Kenali Perbedaan Kondisi Tremor dan Kejang

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 23 Nov 2018, 11:00 WIB
Meski terlihat mirip, tremor dan kejang memiliki gejalanya masing-masing. Kenali perbedaannya berikut ini.
Kenali Perbedaan Kondisi Tremor dan Kejang (Astrid Gast/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gejala tremor dan kejang sepintas terkesan serupa, karena sama-sama menyebabkan pergerakan tubuh yang tidak disadari dan tidak terkontrol. Meski demikian, keduanya merupakan penyakit yang berbeda.

Tremor merupakan penyakit gangguan gerak yang terjadi dalam keadaan sadar, ditandai dengan peningkatan bergetarnya bagian tubuh seiring dengan pertambahan usia. Kondisi ini lebih banyak di derita oleh wanita. Dari jenisnya, tremor, terbagi menjadi:

  1. Resting tremor

Jenis tremor ini terjadi saat otot-otot sedang mengalami relaksasi atau istirahat. Pada tremor ini, getaran anggota tubuh, khususnya tangan atau kaki, lebih terasa saat istirahat.

  1. Action tremor

Tremor yang terlihat saat otot berkontraksi dan bergerak, misalnya saat seseorang sedang berjalan, ketidakseimbangan tubuh akibat tremor baru terlihat.

Selain jenis tremor di atas, terdapat jenis tremor lain yang dikategorikan berdasarkan penyebabnya.

  1. Tremor esensial

Jenis tremor ini tidak diketahui dengan jelas penyebabnya, namun diketahui bahwa faktor genetik turut berperan dalam terjadinya tremor esensial. Diketahui bahwa pada sekitar 50-70 persen kasus tremor esensial terdapat anggota keluarga yang mengalaminya juga. Gejala tremor esensial dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat emosi, stres, kelelahan, serta mengonsumsi kafein dan rokok secara berlebihan.

  1. Tremor Parkinson

Disebabkan oleh penyakit Parkinson, tremor ini terjadi pada saat penderita istirahat dan gejalanya berkurang setelah ada pergerakan.

  1. Tremor serebelum

Jenis tremor ini terjadi karena adanya kerusakan otak kecil yang diakibatkan oleh penyakit stroke, tumor, penyakit multiple sclerosis dan bisa juga terjadi pada orang yang memiliki ketergantungan obat dalam jangka panjang.

  1. Tremor psikogenik

Tremor ini timbul karena gangguan psikologis, sehingga dapat terjadi secara tiba–tiba, dan lokasi area tubuh yang bergetar pun bisa berubah-ubah.

  1. Tremor fisiologis

Terjadi karena tubuh bereaksi akibat pengaruh obat tertentu, kadar gula darah yang rendah atau adanya gangguan kelenjar tiroid. Tremor jenis ini bisa disembuhkan seiring hilangnya apa yang menjadi penyebab dasarnya.

Apabila Anda mengalami gejala tremor seperti di atas secara tiba-tiba atau kondisi tremor Anda semakin memburuk dan mulai mengganggu aktivitas harian Anda., segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

1 of 3

Kejang  yang mengganggu aktivitas

Berbeda dengan tremor, kejang merupakan perubahan kondisi tubuh yang terjadi akibat aktivitas listrik pada otak yang tidak normal. Kejang secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Kejang Umum

Jenis kejang ini ditandai dengan seluruh bagian otak mengalami gangguan aktivitas listrik dari awal hingga akhir kejang dan penderita tidak sadarkan diri. Kejang umum diklasifikasikan menjadi: 

  • Kejang tonik klonik: pada kejang ini, tubuh penderita kaku sedangkan ekstremitas atas dan bawah berkontraksi terus-menerus.
  • Kejang absans: penderitanya terlihat seperti hanya melamun selama beberapa saat. Namun sebenarnya saat melamun, penderita kejang tersebut tidak sadarkan diri.
  • Kejang mioklonik: kejang yang terjadi berupa kedutan otot di bagian tubuh tertentu, namun penderita kejang tidak sadar saat mengalaminya.
  • Kejang atonik: kejang ditandai dengan penderita tidak sadar dan sekujur tubuhnya mendadak lunglai.

2. Kejang Fokal

Kejang fokal diawali dengan hanya bagian otak tertentu yang mengalami gangguan aktivitas listrik namun penderita masih sadar. Contohnya mulut tiba-tiba mengecap, tangan bergerak-gerak sendiri, dan sebagainya. Kejang fokal biasanya berlangsung dalam waktu kurang dari 2 menit. Dilihat dari penyebabnya kejang dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti:

  • Epilepsi dengan gejala kejang tanpa demam
  • Kejang demam, yakni kejang yang terjadi pada anak berusia 6 bulan - 6 tahun, yang hanya muncul saat demam
  • Kadar gula darah yang terlalu rendah
  • Stroke atau cedera kepala
  • Cacat bawaan
  • Infeksi selaput otak (meningitis) atau infeksi otak (ensefalitis)
  • Tumor otak
  • Eklamsia, yakni kejang yang terjadi pada ibu hamil dengan tekanan darah tinggi.
2 of 3

Jadi, apa bedanya antara tremor dan kejang?

Jika dilihat kondisi saat gejala muncul, kejang akan lebih terlihat menakutkan dibandingkan tremor, terutama jika terjadi kejang umum, dimana penderita tidak sadarkan diri.

Saat di hadapan Anda ada seseorang yang mengalami kejang, sebenarnya Anda bisa melakukan pertolongan pertama. Berikut ini adalah tindakan yang bisa Anda lakukan:

  1. Jangan panik.
  2. Lindungi penderita kejang dari bahaya dengan cara membaringkannya di lantai. Jika perlu, posisi tubuh penderita dimiringkan dan jauhkan dari objek-objek yang dapat membuat penderita terbentur.
  3. Tidak perlu memegangi dan berusaha meredam gerakan tubuh penderita yang mengalami kejang.
  4. Jangan memasukkan benda apapun (sendok, jari, dan sebagainya) ke dalam mulut orang yang sedang kejang.
  5. Segera hubungi rumah sakit terdekat, atau ambulans gawat darurat di kota Anda.
  6. Bila ini bukan kejang pertama, umumnya penderitanya sudah mempunyai persediaan obat antikejang. Bila ada, obat ini dapat dimasukkan ke dalam anus saat kejang.

Walaupun secara gejala terlihat serupa, tremor dan kejang amatlah berbeda. Agar dapat lebih waspada dan menangani kedua gejala ini saat muncul, edukasi diri Anda dengan berbagai informasi penting di atas seputar perbedaan antara tremor dan kejang.

Bila Anda, teman, atau kerabat ada yang mengalami tremor atau kejang dan gejala yang muncul tak kunjung mereda, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan terpercaya.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓