Benarkah Olahraga Berlebihan Picu Gangguan Mental?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 24 Nov 2018, 12:00 WIB
Olahraga berlebihan dan tidak sesuai porsinya konon dapat memicu gangguan mental. Benarkah demikian?
Benarkah Olahraga Berlebihan Picu Gangguan Mental? (Nestor Rizhniak/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga memang berdampak sangat baik pada kebugaran tubuh. Tapi, hati-hati kalau Anda sudah tergolong “kelebihan” olahraga. Bukan malah sehat, Anda bisa jadi akan terkena gangguan mental. Tidak percaya?

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, rutin berolahraga memang menyehatkan. Tapi semua aktivitas yang dilakukan berlebihan tidaklah baik untuk tubuh. Menurutnya, beberapa orang yang melakukan olahraga demi menurunkan berat badan, cenderung melakukan olahraga dalam frekuensi dan durasi yang berlebihan agar tujuannya tercapai. Padahal seharusnya, olahraga perlu dilakukan dalam porsi yang tepat, dan tidak berlebihan.

Lebih lanjut, dr. Vita memberikan contoh kasus bahwa olahraga dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan gangguan di saluran pencernaan karena sel-sel di dinding tersebut mudah rusak. Tak pelak, olahraga berlebihan juga bisa picu gangguan mental.

Dampak olahraga berlebihan

Dilansir dari US News, peneliti dari Universitas Yale melihat data yang bersumber dari 1,2 juta penduduk Amerika Serikat. Mereka mencari tahu seberapa banyak dan jenis olahraga apa yang paling baik untuk kesehatan mental.

Penelitian yang dipublikasikan di The Lancet, menyimpulkan bahwa latihan fisik secara signifikan dan seimbang dapat meningkatkan kesehatan mental. Sebaliknya, olahraga berlebihan malah membuat kondisi mental jadi lebih buruk.

Partisipan yang berolahraga sekitar 30-60 menit selama 3-5 kali per minggu, mendapat manfaat yang besar. Mereka yang olahraga tak lebih dari 90 menit setiap hari juga terlihat meningkatkan kesehatan mental, meskipun tidak terlalu signifikan.

Akan tetapi, partisipan yang berolahraga selama lebih dari 90 menit sehari atau lebih dari 23 kali sebulan, menunjukkan hasil yang mengejutkan. Mereka terlihat memiliki kesehatan mental lebih buruk, bahkan dibandingkan dengan yang tidak berolahraga sama sekali.

Hasil penelitian menggambarkan bahwa orang yang olahraga berlebihan melakukannya atas dasar perilaku obsesif dan kondisi psikologis yang tidak baik. Selain itu, olahraga yang berlebihan dapat menyebabkan stres fisik, gangguan emosional, kelelahan, hingga peradangan. Semua ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.

Anjuran olahraga sesuai porsi yang tepat

Untuk menghindari gangguan mental, Anda harus menetapkan tujuan dan porsi yang tepat dalam berolahraga. Berdasarkan penjelasan dr. Nabila Viera Yonita dari KlikDokter, ciri-ciri olahraga sehat seharusnya adalah sebagai berikut.

  • Olahraga merupakan bagian dari rutinitas mingguan Anda.
  • Olahraga Anda membantu meringankan stres.
  • Anda hanya merasa sedikit kesal jika tidak jadi olahraga akibat hal lain.
  • Anda dapat menerima bahwa istirahat dan time out dari olahraga terkadang dibutuhkan.

“Aktivitas fisik derajat sedang 30 menit per hari cukup untuk mencegah diabetes, kadar kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi. Beberapa orang dengan adiksi olahraga berpikir bahwa lari selama 2 jam membuat mereka empat kali lipat lebih sehat. Tapi hal tersebut tidak benar,” kata dr. Nabila menambahkan.

Segala sesuatu yang dilakukan berlebihan tidaklah baik, termasuk dalam olahraga. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan porsi latihan yang tepat agar tujuan Anda mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal tercapai.

Olahraga berlebihan hanya akan memicu cedera, kelelahan berlebih, gangguan mental, hingga kerusakan fisik secara jangka panjang. Konsultasikan pada ahlinya agar Anda dapat menjalani olahraga dengan porsi yang tepat, agar gangguan mental tidak menghampiri Anda.

[HNS/ RVS]