Adakah Hubungan antara Sakit Gigi dan Diabetes?

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 14 Nov 2018, 10:15 WIB
Penyakit diabetes ternyata rentan menimbulkan infeksi pada tubuh, termasuk memengaruhi kesehatan gigi dan mulut.
Adakah Hubungan antara Sakit Gigi dan Diabetes? (G-stockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes adalah suatu penyakit metabolik yang disebabkan meningkatnya kadar glukosa atau gula di dalam darah. Namun yang belum banyak diketahui orang adalah penyakit diabetes mellitus ternyata memiliki hubungan yang cukup erat dengan kesehatan gigi. Penyakit ini sangat berpengaruh pada kemampuan Anda dalam melawan bakteri penyebab infeksi pada gigi dan mulut.

Gangguan kesehatan mulut dan gigi akibat diabetes

Menurut American Diabetes Association (ADA), seseorang yang mengidap penyakit diabetes berisiko lebih tinggi mengalami penyakit-penyakit mulut, seperti peradangan pada gusi atau gingivitis. Ini merupakan tahap awal perjalanan dari  penyakit gusi.

Bila tidak segera diatasi, penyakit akan berkembang semakin parah dan serius, seperti periodontitits. Pada tahap ini, kerusakan pada tulang alveolar dapat terjadi sehingga gigi geligi penderita dapat goyang, bahkan bisa tanggal atau copot. Hal ini dapat terjadi karena pada penderita diabetes memiliki risiko lebih besar terhadap infeksi bakteri. Selain itu, kemampuan tubuh penderita diabetes dalam melawan bakteri menurun.

Terdapat beberapa gejala atau tanda yang dapat mengindikasikan bahwa Anda terkena penyakit gusi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Gusi mudah berdarah, terutama saat Anda menggosok gigi atau melakukan flossing
  2. Gusi berwarna merah dan bengkak
  3. Gigi geligi terasa goyang
  4. Penurunan gusi, akibatnya gigi Anda terlihat lebih panjang
  5. Bau napas yang tak sedap meskipun sudah menggosok gigi

Jika kadar gula dalam darah tinggi, Anda lebih mudah terkena penyakit gusi yang serius dan kehilangan gigi lebih banyak. Semua penyakit infeksi, termasuk penyakit pada gusi, dapat menjadi faktor penyebab meningkatnya gula darah dan membuat diabetes lebih sulit ditangani.

Faktor lain yang berpengaruh

Penggunaan obat-obatan pada penderita diabetes juga memengaruhi kesehatan mulut, di antaranya infeksi yang dapat disebabkan jamur, seperti sariawan dan juga mulut menjadi lebih kering karena air liur yang sedikit. Mulut yang kering dapat menyebabkan gigi berlubang hingga bau mulut atau halitosis. Jika diperlukan, dokter gigi dapat meresepkan larutan oral yang dapat mengurangi gejala mulut kering.

Selain itu, penderita diabetes yang mempunyai kebiasaan buruk, seperti merokok juga berisiko lebih besar mengalami infeksi, dibandingkan penderita diabetes yang tidak merokok. Untuk itu jauhilah kebiasaan buruk ini.

Demi mencegah terjadinya komplikasi pada kesehatan gigi, para penderita penyakit diabetes harus menjaga dan mempertahankan  kadar gula darah agar selalu dalam batas normal, secara optimal. Selain itu, periksalah gula darah Anda secara teratur untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Selain itu, lakukan pemeriksaan secara teratur dengan dokter gigi untuk mengantisipasi jika ada tanda-tanda kerusakan pada gigi maupun gusi. Anda juga perlu menginformasikan kepada dokter gigi Anda mengenai kadar gula anda serta obat-obat yang  Anda konsumsi. Hal ini penting agar dokter gigi lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan. Jika Anda menggunakan gigi palsu, penting untuk selalu membersihkan gigi tiruan setiap hari.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi penderita penyakit diabetes. Selain itu, jagalah pola makan Anda agar selalu sehat dan seimbang. Anda juga perlu melakukan olahraga atau aktivitas fisik lainnya secara rutin agar gula darah dapat selalu terjaga dan stabil. Lakukan juga pemeriksaan kadar gula secara teratur sehingga Anda terhindar dari infeksi penyakit.

[HNS/ RVS]