Daun Parsley, si Penghias Makanan, Adakah Gizinya?

Oleh dr. Melyarna Putri pada 07 Nov 2018, 16:30 WIB
Bentuknya yang indah membuat daun parsley kerap menghiasi sajian restoran. Namun sebenarnya, adakah kandungan gizi di dalam daun ini?
Daun Parsley, si Penghias Makanan, Adakah Gizinya? (Brent Hofacker/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Daun parsley atau dalam bahasa latin bernama Petroselinum crispum kerap digunakan sebagai penghias makanan atau garnish. Karena dianggap hanya sebagai penghias menu, daun ini sering disingkirkan di sudut piring dan akhirnya tidak dimakan. Padahal, di dalamnya terdapat gizi yang baik bagi tubuh Anda.

Parsley merupakan rempah yang kaya akan mineral dan vitamin penting bagi tubuh. Berikut manfaatnya bagi tubuh Anda :

  1. Menurunkan zat racun di dalam tubuh

Penggunaan daun parsley baik dimasak ataupun tidak dimasak dalam jumlah tertentu dapat meningkatkan jumlah vitamin dan mineral penting di dalam tubuh. Hal ini dapat menurunkan cadmium, yakni zat berbahaya sisa polusi industri.

  1. Menangkal radikal bebas

Parsley mengandung bahan aktif fitokimia dengan beberapa antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, asam askorbat, dan tokoferol. Komponen ini akan menangkal radikal bebas dan menurunkan stres oksidatif di dalam tubuh manusia.

Stres oksidatif merupakan kondisi di dalam pembuluh darah yang dapat meningkatkan terjadinya peradangan yang merupakan cikal bakal penyakit bila reaksinya tidak ditangkal dengan antioksidan.

  1. Menurunkan tekanan darah, diabetes dan jantung

Menurut penelitian Eddouks di Maroko, parsley memiliki efek untuk mengatasi tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung dan juga ginjal. Sebagai salah satu rempah yang sudah lama digunakan di daerah Timur Tengah, parsley dapat membantu mengatasi masalah jantung melalui efeknya sebagai diuretik yang cukup kuat.

Diuretik merupakan efek obat yang dapat membantu mengeluarkan air di dalam tubuh melalui berkemih. Parsley juga memiliki efek anti pembekuan darah dan anti hiperlipidemia, yakni kondisi lemak pada darah yang tidak normal.

  1. Menurunkan risiko ambeien

Daun parsley juga memiliki efek untuk mengatasi konstipasi atau sembelit. Parsley memiliki efek laksatif atau pencahar, sehingga mempermudah buang air besar.

Efek pencahar dari parsley diduga akibat efeknya yang dapat menurunkan penyerapan air dan elektrolit di usus besar, sehingga akan membentuk feses lebih baik dan memperlancar buang air besar.

  1. Menurunkan risiko penyakit ginjal

Selain efeknya sebagai diuretik, parsley juga berkhasiat untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin, asam urat dan elektrolit. Oleh sebab itu, parsley dapat dianggap memiliki efek nefroprotektif atau melindungi fungsi ginjal.

Ureum dan kreatinin merupakan dua penanda pada darah yang menunjukkan fungsi ginjal. Adanya peningkatan ureum dan kreatinin mengindikasikan terjadinya gangguan pada fungsi ginjal.

Tak hanya itu, parsley juga dikatakan dapat menurunkan kadar protein dan kalsium di dalam urine, sehingga dapat menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Parsley atau peterseli sudah lama digunakan di banyak negara Eropa, Asia, dan Mediterania untuk pengobatan herbal. Selain sebagai antioksidan, parsley juga digunakan sebagai antiradang, anti diabetes, laksatif, menetralisir racun, dan mempertahankan fungsi ginjal. Meski demikian, penggunaan parsley secara rutin sebagai terapi harus diteliti lebih lanjut, termasuk terkait dosis dan efek yang dimiliki.

Faktanya, daun parsley yang selama ini kerap digunakan sebagai penghias makanan ternyata memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Mulai sekarang, jika ada hiasan parsley di sisi makanan Anda, jangan lupa dimakan, ya!

[NP/ RVS]