Cegah Penyakit di Musim Pancaroba dengan Cara Ini

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 23 Nov 2018, 09:30 WIB
Tahukah Anda, ada ancaman penyakit seiring dengan datangnya musim pancaroba? Temukan di sini tips agar tubuh tak mudah sakit di musim peralihan ini.
Cegah Penyakit di Musim Pancaroba dengan Cara Ini (Nampix/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Musim pancaroba biasanya terjadi pada saat peralihan musim kemarau ke penghujan maupun sebaliknya. Biasanya, perubahan musim ini akan ditandai dengan angin yang cukup kencang, debu bertambah banyak, hujan yang tak menentu, hingga cuaca tiba-tiba terik. Nah, biasanya musim pancaroba juga datang dengan penyakit yang dapat mengancam kesehatan Anda dan keluarga.

Musim pancaroba identik dengan musim sakit. Tak jarang baik anak-anak dan orang dewasa mudah jatuh sakit saat pergantian cuaca ini. Seseorang bisa sakit pada musim ini dikarenakan adanya perubahan tekanan, komposisi, serta suhu udara. Dari suhu udara yang secara cepat menjadi lembap atau dingin menjadikan perkembangan virus dan bakteri juga lebih cepat.

Penyakit yang rentan menjangkit pada musim pancaroba

Ada beberapa penyakit yang menjadi “langganan” tiap musim pancaroba datang, yaitu:

  1. Infeksi saluran napas akut (ISPA)

Mungkin Anda tak begitu familiar dengan ISPA, tetapi salah satu jenis ISPA yang pasti Anda ketahui adalah common cold (dikenal juga sebagai pilek atau flu). Kondisi ini bisa menyerang baik orang dewasa maupun anak-anak.

Umumnya, gejala ISPA adalah demam, badan meriang, nyeri tenggorokan, batuk, dan pilek. ISPA sendiri biasanya terjadi akibat infeksi virus dan dapat sembuh dengan cepat asalkan Anda beristirahat dengan cukup dan meningkatkan daya tahan tubuh.

  1. Demam berdarah dengue (DBD)

DBD disebabkan oleh virus dengue. Penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Bisa dibilang, musim pancaroba adalah musimnya nyamuk ini berkembang dengan cepat. Banyaknya genangan-genangan air menjadi tempat nyamuk-nyamuk berkembang biak.

Anda harus waspada jika Anda, anak, atau anggota keluarga lainnya mengalami demam mendadak disertai dengan sakit kepala yang dirasakan hingga ke belakang bola mata, badan terasa lemah, mual dan muntah, dan terjadi perdarahan spontan. Bisa jadi itu semua adalah gejala  dari DBD.

Sebagai pertolongan pertama, berikan obat penurun demam terlebih dahulu dan kompres hangat di lipatan tubuh seperti ketiak dan lipatan paha. Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sekaligus untuk membantu menurunkan demam.

  1. Alergi dan asma

Perubahan cuaca dari panas menjadi dingin atau sebaliknya, dapat menyebabkan Anda dan keluarga mengalami kambuhnya asma dan alergi (baik alergi dingin atau alergi debu).

Biasanya, orang yang memiliki riwayat alergi dan asma saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki dua kondisi tersebut. Selain sesak dan batuk, gejala lainnya adalah timbulnya bersin-bersin hingga pilek.

Untuk mencegah kambuhnya alergi dan asma, Anda dianjurkan untuk memakai masker saat berada di luar ruangan agar terhindar dari debu yang beterbangan. Bagi para penderita asma, jangan lupa untuk mengontrol asma dengan obat pengontrol asma (controller).

  1. Diare

Meskipun diare bisa terjadi kapan saja, tapi kondisi ini cukup sering terjadi pada musim pacaroba. Terkadang virus dan bakteri membawa angin dan melekat pada makanan yang Anda dan keluarga santap. Makan yang tidak terjamin kebersihannya inilah yang bisa menimbulkan diare.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri serta apa yang dikonsumsi sangat penting. Tanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan tidak jajan sembarangan, terlebih dari tempat yang tidak bersih. Usahakan untuk selalu membawakannya bekal atau menyediakan camilan sehat di rumah agar ia tak jajan di sembarang tempat.

1 of 2

Tips menjaga kesehatan diri Anda dan keluarga pada musim pancaroba

Untuk melindungi Anda dan anak dari berbagai penyakit saat musim ini menyelimuti, lakukanlah langkah-langkah di bawah ini:

  1. Jaga kebersihan diri dan lingkungan

Salah satu langkah awal untuk menangkal ancaman penyakit adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Biasakan untuk mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan sesudah berpergian. Ajari pula anak untuk melakukan hal yang sama agar ia terbiasa menjaga kebersihan sejak dini.

Jagalah kebersihan lingkungan. Hindari membiarkan sampah berserakan di halaman rumah, membersihkan benda-benda yang sering disentuh, atau memastikan tak ada genangan di rumah yang bisa jadi sarang nyamuk.

Jangan lupa prinsip 3M: menguras bak mandi, menutup tempat penyimpanan air, dan mengubur barang yang tak terpakai untuk menghindari DBD.

  1. Tingkatkan daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat diperlukan untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh. Yuk, tingkatkan daya tahan tubuh Anda dan keluarga lewat konsumsi makanan yang bergizi.

Jika perlu, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C demi menyokong daya tahan tubuh. Untuk anak, Anda juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisinya dengan suplementasi multivitamin yang dapat membantu memelihara kesehatannya. Namun, sebelumnya konsultasikan dulu hal ini dengan dokter.

Ajak anak dan anggota keluarga lainnya untuk berolahraga secara rutin setiap hari. Olahraga dapat mengaktifkan kerja sel imun sehingga Anda dan keluarga tetap sehat dan fit.

  1. Perbanyak konsumsi air putih

Upayakan untuk terus menjaga kestabilan cairan dalam tubuh dengan memenuhi asupan air putih. Selain untuk mencegah dehidrasi, air putih dapat membantu membuang sisa metabolisme tubuh menjadi tinja atau keringat. Setidaknya minumlah delapan gelas air putih (2 liter) per hari.

  1. Selalu sedia payung sebelum hujan

Karena cuaca beberapa waktu belakangan cenderung didominasi mendung dan hujan bisa tumpah kapan saja, tak ada salahnya untuk selalu menyediakan payung atau jas hujan di tas Anda dan anak agar nantinya tak kehujanan dan basah kuyup. Bekali juga anak dengan sweter atau jaket agar ia tak kedinginan.

  1. Istirahat yang cukup

Ketika sedang sibuk, kadang Anda lupa untuk beristirahat. Tanpa disadari, tiba-tiba saja badan lemas dan merasa tak enak badan. Ini merupakan tanda dari melemahnya sistem imun.

Saat tidur, sel-sel imun di dalam tubuh beregenerasi dan bekerja melawan virus ataupun bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Jika Anda kurang beristirahat, begitu juga dengan anak, maka sel-sel imun di dalam tubuh tak akan mampu bekerja secara maksimal.

Musim pancaroba datang bersama berbagai penyakit yang dapat mengancam kesehatan Anda dan keluarga. Namun, bukan berarti tak bisa dihindari. Utamakan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang atau ditambah dengan suplemen yang dianjurkan oleh dokter, olahraga secara teratur, istirahat cukup, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Jangan lupa untuk lengkapi kebutuhan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh. Anda bisa pilih vitamin C 1000 mg dengan bioflavonoid yang membantu penyerapan vitamin C, serta dilapisi askorbat sehingga aman untuk lambung. Jika semua dilakukan, niscaya kesehatan Anda dan keluarga akan senantiasa terlindungi!

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓