Efektifkah Mengobati Luka di Kulit dengan Madu?

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 14 Nov 2018, 14:30 WIB
Sejak dahulu kala, madu telah digunakan untuk mengobati luka di kulit. Namun, apakah cara tersebut benar-benar efektif?
Efektifkah Mengobati Luka di Kulit dengan Madu? (Plateresca/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Madu merupakan zat yang dihasilkan oleh lebah dari nektar tumbuhan. Rasanya yang manis, membuat madu sering digunakan sebagai pemanis alami pada teh atau campuran bahan makanan lainnya. Namun selain itu, madu ternyata juga dapat digunakan untuk mengobati luka.

Faktanya, sejak ribuan tahun lalu madu memang telah digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi luka di kulit. Pemakaian madu untuk mengobati luka di kulit dilandasi oleh sejumlah faktor. Menurut para ahli madu memiliki kandungan gula yang tinggi, kadar air yang rendah, dan tingkat keasaman yang mampu mencegah pertumbuhan mikroba.

Madu untuk mengobati luka

Sebuah laporan tahun 2009 membandingkan 18 jenis madu dengan sampel madu Manuka kelas medis. Peneliti menemukan bahwa madu Manuka memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Ketiga sifat yang dimiliki itu membuat madu tersebut menjadi salah satu terapi perawatan luka yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2007.

Mengapa madu Manuka? Terkait ini, sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam Jurnal FASEB mengatakan bahwa lebah menambahkan protein antibakteri yang disebut defensin-1. Ketika madu Manuka dioleskan pada kulit atau luka terbuka, enzim yang disebut oksidase glukosa akan rusak. Hal itu menyebabkan proses pelepasan hidrogen peroksida, yang membantu menghilangkan aktivitas bakteri di bagian yang telah dioleskan.

Lebih dari itu, ada pula bukti yang menyebutkan bahwa madu Manuka memiliki bioaktifitas yang merangsang respons imun. Ini membuat madu tersebut mampu “mendorong” pertumbuhan jaringan untuk perbaikan luka, menekan peradangan, dan menyebabkan debridemen autolitik lebih cepat.

Serbuk sari yang dikumpulkan dari semak Manuka dan diubah menjadi madu juga telah dikenal efektif mengobati infeksi serius, mulai dari ruam kulit hingga kulit yang melepuh.

Tidak semua madu cocok untuk mengobati luka

Tidak semua jenis madu dapat memberikan manfaat, baik dalam hal merawat luka maupun perihal kesehatan lainnya. Misalnya, Anda sangat tidak dianjurkan untuk berurusan dengan madu yang berasal dari nektar tumbuhan jenis Rhododendron. Sebab madu jenis ini mengandung racun yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri dada, tekanan darah rendah, dan gangguan irama jantung.

Tak hanya itu, Anda juga wajib menghindari pemberian madu untuk dikonsumsi oleh anak di bawah usia satu tahun. Ini karena anak usia tersebut belum memiliki saluran cerna yang sempurna, sehingga konsumsi madu bisa menyebabkan terjadinya botulism.

Jika Anda memang ingin merasakan sendiri manfaat madu untuk merawat luka atau hal lainnya, pastikan produk madu yang digunakan telah terdaftar di BPOM. Perhatikan pula tanggal kedaluwarsa, dosis, dan catatan yang tertera di label kemasan. Apabila Anda ragu tentang itu semua, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter.

[NB/ RVS]