Efektifkah Musik untuk Atasi Gangguan Tidur?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 21 Nov 2018, 10:45 WIB
Musik mampu memengaruhi emosi, minat, dan mood seseorang. Bahkan, mendengarkan musik disebut bisa mengatasi gangguan tidur.
Efektifkah Musik untuk Atasi Gangguan Tidur? (Fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kehadiran musik bisa berarti banyak bagi seseorang. Rangkaian nada dalam musik dipercaya tak hanya memberikan hiburan bagi pendengarnya, tapi juga menciptakan efek kesehatan yang signifikan. Faktanya, musik mampu memengaruhi emosi, minat, dan mood seseorang. Selain itu, musik juga kerap dikaitkan dengan kemampuannya mengatasi gangguan tidur. Sejumlah penelitian dilakukan untuk mengkaji dan membuktikan secara ilmiah hubungan musik dengan upaya mengatasi gangguan tidur.

Bahkan dalam sejumlah kondisi, kehadiran musik dapat membantu menekan depresi. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Ohio State University misalnya, mendengarkan musik favorit dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien-pasien yang dirawat di ICU hingga sepertiga.

Terkait hal itu, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter menambahkan, “Mendengarkan musik favorit selama 30 menit sehari dapat meningkatkan kualitas pembuluh darah pada pasien penyakit jantung berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di European Society of Cardiology Congress tahun 2013. Mendengarkan musik dapat meningkatkan produksi nitrit oksida, yaitu gas yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah.”

Fakta tentang musik dan gangguan tidur

Salah satu penelitian mengungkap bahwa banyak orang menggunakan musik untuk melawan gangguan tidur. Demi mendapatkan data tersebut, Tabitha Trahan dan rekan peneliti lain dari Universitas Sheffield, Inggris, mengeksplorasi penggunaan musik sebagai bantuan tidur lewat survei online.

Lewat serangkaian indikator penelitian, survei online ini menghasilkan kebiasaan tidur dan musik sebagai sesuatu yang berkaitan dan saling menguntungkan. Kendati demikian, butuh bukti lebih banyak demi menguatkan hal tersebut.

Menurut survei, lebih dari 60 persen dari 651 peserta melaporkan bahwa mereka mendengarkan musik untuk tertidur. Mereka menyebutkan 14 aliran musik yang terdiri dari 545 seniman.

Orang-orang yang tidak mengalami gangguan tidur juga mengatakan bahwa mereka menggunakan musik untuk meningkatkan kualitas istirahatnya. Hasil juga menunjukkan bahwa orang yang lebih muda lebih cenderung menggunakan musik sebagai alat bantu tidur.

Para peserta percaya bahwa musik menstimulasi tidur dan membantu menghilangkan rangsangan internal dan eksternal. Meskipun begitu, penelitian ini tidak menarik kesimpulan tentang efek fisiologis dan psikologis musik karena bergantung pada individu masing-masing.

Survei ini juga mengungkapkan beberapa khasiat lain dari mendengarkan musik. Yaitu, efek positifnya pada pendengaran, gairah untuk musik, dan mengatasi gangguan mental.

Selain musik, berdasarkan anjuran dr. Vito A. Damay dari KlikDokter, Anda dapat melakukan hal-hal di bawah ini untuk mengatasi gangguan tidur.

  • Persiapkan diri

Agar tidur lebih berkualitas, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk tidur. Ini berarti ketika masuk waktu tidur, Anda harus membatasi segala aktivitas, termasuk mematikan segala macam alat elektronik yang Anda pakai, terutama gawai.

  • Minum segelas susu hangat

Segelas susu hangat sebelum tidur dapat membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Tapi ingatlah untuk memilih susu tanpa lemak dan gula.

  • Kondisikan diri dan kamar tidur

Pastikan Anda menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman untuk tidur. Matikan lampu atau buatlah suasana kamar tidur Anda lebih teduh. Usahakan suhu ruangan sejuk atau tidak terlalu panas, agar Anda bisa tidur senyaman mungkin.

  • Hindari beberapa makanan atau minuman

Pastikan Anda tidak mengonsumsi makanan berat, kopi, atau teh sebelum tidur. Jika memungkinkan, sebaiknya hindari juga berolahraga di malam hari.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur, tidak ada salahnya jika malam ini Anda memutar musik sebagai pengantar istirahat Anda. Pilihlah musik berirama lembut yang bisa membangun rasa nyaman Anda sebelum tidur. Namun, jika gangguan tidur terus terjadi, segera konsultasikan pada dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

[HNS/ RVS]