Atasi Varises dengan Skleroterapi, Efektifkah?

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 26 Nov 2018, 08:00 WIB
Terdapat metode terapi untuk mengatasi varises yang disebut skleroterapi. Apakah metode ini efektif untuk singkirkan varises?
Atasi Varises dengan Skleroterapi, Efektifkah? (Solarisys/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kaki yang indah dan bebas noda adalah dambaan setiap wanita. Namun, terkadang munculnya varises bisa mengganggu keindahan kaki Anda. Varises lebih sering dialami wanita dibandingkan pria. Diperkirakan, 20 persen orang dewasa akan mengalami varises di beberapa titik dalam kehidupannya. Nah, skleroterapi disebut-sebut sebagai salah satu metode untuk mengatasi masalah ini.

Skleroterapi merupakan salah satu prosedur medis yang dapat digunakan untuk menghilangkan varises dan spider vein. Skleroterapi dilakukan dengan cara menyuntikkan larutan yang dikenal dengan agen sklerosan langsung ke dalam pembuluh darah vena yang rusak. Larutan yang biasa digunakan, yakni sodium tetradecyl sulphate (STD), tersedia dalam berbagai konsentrasi dan bergantung pada ukuran vena yang ingin diterapi.

Larutan tersebut akan mengiritasi lapisan dalam pembuluh darah, menyebabkan bengkak dan tetap bersatu. Kemudian, terjadi penggumpalan darah dalam vena yang menghambat peredaran darah. Seiring waktu, pembuluh darah berubah menjadi jaringan parut yang memudar dari pandangan.

Selain bermanfaat menghilangkan tampilan dari varises, prosedur ini juga dapat mengurangi rasa nyeri atau efek samping akibat kerusakan vena. Varises dapat menyebabkan gatal, nyeri, kram, dan perubahan warna.

Pada 2016, lebih dari 270.000 prosedur skleroterapi dilakukan di Amerika Serikat. Skleroterapi ini bahkan telah digunakan sejak tahun 1930-an. Penelitian telah menunjukkan bahwa 50 sampai 80 persen vena yang disuntikkan dapat hilang dalam setiap sesi skleroterapi. Sementara itu, kurang dari 10 persen dari orang-orang yang melakukan skleroterapi tidak merespons penyuntikan sama sekali. Dalam hal ini, larutan yang berbeda dapat dicoba. Meskipun prosedur ini sukses pada kebanyakan pasien, tidak ada jaminan keberhasilan.

Bagaimana prosedur skleroterapi dilakukan

Sebelum melakukan prosedur skleroterapi, dokter spesialis kulit atau pembuluh darah akan menilai terlebih dahulu apakah tindakan ini dapat dilakukan. Beritahu dokter semua pengobatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk obat bebas resep, herbal, dan suplemen diet. Ada beberapa obat tertentu yang dihindari sebelum melakukan tindakan. Beberapa dokter merekomendasikan untuk menghindari aspirin, ibuprofen, atau obat antiinflamasi lainnya selama 48-72 jam sebelum tindakan. Jangan aplikasikan losion pada area yang akan dilakukan tindakan penyuntikan.

Larutan akan disuntikkan menggunakan jarum sangat halus secara langsung ke dalam pembuluh darah vena dan mungkin dibutuhkan bantuan USG. Penyuntikan larutan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman ringan berupa keram, ngilu, rasa terbakar selama prosedur. Terasa lebih berat bila pembuluh darah vena lebih besar yang terlibat. Prosedur ini membutuhkan waktu kurang lebih 15-30 menit.

Jumlah vena yang disuntik dalam satu sesi bergantung pada ukuran dan lokasi dari pembuluh darah vena dan juga kondisi medis umum pasien. Skleroterapi dapat dilakukan di ruang praktik dokter.

Setelah prosedur ini, pasien dilarang melakukan aktivitas aerobik selama beberapa hari. Namun, pasien dapat langsung melanjutkan aktivitas sehari-hari, seperti jalan kaki yang dianjurkan.

Anda akan diperintahkan untuk menggunakan kaus kaki pendukung untuk menekan pembuluh darah yang diterapi selama satu hingga tiga minggu setelah terapi. Hindari juga konsumsi obat aspirin, ibuprofen, atau obat antiinflamasi lainnya setidaknya 48 jam.

Selain itu, hindari juga mandi air panas, kompres panas, sauna, dan paparan langsung sinar matahari. Mandi diperbolehkan, tapi air sebaiknya lebih dingin dari biasanya. Sisi penyuntikan dapat dicuci dengan sabun ringan dan air hangat.

Kenali efek sampingnya

Efek samping dari tindakan ini ringan, yakni gatal yang terjadi pada 1 - 2 hari setelah tindakan. Pada penyuntikan varises lebih besar dapat menjadi bengkak dan atau keras selama beberapa bulan sebelum menghilang.

Sisi penyuntikan juga dapat mengalami bengkak kemerahan yang akan hilang dalam beberapa hari. Lebam juga mungkin terjadi di sekitar sisi penyuntikan dan dapat hilang setelah beberapa hari hingga minggu.

Jika ukuran vena yang diterapi lebih besar, butuh beberapa bulan untuk memudar. Garis atau ruam cokelat pada kulit dapat terlihat di sisi penyuntikan yang biasa hilang dalam waktu tiga hingga enam bulan.

Secara umum, spider vein akan merespons tindakan skleroterapi dalam tiga hingga enam minggu, sedangkan vena yang lebih besar merespons dalam tiga hingga empat bulan. Jika vena merespons terhadap terapi, spider vein tidak akan muncul kembali. Namun, vena baru mungkin muncul pada tingkat yang sama seperti sebelumnya. Jika dibutuhkan, pasien dapat kembali melakukan penyuntikan.

Nah, varises bukan semata masalah kecantikan kaki, tetapi terkait juga dengan masalah kesehatan. Jika dibiarkan, varises dapat menyebabkan nyeri, kram, dan pembengkakan akibat kebocoran pembuluh darah. Untuk itu, skleroterapi adalah salah satu solusi yang paling efektif. Meski dapat mengatasi masalah varises, namun Anda juga perlu berkonsultasi kepada dokter jika Anda ingin melakukan prosedur ini.

[HNS/ RVS]

Aisyah nurAisyah nur

suntik panis

Aisyah nurAisyah nur

caranya panis disuntik bsar