Hati-Hati, Ini Bahaya Kebiasaan Menggigit Kuku

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 20 Nov 2018, 07:00 WIB
Bagi sebagian orang, kebiasaan menggigit kuku mungkin susah untuk dihentikan. Padahal, hal ini menyimpan bahaya terhadap kesehatan.
Hati-Hati, Ini Bahaya Kebiasaan Menggigit Kuku (Fotyma/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda secara tidak sadar mulai menggigit kuku jari tangan saat merasa panik atau cemas? Ya, hal ini merupakan salah satu kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian orang. Jika dibiarkan, kebiasaan buruk ini dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Penyebab kebiasaan menggigit kuku

Perilaku yang dikenal dengan istilah medis onikofagia ini ternyata dapat memiliki dampak kesehatan tertentu bagi orang yang melakukannya. Menurut salah satu penelitian yang dipublikasikan di Iranian Journal of Medical Sciences, sekitar 20-45 persen anak-anak dan remaja memiliki kebiasaan menggigit kuku yang bervariasi sesuai dengan kelompok usia, negara, dan klasifikasi lainnya.

Penelitian tersebut juga mencantumkan bahwa masih terdapat kontroversi terkait penyebab dari kebiasaan buruk ini. Beberapa faktor yang diduga berperan adalah adanya gangguan perilaku dan kecemasan, namun tidak semua pakar menyepakati dugaan tersebut.

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa menggigit kuku umumnya dilakukan untuk membantu mengurangi ansietas dan stres. Namun, sebagian penelitian lainnya tidak menyetujui dan lebih memercayai bahwa menggigit kuku sering kali terjadi pada saat seseorang merasa bosan atau menghadapi kesulitan. Oleh sebab itu, faktor penyebab dari kebiasaan menggigit kuku hingga kini masih dalam tahap investigasi dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Bahaya yang mengintai dari menggigiti kuku

Salah satu dampak yang dapat terjadi dari kebiasaan buruk ini adalah kemungkinan adanya kerusakan atau infeksi pada kulit di sekitar kuku jari tangan. Selain itu, menggigit kuku juga dapat menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atau infeksi lainnya, karena memungkinkan persebaran kuman dari jari-jari tangan ke mulut. Hal ini terutama rentan terjadi apabila individu tersebut tidak cuci tangan dengan air dan sabun secara rutin.

Parahnya lagi, menggigit kuku juga berpotensi menyebabkan gangguan mulut, seperti kerusakan pada alveolar, cedera pada gusi, gangguan temporomandibular (sendi pada rahang), dan sebagainya. Infeksi dan kerusakan pada akar gigi juga dapat terjadi apabila kebiasaan tersebut sering dilakukan.

Tips menghentikan kebiasaan menggigit kuku

Walaupun terkesan sederhana dan mudah dihentikan, banyak orang yang mengalami kesulitan untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku. Namun, bukan berarti kebiasaan ini tak bisa dihentikan.

Individu yang memiliki masalah sering menggigit kuku dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional untuk mendiskusikan solusi yang terbaik. Beberapa hal yang dapat diterapkan adalah:

  • Menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan kebiasaan menggigit kuku, seperti situasi yang membuat tertekan dan memicu kecemasan atau stres.
  • Memastikan agar tubuh terus bergerak aktif untuk mengendalikan munculnya rasa cemas dan stres.
  • Merawat kuku secara rutin dan memotongnya saat mulai panjang.
  • Menggunakan tangan dan mulut untuk melakukan aktivitas lainnya, misalnya mengunyah permen karet atau bermain alat musik.
  • Mengaplikasikan zat yang pahit pada kuku untuk mencegah menggigit kuku.

Menggigit kuku atau onikofagia merupakan salah satu kebiasaan yang cukup sering dilakukan oleh sebagian orang. Untuk mencegahnya, cobalah berbagai tips di atas, agar kemungkinan timbulnya berbagai masalah kesehatan akibat kebiasaan buruk ini dapat diminimalkan.

[NP/ RVS]