Gemar Minum Kopi Bisa Pengaruhi Kondisi Kulit?

Oleh Ayu Maharani pada 25 Nov 2018, 14:00 WIB
Meski stimulan ini bisa mengusir ngantuk dan badan lemas, tapi kopi juga dinilai bisa memengaruhi kulit. Benarkah?
Gemar Minum Kopi Bisa Pengaruhi Kondisi Kulit? (gpointstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selepas makan siang biasanya kondisi Anda mulai ngantuk atau badan mulai lemas. Umumnya, pertolongan pertama yang Anda cari adalah secangkir kopi. Tak salah memang, karena kopi merupakan stimulan yang bisa membuat tubuh berenergi. Namun, terlalu banyak ngopi tak baik untuk tubuh, lho! Bukan cuma bisa menimbulkan efek gelisah dan gangguan tubuh, tapi terlalu banyak menyesap kopi bisa berdampak pada kondisi kulit juga.

Kopi picu penuaan dini?

Faktanya, terlalu banyak minum kopi bisa membuat kulit Anda terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Menurut Dr. Jegasothy, CEO dan pendiri Miami Skin Institute, Amerika Serikat, mengatakan kepada Medical Daily bahwa minum kopi terlalu banyak (lebih dari 2 cangkir sehari) dapat menyebabkan jerawat dan kulit keriput sebelum waktunya. Meski demikian, efek kafein terhadap penuaan dini sebetulnya bukan merupakan dampak langsung.

Sederhananya begini, jika Anda mengonsumsi banyak kafein, terutama pada waktu menjelang tidur (sore ke malam hari atau pada malam hari), umumnya waktu tidurnya lebih kacau. Nah, kondisi kurang tidur inilah yang akhirnya memicu produksi minyak lebih dan berujung pada penyumbatan pori-pori wajah.

Pada orang yang memiliki gangguan tidur, wajah mereka akan memiliki kerutan dan lingkaran hitam di bawah mata yang akan tampak lebih jelas. Alhasil, penampilan mereka pun akan terilhat loyo dan lebih tua dari usia aslinya.

Kopi juga bermanfaat untuk kesehatan kulit

Di sisi lain, rupanya kopi beserta kandungan kafeinnya itu tak melulu memberikan dampak buruk bagi kulit. Hal itu dibuktikan dari banyaknya produk perawatan kulit topikal (oles) seperti scrub yang menggunakan kopi sebagai bahan dasarnya. Kopi dipercaya dapat melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dan memperlancar sirkulasi darah.

Bahkan, menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, ampas kopi bermanfaat untuk eksfoliasi (pengelupasan kulit mati) dan kotoran yang menumpuk di permukaan kulit.

Scrubbing dengan menggunakan ampas kopi seminggu sekali bisa membantu mendapatkan kulit wajah dan tubuh yang lebih bersih,” tambah dr. Karin.

Untuk hasil yang maksimal, dilansir dari Medical News Today, Anda bisa membuat scrub alami berbahan dasar kopi dengan campuran brown sugar dan air perasan lemon. Setelah melakukan scrubbing, diamkan selama beberapa menit, kemudian bilas. Setelahnya (apalagi jika dilakukan secara rutin), kulit wajah dan tubuh akan terasa lebih lembut dan tampak bercahaya.

Kopi juga bisa cegah rosasea

Kopi juga disebut-sebut dapat meredakan gejala penyakit rosasea, atau kondisi peradangan pada kulit di area pipi, dahi, dan dagu, disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di bawah kulit yang terlihat jelas. Meski demikian, belum ada penelitian medis yang secara gambling gamblang membenarkan klaim ini.

Selain itu, kopi juga bisa mengatasi masalah bau kaki dan kulit kaki yang kasar atau pecah-pecah. Untuk mendapatkan manfaat ini, cukup seduh beberapa gelas kopi. Jika kopi sudah dingin, tuang kopi ke baskom lalu rendam kaki Anda. Sembari merendam kaki, gosok permukaan kulit yang kasar dengan alat pengikis kulit mati atau batu apung. Kulit mati pun akan terkelupas.

Kesimpulannya, benar bahwa terlalu banyak minum kopi bisa memengaruhi kesehatan kulit, yaitu bisa sebabkan penuaan dini. Meski dampaknya tak langsung, tapi lebih sebaiknya batasilah konsumsi kopi. Meski demikian, kopi bukanlah musuh utama kulit. Jika ingin mendapatkan manfaat kopi terhadap kesehatan kulit, gunakan scrub berbahan dasar kopi atau menghaluskan kulit kaki yang kasar dan masalah bau kaki dengan meredam kaki dengan kopi.

[RN/ RVS]