Awas, Rumah Bisa Jadi Penyebab Gangguan Kecemasan!

Oleh Ayu Maharani pada 22 Nov 2018, 17:00 WIB
Tak cuma berasal dari lingkungan sekitar, gangguan kecemasan rupanya juga bisa dipicu dari dalam rumah Anda sendiri.
Awas, Rumah Bisa Jadi Penyebab Gangguan Kecemasan! (favorita1987/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rumah identik dengan suatu yang damai dan membahagiakan, karena merupakan tempat melepas lelah dan berkumpulnya orang-orang tercinta. Lantas, bagaimana jika rumah yang ditinggali justru menjadi sumber dari gangguan kecemasan yang kerap Anda alami? Apakah tempat tersebut masih bisa disebut “rumah” jika justru membawa ketidaknyamanan pada diri Anda?

Dilansir dari Reader’s Digest, rumah memang terkadang bisa menjadi sumber stres. Hal itu bisa saja terjadi akibat interior rumah yang buruk, kualitas udara dan air yang kurang terjaga, pencahayaan yang tidak tepat, atau tidak tersedianya ruang terbuka hijau.

Memang benar adanya bahwa lingkungan sekitar tak cuma memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Reaksi yang dihasilkan oleh otak Anda pun sangat bergantung dari warna, tekstur, serta pola yang ada di dalam rumah.

Sebagai contoh, jika Anda memasuki ruangan yang berwarna cerah dengan suara yang bising, tubuh akan lebih banyak mengeluarkan hormon adrenalin sehingga membuat Anda lebih “terjaga”. Bayangkan jika Anda sudah sibuk seharian di luar dan ingin merasakan ketenangan, tetapi rumah didesain terlalu “ceria”. Hal itu justru membuat Anda tidak bisa merasa relaks sepenuhnya, bukan?

Lalu, bagaimana caranya agar rumah tidak menjadi pencetus gangguan kecemasan dan justru bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental?

  • Sesuaikan warna cat dengan kebutuhan Anda

Jangan mengecat seluruh ruangan dengan warna yang terlalu gelap atau terlalu cerah. Jadi, jika Anda ingin memberikan warna yang berbeda, pilihlah untuk mengaplikasikannya hanya di ruangan tertentu saja.

Contohnya, ruang bermain anak bisa dicat warna-warna hangat dan cerita. Sedangkan kamar tidur utama dicat dengan warna “lembut” agar Anda merasa lebih relaks dan mudah untuk beristirahat ketika berada di dalamnya.

  • Pastikan ada jendela dan ventilasi udara yang baik

Hal ini bertujuan agar sirkulasi udara berlangsung dengan baik, sehingga ruangan tidak terasa pengap. Saat siang, Anda juga bisa membuka tirai dan mendapatkan langsung pencahayaan dari matahari agar bisa hemat listrik.

  • Kelola ruang kosong dengan baik

Daripada menjadikannya gudang, jika ada ruangan yang tersisa di rumah, akan lebih baik bila ruangan tersebut Anda sulap sebagai ruang hobi. Ruang sisa tersebut juga bisa Anda jadikan perpustakaan mini, ruang karaoke, atau ruang nonton film yang bisa Anda masuki selagi senggang dan suntuk.

  • Sediakan ruang untuk tanaman

Meski rumah tidak luas, bukan berarti Anda tak bisa memberikan sedikit ruang untuk tanaman. Lagipula banyak jenis tanaman hijau yang bisa Anda pelihara untuk meningkatkan kadar oksigen dan menghalau efek radiasi di dalam rumah. Karenanya, jika Anda punya halaman, jangan lupa menjadikannya taman yang indah, ya!

  • Letakkan di tempatnya

Hindari menyimpan barang-barang yang sudah tidak diperlukan. Letakkan pula barang-barang kecil di rak penyimpanan, untuk menghindari kesemrawutan yang bikin Anda stres.

  • Pilih warna ubin yang cerah

Ubin berwarna gelap dapat memberikan efek ruangan yang lebih kecil ketimbang ukurang aslinya. Maka itu, pilihlah ubin yang berwarna cerah.

Jika memungkinkan, tinggikan langit-langit rumah Anda supaya bisa memberikan efek lega dan membantu mengurangi gejala sesak napas yang biasanya terjadi ketika berada di ruangan yang sempit.

Rumah adalah tempat di mana Anda bisa melepaskan penat dan bercengkerama dengan keluarga. Jangan sampai gangguan kecemasan datang dari dalam rumah sendiri. Jadikanlah rumah sebagai tempat yang nyaman untuk melepas penat dan berbagi kasih dengan keluarga, agar kondisi fisik maupun mental Anda selalu terjaga.

[NB/ RVS]