Live Healthier Lives, Kampanye Cegah Penyakit Tidak Menular

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 08 Nov 2018, 17:00 WIB
Kampanye Live Healthier Lives dimaksudkan untuk bisa menekan angka penyakit tidak menular di Indonesia agar tak semakin tinggi.
Live Healthier Lives, Kampanye Cegah Penyakit Tidak Menular (Krisna-Octavianus/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Menyambut hari diabetes sedunia yang jatuh pada 14 November, Sun Life Indonesia mengampanyekan gerakan hidup sehat yang dinamakan "Live Healthier Lives". Gerakan ini juga dimaksudkan sebagai pengingat kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengurangi risiko terkena penyakit tidak menular.

Seperti diketahui, penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, dan kanker tergolong penyakit mematikan di Indonesia. Sekarang, penyakit tersebut tidak hanya menimpa orang dengan usia tua, tapi juga menyerang anak-anak muda.

Ini terjadi karena anak-anak muda tidak menaruh perhatian besar terhadap gaya hidup sehat. Anak muda sekarang ini bisa dibilang sebagai "Generasi O", yakni generasi terlalu banyak bekerja (overworked), terlalu banyak makan (overeating), dan hidup makin kewalahan (overwhelmed).

“Hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index pada 2014 menemukan bahwa masyarakat di Asia –termasuk Indonesia, berpotensi untuk masuk dalam kategori ‘Generasi O’. Populasi generasi ini semakin meningkat, seiring dengan gaya hidup masyarakat khususnya generasi muda, yang cenderung menjalani pola hidup tidak teratur, mengabaikan asupan makanan yang baik, jarang olahraga serta mendapat tekanan dari berbagai pihak, baik pekerjaan atau masalah hidup,” kata Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia.

“Berdasarkan hal itulah, Sun Life mengajak generasi muda untuk memberikan perhatian lebih pada kondisi kesehatan mereka, melalui kampanye ‘Live Healthier Lives’, jelas Elin lebih lanjut.

Dalam pemaparannya, Elin kemudian menunjukkan hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index pada 2016-2017. Hasil penelitian itu mencatat bahwa sebagian besar generasi muda Indonesia belum rutin berolahraga (51%), tidur kurang dari 6 jam per hari (34%) serta memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat (32%).

Penduduk Indonesia yang mengatakan bahwa mereka merokok lebih dari satu batang per hari juga cenderung lebih tinggi persentasenya dibanding dengan negara lain di Asia. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu kemungkinan timbulnya berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM).

Faktor kemajuan teknologi menjadi alasan jelas bahwa anak muda zaman sekarang rentan terkena penyakit tidak menular. Bagaimana tidak?

Melalui gawai, anak muda sekarang bisa melakukan aktivitas mudah nan instan seperti pesan makanan lewat transportasi online. Hal itu membuat anak muda tidak banyak bergerak dan pada akhirnya bisa membuat mereka obesitas serta terkena penyakit tidak menular.

“Teknologi telah mengubah pola hidup dan tantangan yang dihadapi generasi saat ini, yang bahkan tidak ditemukan pada generasi sebelumnya. Sejatinya, pemahaman mereka akan pentingnya pola hidup sehat sudah cukup baik. Tetapi sayangnya hal ini belum diimbangi dengan perbuatan dan komitmen yang nyata," kata Dwi Sutarjantono, pengamat gaya hidup sehat dalam acara jumpa pers 'Live Healthier Lives'.

Aktivitas fisik adalah kunci

Pola hidup yang tidak sehat menjadi penyebab utama timbulnya berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti diabetes. Padahal, penyakit tidak menular sesungguhnya dapat dicegah dengan mengendalikan berbagai faktor risiko. Salah satu caranya adalah dengan rutin melakukan aktivitas fisik.

Menurut dr. Grace Joselini, aktivitas fisik adalah kunci agar seseorang terhindar dari penyakit tidak menular. Sosok yang juga sebelumnya bekerja sebagai dokter tim nasional sepak bola wanita di ajang Asian Games 2018 ini, tak ragu untuk mengingatkan bahwa olahraga selama 30 menit tiap hari harus digalakkan.

"Meluangkan waktu minimal 30 menit per hari untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang, dapat membantu menjaga kesehatan secara umum. Sebagai langkah awal, olahraga mudah, seperti jalan cepat dan jogging, dapat dijadikan pilihan tepat. Selain mudah dilakukan, olahraga lari khususnya juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina, menurunkan risiko mengidap penyakit, meningkatkan metabolisme tubuh, hingga membantu melepaskan hormon endorfin, yang membuat perasaan menjadi lebih rileks,” kata dr. Grace Joselini.

Dia juga menyarankan anak-anak muda melakukan variasi untuk setiap olahraganya. Dokter Grace menyebut futsal, basket, bersepeda, dan bulu tangkis adalah olahraga yang bagus untuk anak muda. Sementara bagi orang yang usianya sudah lebih tua, jalan santai dan jogging adalah pilihan aman.

Sebagai bentuk nyata kampanye “Live Healthier Lives”, Sun Life akan memulainya dengan aktivitas Sun Life Resolution Run 2019 yang akan digelar pada Januari 2019. Acara ini sebagai bagian dari rangkaian aktivitas Sun Life Resolution Run yang diadakan di lima negara sekaligus, yaitu di Hong Kong, Filipina, Malaysia, Indonesia dan Vietnam.

Olahraga lari dipilih Sun Life berdasarkan hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2016-2017. Riset tersebut menunjukkan bahwa 60 persen responden memilih meluangkan waktu lebih banyak untuk melakukan olahraga lari dan karena olahraga tersebut memang sedan menjadi tren saat ini.

Mencegah penyakit tidak menular sebenarnya tidak terlalu sulit. Seperti yang sudah dipaparkan oleh Sun Life, pola hidup sehat –termasuk rutin melakukan aktivitas fisik, adalah kunci utamanya.

(RH)