Pencernaan Bermasalah Akibat Stres? Lakukan 4 Langkah Ini

Oleh Ayu Maharani pada 20 Nov 2018, 13:00 WIB
Selain akibat bakteri atau makanan yang terlampau pedas, pencernaan juga bisa bermasalah karena stres. Intip cara mengatasinya berikut ini.
Pencernaan Bermasalah Akibat Stres? Lakukan 4 Langkah Ini (Maroke/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tekanan yang dialami sehari-hari tak jarang membuat kita stres. Mulai dari urusan pekerjaan, keluarga, hingga ekonomi, kerap kali membebani pikiran yang berujung pada stres. Tak hanya bikin kepala Anda sakit, tekanan-tekanan tersebut juga bisa memengaruhi pencernaan!

Tak percaya? Coba Anda ingat-ingat lagi. Saat Anda cemas, terkadang perut suka melilit, bukan? Atau saat Anda sedang mengejar deadline, tak jarang asam lambung naik hingga bikin Anda sering bersendawa.

Pengaruh stres terhadap sistem pencernaan

Dilansir Healthline, stres jangka pendek dapat menyebabkan Anda kehilangan nafsu makan dan proses pencernaan melambat. Jika stres Anda berlangsung lebih lama, hal itu dapat memicu masalah gastrointestinal (GI). Misalnya konstipasi, diare, dan sakit perut.

Lalu, bagaimana jika Anda telanjur mengalami stres kronis dalam jangka panjang? Bisa jadi, Anda akan mengalami sindrom iritasi usus yang cukup parah. Oleh karena itu, Anda dapat menerapkan empat kiat di bawah ini agar kondisi pencernaan tidak makin buruk akibat stres.

  1. Lakukan yoga

Saat Anda mengalami stres dan pencernaan terganggu, sebaiknya jangan langsung banyak mengonsumsi obat sakit perut. Sebab, inti permasalahan sebenarnya adalah stres, bukan organ pencernaan Anda. Jadi perbaikilah kondisi pencernaan dan stres dengan cara melakukan olahraga yang dapat menenangkan tubuh, seperti yoga.

Olahraga yoga bisa membantu orang dengan gangguan makan untuk melihat tubuh sebagai aset terbaik yang mereka miliki. Dengan begitu, keinginan mereka untuk makan secara teratur dan menyantap makanan bergizi hadir kembali dan nafsu makan meningkat lagi. Sementara itu, mengambil kelas yoga sebagai terapi 9 minggu selama 2,5 jam per minggu, dapat menurunkan perasaan cemas dan stres hingga tekanan pada kepala dan perut bisa berkurang.

  1. Lakukan meditasi

Meski diajarkan juga di yoga, teknik pernapasan pada olahraga meditasi akan jauh lebih menenangkan ketimbang yoga. Sebab, meditasi tidak melakukan banyak gerakan dan benar-benar terfokus pada napas dan pikiran. Jadi sebelum makan, cobalah duduk tegak (tetapi tidak tegang), lalu tariklah napas dalam sebanyak 2 – 4 kali.

Saat menarik napas dalam, tarik napas selama 4 hitungan, tahan selama 4 hitungan, lalu buang napas selama 4 hitungan juga. Lakukanlah meditasi setiap kali Anda duduk untuk menikmati makanan supaya tubuh lebih rileks dan sistem pencernaan lebih siap untuk mencerna makanan yang Anda konsumsi.

  1. Konsumsi prebiotik dan probiotik

Setelah menghilangkan tekanan psikis lewat yoga dan meditasi, kini Anda harus memperbaiki fungsi pencernaan itu sendiri, yaitu dengan mengonsumsi prebiotik dan probiotik. Pasalnya, prebiotik dan probiotik dapat mengubah susunan bakteri dalam mikrobioma usus untuk menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri baik dalam menyehatkan pencernaan.

Nah, daripada Anda stres lalu minum banyak alkohol yang dapat membuat pencernaan makin buruk, lebih baik minum yoghurt atau makan tempe, asparagus, pisang, dan bawang putih.

  1. Hentikan kebiasaan merokok

Dikutip dari Healthline, selain bisa menyebabkan penyakit jantung dan pernapasan, merokok juga bisa memicu permasalahan saluran cerna, seperti tukak lambung. Meski di dalam film biasanya stres identik dengan merokok, sebaiknya jangan ditiru, ya. Sebab, bukannya Anda kelihatan keren, sebaliknya pencernaan malah makin terganggu!

Oleh sebab itu, pintar-pintarlah dalam menentukan prioritas agar beban Anda tidak terlalu banyak hingga menimbulkan stres dan gangguan pencernaan. Jika sudah telanjur, lakukanlah empat cara di atas untuk meredakan gangguan pencernaan akibat stres yang tertimbun. Jangan lupa untuk konsultasikan kondisi Anda kepada dokter apabila masalah pencernaan Anda tidak kunjung membaik, meski beban pikiran sudah berkurang. Sebab, bisa saja ada faktor kesehatan lain yang mengintai Anda.

[HNS/ RVS]