Ini Akibatnya Jika Anda Menyepelekan Varises

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 27 Nov 2018, 12:00 WIB
Varises sering dianggap mengganggu dari segi penampilan semata. Padahal, kondisi ini juga bisa mengancam kesehatan.
Ini Akibatnya Jika Anda Menyepelekan Varises (Hriana/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Varises adalah suatu kondisi ketika pembuluh darah vena membesar dan membengkak. Umumnya varises dikenali dari vena yang terlihat berwarna biru atau ungu tua di bawah kulit. Selain itu, vena juga dapat tampak menonjol dan terpuntir. Kurang lebih pada 3 dari setiap 10 orang dewasa memiliki varises, dan lebih sering dialami oleh wanita.

Pembuluh darah vena berfungsi menghantarkan aliran darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Untuk menghindari adanya aliran darah balik, vena dilengkapi dengan katup-katup kecil. Jika katup ini melemah atau rusak, dapat menyebabkan aliran darah balik sehingga terkumpul di pembuluh vena. Hal inilah yang menyebabkan varises.

Sering kali penderita varises tidak merasakan gejala apa pun kecuali penampakan khas varises, sehingga terkadang membuat mereka cenderung menyepelekan. Jika muncul gejala, dapat berupa nyeri, bengkak, dan kram pada kaki. Namun, varises bisa juga menyebabkan beberapa komplikasi. Inilah yang harus diwaspadai oleh mereka yang memiliki varises.

Komplikasi yang timbul akibat varises

Tidak semua penderita varises akan memiliki komplikasi varises. Bahkan risiko munculnya komplikasi varises ini termasuk jarang. Tapi jika muncul komplikasi, umumnya akan dirasakan beberapa tahun setelah kemunculan varises.

Komplikasi pertama yang dapat muncul adalah pendarahan, terutama jika terjadi benturan atau luka pada area varises. Perdarahan dapat diatasi dengan mengangkat area varises dan memberikan tekanan pada luka. Namun jika sulit berhenti, kondisi tersebut memerlukan penanganan segera oleh tenaga kesehatan.

Selanjutnya, varises dapat menimbulkan munculnya bekuan darah. Hal ini dapat menyebabkan deep vein thrombosis (DVT), yang bisa berujung pada komplikasi serius dan berpotensi fatal seperti emboli pulmoner. Selain itu, dapat juga muncul peradangan pada pembuluh vena yang dinamakan phlebitis atau thrombophlebitis. Tanda dan gejalanya adalah nyeri, kemerahan, bengkak, dan kulit yang teraba panas.

Di samping itu, kondisi varises membuat aliran darah kembali ke jantung tidak lancar. Hal ini dapat mengganggu pertukaran oksigen, nutrisi, dan sisa metabolisme yang difasilitasi oleh aliran darah. Jika ini terjadi dalam waktu lama, akan mengakibatkan insufisiensi vena kronis yang dapat memicu gangguan kesehatan lainnya. 

Contohnya adalah munculnya eksem varises, yakni kondisi kulit pada area varises yang merah dan bersisik. Lalu dapat juga timbul lipodermatosklerosis, yaitu kulit yang mengeras dan teraba kencang serta dapat mengalami perubahan warna menjadi kemerahan atau kecokelatan.

Dapat pula muncul ulserasi (borok/luka) vena, yang disebabkan oleh penumpukan cairan pada area bawah kulit. Jika mengalami luka kecil, misal akibat garukan atau gigitan, waktu untuk penyembuhan akan lebih lama akibat kurangnya aliran darah pada area tersebut. Pada akhirnya dapat timbul borok.

Walau komplikasi varises termasuk jarang, beberapa yang telah dijelaskan di atas tentunya dapat memberikan efek kurang menyenangkan, bahkan berpotensi fatal. Karena itu, jangan menyepelekan varises jika Anda memilikinya. Berkonsultasilah dengan dokter agar dapat diterapi dengan tepat, terutama jika varises sudah terasa tak nyaman.

Untuk mencegah dan menangani varises, biasakan selalu aktif bergerak dan berolahraga untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Jika Anda bekerja dengan posisi duduk atau berdiri yang lama, cobalah untuk berjalan sebentar atau mengubah posisi setiap 30 menit sekali.

[RS/ RVS]