebut mampu menenangkan atau memberikan energi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa minyak esensial dapat meningkatkan kesehatan mental dan emosional dengan mengurangi beberapa gejala, seperti perasaan tertekan, depresi, rasa sakit, dan mual.

Artikel lainnya: Benarkah Vape Sebabkan Kanker Paru?

3. Suplemen Herbal

Di Tiongkok, lebih dari 133 suplemen herbal digunakan untuk mengobati kanker paru-paru sejak lama. Suplemen ini digunakan bersama perawatan konvensional seperti kemoterapi.

Suplemen tertentu diyakini dapat membantu meringankan gejala kanker paru dan efek samping pengobatan. Bahkan, suplemen tersebut dikatakan bisa membunuh sel kanker.

Suplemen herbal yang sering dipakai untuk terapi tambahan kanker antara lain:

  • Astragalus: membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperlambat pertumbuhan tumor, mencegah tumor menyebar, dan dapat meningkatkan kemanjuran obat kemoterapi.
  • Gan cao (akar licorice): dikenal sebagai ekspektoran yang mempercepat sekresi lendir, biasanya diresepkan untuk meredakan batuk dan sesak napas.
  • Oldenlandia diffusa: dipercaya dapat membunuh sel-sel kanker paru.
  • Akar asparagus: dipercaya dapat membunuh dan mencegah sel kanker paru berkembang.

Biasanya, suplemen herbal yang disebutkan tadi tidak berbahaya untuk dikonsumsi bersamaan dengan pengobatan rutin kanker paru. Namun, dalam beberapa kasus, obat herbal bisa menyebabkan efek samping yang serius, bahkan komplikasi. Maka dari, konsumsinya tetap harus dikonsultasikan dulu ke dokter.

Artikel lainnya: Awas, Rokok Mentol Bikin Paru-Paru Kebas

4. Pijat

Pijat dapat meringankan rasa sakit dan mendorong relaksasi. Terapis akan menggunakan tangan atau kaki untuk memberi tekanan demi mengendurkan otot-otot yang kencang. Hal ini dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan ketegangan.

Pasien kanker paru biasanya merasakan nyeri di saraf atau otot di sekitar area dada, leher, punggung atas, dan bahu. Nah, pijatan bisa meredakannya.

Pilihlah terapis yang berpengalaman dalam menangani pasien kanker. Mereka akan tahu teknik pijat yang benar sesuai stadium kanker dan status perawatan pasien.

Artikel lainnya: Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?

5. Meditasi

Meditasi merupakan keadaan refleksi batin yang relaks, yang dapat membantu menenangkan pikiran. Metode ini dapat membantu mengurangi stres dan ketegangan yang terkait dengan pengelolaan kanker paru.

Meditasi teknik pernapasan dalam juga dapat membantu pasien kanker untuk meningkatkan fungsi paru-parunya.

6. Yoga

Yoga juga telah terbukti mampu membantu meredakan kecemasan, depresi, dan insomnia. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan rasa sejahtera, sekaligus membantu penderita kanker paru-paru relaks dan bisa tidur lebih baik.

Artikel lainnya: Waspadai 5 Gejala Kanker Paru yang Tak Biasa Ini!

2 of 3

Apakah Kanker Paru Bisa Sembuh?

Ilustrasi Kanker Paru
Ilustrasi Kanker Paru

Bisa, jika kanker terdeteksi dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat, sehingga sel kanker yang ada di dalam tubuh belum banyak menyebar ke seluruh bagian paru-paru maupun organ lainnya.

Keenam metode di atas dapat  digunakan untuk melengkapi pengobatan kanker paru pasien. Perhatian beberapa red flag (tanda peringatan) di bawah ini, jangan menerima terapi penunjang yang:

  • Menjanjikan bahwa kanker bisa sembuh.
  • Memberitahu pasien untuk menghentikan terapi dari dokter.
  • Terkesan ‘rahasia’ dan membutuhkan pasien untuk mengunjungi penyedia layanan atau sampai ke negara lain untuk mendapatkannya.
  • Tidak disarankan oleh dokter setelah mendiskusikannya.

Jadi, obat kanker paru terbaik adalah dengan mengonsultasikannya dengan dokter, apapun pilihan terapinya. Pada dasarnya, semua perawatan bertujuan baik, tapi pasien tetap harus tahu apa efek sampingnya, sehingga terapi yang dijalani sejalan dengan perawatan medis dari dokter.

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓