6 Cara Mengenalkan Finger Food pada Bayi Anda
searchtext customer service

Cara Tepat Memberikan Finger Food untuk Bayi

Pemberian finger food pada bayi dapat membantunya makan. Yuk, simak cara mengenalkan dan mengajari finger food pada bayi Anda di sini.
Cara Tepat Memberikan Finger Food untuk Bayi

Klikdokter.com, Jakarta Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada si kecil adalah hal yang susah-susah gampang. Pasalnya, selain ASI, si kecil harus dikenalkan dengan makanan yang bervariasi guna memenuhi kebutuhan gizinya sehari-hari. 

Salah satu bentuk MPASI adalah finger food, yaitu makanan yang dibentuk menjadi seukuran jari sehingga mudah digenggam dan dikonsumsi si kecil secara mandiri. Finger food dapat diberikan berbarengan dengan pure (makanan lunak) atau dijadikan sebagai camilan.

Selain bantu penuhi kebutuhan gizi, finger food untuk bayi juga dipercaya bermanfaat untuk melatih motorik halus, mengasah koordinasi, mengenalkan tekstur dan warna makanan, hingga mengasah kemampuan si kecil untuk makan secara mandiri. 

Artikel Lainnya: Bunda, Ini Tips Menyiapkan MPASI Alpukat untuk Bayi!

Nah, agar manfaat tersebut bisa dirasakan dengan lebih optimal, berikut ini panduan yang bisa Anda ikuti dalam memberikan finger food untuk bayi:

1 dari 4

1. Perhatikan Tanda Kesiapan Bayi

Perhatikan Tanda Kesiapan Bayi
loading

Pemberian MPASI dalam bentuk apa pun perlu disesuaikan dengan tanda kesiapan bayi. Hal ini merupakan salah satu syarat pemberian MPASI, termasuk finger food untuk bayi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi umumnya sudah menunjukan tanda siap menerima makanan pendamping pada usia 6 bulan. 

Beberapa tanda-tanda kesiapan bayi menerima MPASI, seperti kepalanya mampu tegak dan duduk dengan bantuan, refleks menjulurkan lidah berkurang, tertarik melihat orang makan, dan mencoba meraih atau membuka mulut jika disodori makanan.

2. Menjaga Kebersihan

Menjaga kebersihan adalah hal yang harus diperhatikan dalam memberikan finger food untuk bayi. 

Finger food akan digenggam dan dimasukkan ke mulut si kecil secara langsung. Tentunya, higienitas mesti diperhatikan agar tidak malah menyebabkan masalah kesehatan.

Cuci finger food terlebih dahulu sebelum diolah kemudian potong menggunakan pisau maupun tatakan yang bersih. Jangan gunakan alat yang telah digunakan untuk bahan makanan lain. Jangan lupa, bersihkan tangan si kecil sebelum maupun sesudah makan.

2 dari 4

3. Pilih Makanan Sesuai Kemampuan Bayi

Pilih Makanan Sesuai Kemampuan Bayi
loading

Setiap bayi memiliki kemampuan makan yang berbeda-beda. Maka dari itu, pilihlah finger food sesuai kemampuan si kecil. 

Finger food untuk bayi usia di bawah 8 bulan sebaiknya yang bertekstur lumer di mulut tanpa perlu dikunyah berlebihan, seperti alpukat, tahu rebus, keju, pisang, dan sebagainya.

Sedangkan bayi yang berusia 9 bulan atau lebih dapat diberikan finger food yang semi padat, seperti mangga, melon, biskuit bayi, ayam rebus, telur rebus, dan sebagainya. 

Makanan yang keras seperti sayur dan buah dapat direbus atau dikukus terlebih dahulu agar teksturnya lebih lembut. 

Artikel Lainnya: Ketahui Fakta Tentang Metode MPASI Baby-Led Weaning

4. Hindari Makanan Ini

Anda harus berhati-hati dalam memilih makanan untuk si kecil. Pemberian jenis makanan yang tidak sesuai dengan kemampuannya dapat meningkatkan risiko tersedak. Hal itu dapat berujung kematian.

Hindari memberikan makanan yang terlalu keras dan kecil (kacang, kismis, popcorn), berbentuk bulat penuh, kenyal dan licin (bakso, anggur, tomat ceri), mengandung duri, tulang, atau biji.

3 dari 4

5. Posisikan Bayi Duduk Tegak

Posisikan Bayi Duduk Tegak
loading

Pada saat makan, posisikan bayi dalam keadaan duduk tegak. Apabila belum dapat duduk sendiri dengan stabil, bayi dapat disandarkan ke kursi makan (high chair). 

Makan dengan posisi duduk dapat mengurangi risiko tersedak. Selain itu, duduk di kursi makan juga dapat menumbuhkan kebiasaan anak untuk mengonsumsi makanan di meja makan.

6. Temani Anak Selama Jam Makan 

Bagaimanapun, anak masih dalam proses belajar makan sehingga orang tua tetap perlu menemaninya. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko tersedak.

Selain itu, menemani anak selama jam makan juga dapat mempererat hubungan Anda dan si buah hati. 

Perlu diingat, segala proses yang terjadi saat Anda memberikan finger food untuk bayi juga berperan penting dalam tumbuh kembangnya.

Baca Juga

Demikian cara mengajari bayi finger food yang dapat Anda jadikan panduan. Apabila menemukan kedala dalam prosesnya, Anda dapat minta bantuan kepada dokter dengan berkonsultasi melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Ifrah Ayuna Siregar, M. Ked(Ped), Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Joko Kurniawan, M.Sc, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Jeruk Baby untuk MPASI Bayi, Ini Manfaatnya

Info Sehat
23 Des

Tips Mengatasi Radang Tenggorokan pada Bayi

Info Sehat
16 Des

Waspadai Efek Samping Kopi bagi Kesehatan Bayi

Info Sehat
04 Des

Pentingnya Menjaga Kebersihan Selimut Bayi

Info Sehat
23 Nov

Awas, Bayi Obesitas Rentan Kena Obesitas Saat Besar

Info Sehat
06 Nov

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat