5 Mitos tentang Frozen Food yang Perlu Anda Tahu

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 08 Nov 2018, 09:00 WIB
Ada banyak mitos tentang frozen food yang masih dipercaya orang. Berikut beberapa di antaranya.
5 Mitos tentang Frozen Food yang Perlu Anda Tahu (BravissimoS/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki stok frozen food, atau makanan beku, bisa menjadi penolong bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Tapi mungkin Anda khawatir saat ingin mengonsumsi produk makanan beku. Pasalnya, ada banyak orang yang menganggap bahwa makanan beku hanya mendatangkan efek negatif bagi tubuh. Padahal, makanan beku tak selalu membahayakan kesehatan Anda, lho!

Berikut ini adalah lima mitos dan fakta yang perlu Anda tahu seputar makanan beku:

  1. Mitos: Kandungan gizi pada frozen food, khususnya sayur dan buah, tidak sebaik makanan segar yang tidak dibekukan.

Fakta: Jangan heran apabila kandungan nutrisi buah dan sayur beku malah lebih baik. Teknik membekukan makanan memungkinkan makanan seperti sayur dan buah dipetik dalam keadaan puncak kematangan, ketika kandungan nutrisinya sedang maksimal. Makanan ini kemudian akan dibekukan secara cepat sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga.

Di sisi lain, makanan segar sering kali dipetik sebelum matang agar tidak membusuk saat akan dijual. Adanya makanan beku juga memungkinkan Anda untuk memperoleh nutrisi dalam suatu makanan walaupun sedang tidak musim.

  1. Mitos: Frozen food mengandung banyak pengawet sehingga dapat bertahan lama.

Fakta: Membekukan makanan merupakan salah satu cara alami untuk mengawetkan makanan, sehingga penambahan pengawet sebenarnya tidak selalu diperlukan. Bacalah kemasan frozen food Anda untuk memastikan lebih lanjut apakah ada tambahan pengawet makanan.

  1. Mitos: Frozen food tidak boleh dicairkan lalu dibekukan berulang-ulang.

Fakta: Jika dicairkan dalam kulkas, seharusnya makanan dapat dibekukan ulang secara aman. Namun, jika dicairkan pada suhu ruangan (suhu yang dianggap tidak optimal adalah 4-60 0C), akan memungkinkan bakteri untuk berkembang biak. Dalam hal ini tidak disarankan untuk membekukan makanan kembali.

  1. Mitos: Frozen food aman dari bakteri karena membekukan akan membunuh bakteri tersebut.

Fakta: Membekukan makanan tidak membunuh bakteri dalam makanan tersebut, tetapi hanya menonaktifkan bakteri. Jika dicairkan, bakteri dapat menjadi aktif kembali. Untuk menjaga keamanan makanan, hindarilah mencairkan makanan dengan meletakkannya di suhu ruangan selama lebih dari 2 jam.

Anda juga tak perlu merendam makanan beku dalam air panas. Hal ini bisa menyebabkan mencairnya makanan secara tidak merata, sehingga tidak semua bagiannya matang saat dimasak. Sebaiknya, cairkan makanan dalam kulkas atau rendam dalam air dingin yang diganti setiap setengah jam sekali. Untuk memastikan makanan bebas dari bakteri yang berbahaya, masaklah makanan hingga matang.

  1. Mitos: Semua jenis makanan dapat dibekukan.

Fakta: Dari segi keamanan makanan, memang semua jenis makanan dapat dibekukan. Namun, jika melihat aspek kualitas, rasa, dan tekstur, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dibekukan. Misalnya: sayuran lembut seperti selada yang dapat hancur saat dicairkan, saus berbahan dasar krim yang dapat “pecah” dan mengental jika dicairkan. Minuman kopi -terutama jenis dark roast – juga tidak seharusnya dibekukan, karena pembekuan dapat merusak minyak dalam kopi sehingga mudah menyerap aroma lain.

Selanjutnya, makanan kaleng dan telur sebaiknya tidak dibekukan. Namun, makanan kaleng yang dikeluarkan dari kemasan aslinya dan telur yang dikeluarkan dari cangkangnya dapat dibekukan.

Setelah mengetahui berbagai mitos dan fakta mengenai frozen food yang dipaparkan di atas, Anda kini tida perlu bimbang lagi. Meski demikian, diharapkan Anda dapat menggunakan frozen food dalam pola makan sehari-hari dengan lebih bijak.

[RS/ RVS]