Isap Jempol atau Ngempeng, Mana Lebih Merusak Gigi Anak?
searchtext customer service

Isap Jempol atau Ngempeng, Mana Lebih Merusak Gigi Anak?

Kebiasaan isap jempol dan ngempeng sama-sama bisa membuat anak jadi lebih tenang. Namun, keduanya juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi anak.
Isap Jempol atau Ngempeng, Mana Lebih Merusak Gigi Anak?

Klikdokter.com, Jakarta Mengisap jempol dan ngempeng lumrah dilakukan oleh anak-anak. Kebiasaan ini dapat menenangkan sekaligus menghibur diri mereka saat lapar, bosan, atau kelelahan. 

Hal yang harus diketahui oleh orang tua adalah, mengisap jempol dan ngempeng dapat berdampak buruk bagi kesehatan gigi anak di masa mendatang. 

Faktanya, ketika anak mengisap jempol dan tidak membersihkan tangan terlebih dulu, kuman dapat masuk ke dalam tubuh. Hal ini harus diwaspadai oleh orang tua, karena bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi.

Dampak anak bayi ngempeng tidak jauh berbeda dengan itu. Meski kebersihan empeng dapat lebih diperhatikan, namun kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan menyusu, seperti bingung puting pada si kecil.

Artikel lainnya: 6 Penyebab Gigi Anak Keropos dan Cara Mencegahnya

1 dari 3

Mengisap Jempol atau Ngempeng, Mana yang Lebih Buruk untuk Kesehatan gigi Anak?

Anak Mengisap Jempol
loading

Menurut American Academy of Pediatrics, kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng sama-sama memiliki dampak buruk terhadap kesehatan gigi anak. Keduanya akan menyebabkan kondisi sebagai berikut:

  • Bentuk wajah anak saat dewasa menjadi tidak proporsional atau simetris 
  • Gigi bagian atas menjadi tonggos alias maju ke depan, dan terjadi gigitan terbuka (open bite)
  • Terjadi gigitan yang tidak selaras (crossbite
  • Perubahan pada langit-langit mulut anak menjadi lebih sempit dan dalam
  • Gigi bertumpuk dan/atau tumbuh dengan posisi maupun arah yang salah
  • Orang tua yang menambahkan pemanis seperti madu pada empeng si kecil dapat meningkatkan risiko karies gigi.

Artikel Lainnya: Hindari 5 Faktor yang Bikin Gigi Anak Jadi Hitam

2 dari 3

Mengatasi Anak yang Suka Mengisap Jempol atau Ngempeng

Mengatasi Anak yang Suka Mengisap Jempol atau Ngempeng
loading

Tidak ingin kesehatan gigi anak terancam gara-gara kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng? Berikut ini beberapa upaya yang perlu dilakukan:

  1. Berikan isyarat untuk mencegah bila bayi sudah mulai memasukkan jarinya ke dalam mulut. Orang tua juga dapat langsung mengalihkan perhatiannya dengan hal lain, seperti mainan, terutama yang perlu dipegang menggunakan kedua tangannya
  2. Perhatikan kondisi anak sebelum mengisap jempol atau ngempeng. Apakah anak lapar, bosan, atau lelah. Cobalah selesaikan masalah sesuai dengan keinginannya. Jangan anggap mengisap jempol atau empeng sebagai solusi untuk setiap keluhan bayi.
  3. Berilah pelukan dan kata-kata yang menenangkan kepada anak agar ia bisa menghentikan kebiasaan tersebut.
  4. Oleskan produk yang aman dengan rasa tidak enak pada empeng, agar anak tidak betah berlama-lama mengisapnya. Anda bisa meminta rekomendasi dokter anak mengenai produk apa saja yang aman.
  5. Berikan anak penjelasan tentang bahaya akibat kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng.
  6. Balut jempol atau jari anak dengan kain, agar mereka tidak bisa memasukkannya ke mulut. Lakukan tindakan ini, utamanya pada malam hari.
  7. Berikan hadiah jika anak berhasil melewati hari tanpa melakukan kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng.

Bila cara-cara tersebut belum berhasil, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis anak untuk menghilangkan kebiasaan mengisap jempol atau ngempeng

Dokter gigi mungkin akan memberikan alat bantu berupa palatal crib agar anak tidak nyaman lagi bila memasukkan jari ke dalam mulut. 

Baca Juga

Dengan memahami dampak anak menghisap jempol atau empeng, diharapkan orang tua dapat membantu mencegah kebiasaan tersebut sedini mungkin. Jika butuh tuntunan lebih lanjut mengenai hal ini, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter gigi melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Andrew Limantoro, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 30.000
avatar

dr. Lianto Kurniawan Nyoto, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Verly Hosea, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Usia Berapa Anak Sebaiknya Belajar Tidur Sendiri?

Info Sehat
15 Des

Mandi Air Dingin Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak, Benarkah?

Info Sehat
15 Des

Jangan Sepelekan Ini Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Kesehatan Anak

Info Sehat
14 Des

Usia Berapa Anak Boleh Makan Sashimi? Ini Faktanya

Info Sehat
11 Des

Alasan Anak Tak Boleh Lewatkan Sarapan

Info Sehat
11 Des

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat