Risiko Alzheimer Bisa Dicek Lewat Kondisi Mata

Oleh Ayu Maharani pada 07 Nov 2018, 16:00 WIB
Selain dari perubahan perilaku dan penurunan fungsi otak, rupanya risiko Alzheimer juga bisa dikenali lewat mata.
Risiko Alzheimer Bisa Dicek Lewat Kondisi Mata (Pressmaster/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mata disebut-sebut sebagai jendela dunia. Dan dari mata, bisa terlihat juga apakah orang itu sedang merasa bahagia ataupun sebaliknya. Mata pun bisa memperlihatkan kondisi kesehatan seseorang. Dilansir Reader’s Digest, mata ternyata juga dapat mendeteksi risiko Alzheimer.

Dua studi yang dilaporkan oleh American Academy of Ophthalmology menunjukkan bahwa jenis pencitraan Optical Coherence Tomography Angiography (OCTA) dapat membantu dokter menemukan tanda-tanda Alzheimer di pembuluh darah kecil bagian belakang mata. Munculnya penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Alzheimer dengan biaya yang lebih murah, tetapi dengan tingkat akurasi yang baik sebelum kerusakan otak makin parah.

Secara teori, pembuluh darah di bagian belakang mata dapat mencerminkan perubahan yang terjadi di dalam otak. Berangkat dari teori tersebut, para peneliti Duke University menggunakan OCTA untuk membandingkan retina pasien Alzheimer dengan dua tipe orang, yaitu orang dengan gangguan kognitif ringan dan orang yang sehat.

Hasilnya, para penderita Alzheimer kehilangan pembuluh darah retina kecil di bagian belakang mata mereka. Kalaupun tak sampai hilang, lapisannya sangat tipis. Sedangkan yang lainnya tidak seperti itu.

Hampir sama dengan penelitian Duke University, ahli oftalmologi Dr. Ygal Rotenstreich dari Goldschleger Eye Institute, Sheba Medical Center, Israel, juga melakukan penelitian terhadap 400 partisipan yang memiliki riwayat keluarga Alzheimer. Ia menggunakan OCTA, melakukan scan terhadap otak mereka, dan membandingkan kondisi partisipan  dengan orang yang tidak memiliki riwayat Alzheimer.

Dan hasilnya, lapisan retina pada orang dengan riwayat keluarga Alzheimer cenderung lebih tipis. Area hippocampus pada otak mereka juga sudah menyusut dibandingkan orang-orang yang sama sekali tidak memiliki riwayat Alzheimer di keluarga. Oleh sebab itu, kini semakin banyak peneliti yang mengembangkan studi tentang OCTA untuk mendeteksi Alzheimer sejak dini karena dianggap lebih mudah dan lebih cepat.

Mendeteksi penyakit lain lewat mata

Selain mendeteksi Alzheimer, menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, ada beberapa penyakit lain yang sebenarnya dapat dideteksi melalui mata, yaitu stroke, hipertensi, diabetes, gangguan hormonal, dan sklerosis ganda.

Untuk stroke, salah satu tipe stroke yang bisa memicu gangguan pada mata adalah transient ischemic attack (TIA). Ini adalah stroke ringan yang disebabkan oleh sumbatan aliran darah dan bisa mengganggu pembuluh darah pada mata. Alhasil, penglihatan dari penderita stroke tersebut akan hilang mendadak selama beberapa menit, bahkan ada yang hingga beberapa jam.

Mirip seperti itu, penyakit hipertensi dan diabetes juga dapat dilihat gejalanya dari mata, yaitu buram atau hilangnya penglihatan secara mendadak. Sedangkan untuk gangguan hormonal, biasanya mata akan terasa seperti terbakar, perih, merah, kering, terasa mengganjal, dan sering berkedip. Sehingga, penderitanya akan sulit fokus saat bekerja atau belajar.

Lalu bagaimana dengan penyakit sklerosis ganda? Sebelum mengetahui dampaknya pada mata, sklerosis ganda itu sendiri merupakan suatu penyakit autoimun yang dapat memengaruhi penglihatan, keseimbangan tubuh, kekuatan, koordinasi, dan fungsi tubuh lainnya.

“Neuritis optik dapat terjadi karena sklerosis ganda, yaitu peradangan dan pembengkakan saraf di mana,” kata dr. Nadia. Alhasil, mata akan kehilangan kemampuannya untuk melihat, ada perubahan sensitivitas pada warna, nyeri, dan bengkak.

Gangguan fungsi otak Alzheimer kini dapat dideteksi dari pemeriksaan mata dengan OCTA. Apabila orang itu memiliki kondisi pembuluh darah atau lapisan retina yang tidak normal, ada kemungkinan ia berisiko terkena Alzheimer pada kemudian hari. Selain itu, ada juga penyakit lain yang dapat dideteksi dari mata, seperti stroke, hipertensi, diabetes, hingga multipel sklerosis ganda. Oleh sebab itu, berikan atensi lebih kepada mata Anda supaya penyakit berbahaya lainnya dapat segera terdeteksi sejak dini.

[RS/ RVS]