Pulpitis, Gangguan Kesehatan Bisa Bikin Gigi Busuk

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 12 Nov 2018, 16:45 WIB
Pernah merasakan nyeri yang hebat pada gigi Anda? Bisa jadi Anda terkena penyakit pulpitis.
Pulpitis, Gangguan Kesehatan Bisa Bikin Gigi Busuk (Roman-Samborskyi/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pulpitis merupakan peradangan yang terjadi pada pulpa. Pulpa adalah bagian gigi yang berisi saraf-saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini dapat terjadi pada satu gigi atau lebih, dan bisa menyebabkan rasa nyeri yang hebat. 

Ada dua macam pulpitis yang diketahui, yakni:

1. Pulpitis reversible

Pulpitis reversible merupakan bentuk peradangan yang ringan. Pada kondisi ini, pulpa gigi tetap sehat. Gigi akan terasa sakit jika tersentuh atau saat mengunyah makanan.

2. Pulpitis irreversible

Pulpitis irreversible terjadi ketika keadaan sudah bertambah parah. Gigi akan mengalami nyeri hebat dan bisa terjadi sepanjang hari. Pada keadaan ini, pulpa sudah tidak dapat dipertahankan lagi.

Gejala dan penyebab pulpitis

Pulpitis terjadi ketika lapisan pelindung pulpa, yaitu email dan dentin, mengalami kerusakan dan terinfeksi oleh bakteri sehingga timbul pembengkakan.

Lapisan tersebut bisa rusak karena berbagai kondisi, seperti gigi berlubang yang sudah berlangsung lama dan tidak dilakukan perawatan sehingga menjadi busuk, cedera pada gigi, trauma pada gigi yang berulang, seperti bruxism dan gigi yang retak.

Gejala pulpitis bisa berupa peradangan, rasa nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin, bisa juga saat menyantap asupan yang manis. Pada pulpitis irreversible, gejala lainnya selain rasa nyeri adalah demam, bau mulut, gigi busuk, rasa nyeri yang tak tertahankan hingga ke kepala, serta kelenjar getah bening yang membengkak.

Diagnosis pulpitis

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami kondisi pulpitis atau bukan, perlu pemeriksaan langsung oleh dokter gigi. Nantinya dokter gigi dapat melakukan tes sensitivitas. Tes ini berguna untuk melihat reaksi Anda ketika gigi bersentuhan dengan rangsangan dingin.

Selain itu, ada pula tes dengan menggunakan alat instrumen yang akan diketuk ke arah gigi secara perlahan. Tes ini dapat membantu dokter gigi untuk menentukan tingkat peradangan. Beberapa dokter juga menggunakan tes elektrik pulpa untuk mengetahui bahwa pulpa masih hidup atau sudah mati.

Pemeriksaan foto rontgen juga diperlukan. Ini untuk memastikan bahwa lubang sudah menembus ruang pulpa dan melihat keadaan peradangan di ujung bawah akar.

Cara menangani pulpitis

Perawatan yang dilakukan untuk mengatasi pulpitis tergantung dari jenisnya.  Pada pulpitis reversible, menghilangkan gejala diperlukan untuk mengatasinya. Misalnya jika terdapat gigi yang berlubang, jaringan yang sudah rusak dibuang, kemudian dilakukan penambalan pada lubang.

Sedangkan pada pulpitis irreversible, jika gigi masih bisa dipertahankan, akan dilakukan prosedur perawatan saluran akar (pulpektomi). Saraf-saraf dan pembuluh darah yang sudah terinfeksi oleh bakteri akan diambil dan dibersihkan, lalu diisi oleh guttap percha di dalamnya untuk dilakukan penambalan atau pembuatan restorasi.

Pada pulpektomi, pasien harus mengunjungi dokter gigi beberapa kali sehingga dibutuhkan kerja sama yang baik agar dapat berhasil. Namun, bila gigi sudah tidak dapat dipertahankan, pencabutan merupakan langkah perawatan terakhir yang dapat diambil.

Untuk mencegah terjadinya pulpitis, dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut, mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang manis, serta rutin melakukan pemeriksaan ke dokter gigi.

Apabila Anda merasakan gejala-gejala pulpitis seperti yang sudah dijelaskan, segeralah lakukan perawatan ke dokter gigi. Hal ini penting agar kondisi kerusakan gigi tidak semakin bertambah parah.

[RS/ RVS]