Anak Pusing Saat Bepergian, Apakah Mabuk Perjalanan?

Oleh Ayu Maharani pada 08 Nov 2018, 15:00 WIB
Saat bepergian, terkadang anak mengalami pusing dan tubuhnya menjadi lemas. Benarkah kondisi ini menandakan mabuk perjalanan?
Anak Pusing Saat Bepergian, Apakah Mabuk Perjalanan? (Romrodphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika keluarga Anda hendak bepergian jauh, momen yang paling ditakutkan adalah saat anak mengalami mabuk perjalanan. Sebab, jika si Kecil sudah mengeluh pusing dan mual, pasti ia akan rewel seharian dan membuat suasana menjadi tidak nyaman. Hal yang perlu diwaspadai, pusing yang muncul bisa juga menandakan gangguan kesehatan lain, seperti vertigo.

Bicara soal mabuk perjalanan, penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara tiga sistem. Ketiga sistem tersebut adalah sistem vestibular (organ telinga), sistem penglihatan (organ mata), dan sistem perabaan serta otot (somatosensorik).

Jadi, penglihatan anak yang berada di dalam mobil mengartikan bahwa dirinya tidak bergerak (duduk diam). Tetapi, sistem vestibularnya (organ telinga) merasakan adanya suatu gerakan, sehingga tidak sinkron. Alhasil, timbul gejala seperti pusing, mual, lemas, hingga muntah. 

Mabuk perjalanan atau vertigo?

Saat melakukan perjalanan, pusing memang identik dengan mabuk perjalanan. Namun, bukan berarti setiap gejala pusing yang dialami oleh anak saat bepergian dengan kendaraan sudah pasti diindikasikan sebagai mabuk perjalanan. Pasalnya, vertigo juga mungkin saja dialami oleh anak saat bepergian.

Apabila anak mengalami pusing seperti melayang dan merasa dirinya atau objek di sekitarnya berputar, pusing yang terjadi bisa jadi bukan mabuk perjalanan, melainkan pusing karena vertigo.

Menurut dr. Reza Pahlevi dari KlikDokter, vertigo memang merupakan gejala pusing yang disertai dengan rasa melayang dan sensasi berputar. “Secara umum, penyebab vertigo dapat dibagi menjadi dua, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.” jelasnya.

Untuk vertigo perifer, biasanya terjadi karena ada gangguan organ keseimbangan yang terletak di dalam telinga, sehingga vertigo perifer ini memiliki gejala yang mirip sekali dengan mabuk perjalanan, yaitu pusing, mual, dan muntah.

Jika anak mengalami perubahan posisi kepala saat berada di kendaraan, gejala pun bisa semakin parah hingga telinga berdengung, sulit mendengar, keluar cairan dari telinga, dan terasa nyeri. Vertigo perifer juga dapat dipicu oleh cedera telinga, gangguan pendengaran, dan gangguan psikologis tertentu.

Sedangkan pada vertigo sentral, gejala pusing ringan dapat berlangsung lebih lama. Kondisi ini dipicu oleh gangguan otak akibat tumor, migrain, epilepsi, atau cedera kepala. Vertigo sentral itu sendiri lebih jarang ditemukan saat anak melakukan perjalanan. 

Tips agar anak terbebas dari pusing saat bepergian

Meski bisa saja menandakan terjadinya vertigo, pusing saat melakukan perjalanan, baik darat, laut, dan udara memang paling sering disebabkan oleh mabuk perjalanan. Untuk itu, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter punya sejumlah cara untuk mencegah mabuk perjalanan pada anak, yakni:

  • Pilih posisi duduk di depan

“Bila bepergian menggunakan mobil atau bus, anak perlu duduk di tempat duduk dengan pergerakan vertikal seminimal mungkin. Misalnya duduk di depan,” kata dr. Sepriani. Jika Anda bepergian menggunakan kapal laut atau pesawat, pilihlah tempat duduk yang dekat dengan permukaan air laut.

  • Hindari memandang benda diam dan menunduk

Jangan biarkan anak membaca buku atau bermain gawai di mobil. Karena aktivitas yang membuat mata terfokus pada benda diam dapat menyebabkan mabuk perjalanan. Apalagi kalau si Kecil terlalu sering menunduk. Pusing karena mabuk perjalanan pun akan sulit dihindari.

  • Atur waktu untuk beristirahat sejenak

Jika si Kecil sudah mengeluh pusing karena mabuk perjalanan dan gejalanya semakin parah, sebaiknya hentikan perjalanan sejenak. Biarkan ia berjalan-jalan sambil menghirup udara segar hingga pusingnya berkurang.

Jika sudah membaik, berikan anak minuman hangat supaya ia merasa lebih tenang dan mau melanjutkan perjalanan kembali. Jangan lupa, tukar posisi duduknya ke depan untuk mengurangi risiko pusing berulang.

Jika anak Anda memang sudah sering mengalami pusing karena mabuk perjalanan, tak ada salahnya untuk mengonsultasikan hal tersebut kepada dokter untuk mendapatkan obat antimabuk perjalanan.

Beberapa obat untuk mengatasi mabuk perjalanan yang biasa diberikan adalah obat yang mengandung zat dimenhidrinat dan difenhidramin (aman untuk anak di atas 2 tahun). Sedangkan, apabila anak menunjukkan gejala pusing karena vertigo, sebaiknya hentikan dulu perjalanan untuk pergi berobat ke pusat layanan medis terdekat.

[NP/ RH]