Obesitas Bikin Otak Lebih Tua 10 Tahun?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 27 Nov 2018, 13:00 WIB
Obesitas diketahui merupakan awal dari berbagai gangguan kesehatan. Bahkan, katanya obesitas bisa bikin otak lebih tua 10 tahun!
Obesitas Bikin Otak Lebih Tua 10 Tahun? (Pathdoc/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebuah fakta mengejutkan kembali terungkap terkait masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka yang obesitas disebut-sebut memiliki otak 10 tahun lebih tua, terutama yang sudah paruh baya. Benarkah demikian?

Biasanya, obesitas dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes, atau stroke. Namun, ternyata lebih dari itu. Menurut sebuah penelitian, obesitas dipercaya bisa memengaruhi “usia” otak, yang berarti hilangnya beberapa materi dalam otak lebih cepat dari usia sebenarnya. Sederhananya, penuaan otak terjadi lebih cepat.

Menurut sebuah penelitian terbaru, "materi putih" di dalam otak yang berfungsi untuk memungkinkan komunikasi antara berbagai area otak hilang. Sebenarnya, kondisi ini wajar terjadi sebagai dampak dari proses penuaan. Akan tetapi, bagi orang-orang dengan obesitas, area tersebut mengalami degradasi 10 tahun lebih awal daripada orang-orang yang memiliki berat badan normal.

Kaitan antara obesitas dan degradasi otak

Sebelum mencapai kesimpulan tersebut, para peneliti dari Universitas Cambridge, Inggris, melakukan percobaan dengan magnetic resonance imaging (MRI) dan kuesioner seperti tes IQ kepada partisipan. Penelitian ini membandingkan otak individu dengan berat badan yang berbeda. Dibagi dalam dua kategori—berat badan normal dan obesitas—peneliti menemukan perbedaan pada kedua kelompok tersebut.

Hasil temuan mereka adalah, orang dengan berat badan berlebih atau yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) 25 atau lebih tinggi, memiliki materi putih yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal. Para penulis mencatat, fakta ini efeknya sangat mirip dengan apa yang akan terjadi dengan penuaan normal, hanya saja ini lebih cepat.

Ketika mereka menghitung perbedaan antar kelompok usia, pengamatan mereka terkonfirmasi dengan jelas. Seseorang yang kelebihan berat badan pada usia 50 tahun misalnya, memiliki masalah terkait materi putih yang sebanding dengan seseorang yang berusia 60 tahun.

Hanya saja, penelitian ini menemukan bahwa degradasi materi putih di otak ini lebih rentan terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas atau paruh baya. Ini menunjukkan bahwa otak mungkin sangat rentan terhadap kerusakan terkait obesitas selama periode kehidupan ini.

Meski demikian, hasil penelitian belum sempurna

Meski hasilnya cukup mengejutkan, tapi penelitian ini tidak menemukan perbedaan dalam fungsi kognitif antara kedua kelompok tersebut. Penulis utama, Lisa Ronan, Ph.D., mengatakan bahwa ini adalah peringatan penting dalam hasil mereka.

“Sampai kami bisa mengungkap kaitan antara keduanya, jangan langsung waspada terhadap temuan penelitian ini. Namun, cukup masuk akal untuk mempertanyakan apakah IMT dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan neurodegeneratif terkait usia, seperti penyakit Alzheimer dan demensia,” kata Lisa.

Selain itu, pada orang-orang dengan obesitas yang kehilangan materi putih, penelitian ini tak mampu menunjukkan mana yang terjadi lebih dulu; apakah obesitas atau hilangnya materi putih. Penelitian ini hanya berspekulasi apakah obesitas mungkin dalam berbagai cara menyebabkan perubahan pada otak atau apakah obesitas merupakan konsekuensi dari perubahan pada otak.

Berdasarkan temuan penelitian ini, Lisa mengatakan bahwa orang dewasa dianjurkan untuk mempertimbangkan pemeriksaan pemindaian otak. Hasilnya mungkin bisa menunjukkan bahwa kelebihan berat badan bisa berdampak buruk pada kesehatan, serta memotivasi untuk memperoleh kembali berat badan ideal.

Salah satu peneliti yang juga terlibat dalam penelitian ini, Paul Fletcher, Ph.D, juga menyatakan dalam rilis pers, "Kita hidup dalam populasi yang menua, dengan peningkatkan obesitas. Jadi, ini penting untuk mengetahui bagaimana dua faktor ini mungkin berkaitan karena konsekuensinya terhadap kesehatan bisa begitu serius. Penting juga untuk mencari tahu apakah perubahan ini dapat dipulihkan dengan penurunan berat badan.”

Meski penelitian tersebut belum sempurna, tapi tak ada salahnya untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal agar terhindar dari berbagai ancaman gangguan kesehatan, termasuk kemungkinan otak lebih tua 10 tahun. Jika Anda kesulitan untuk menurunkan berat badan, sebaiknya mempertimbangkan berkonsultasi dengan ahli gizi agar diet bisa diatur sesuai dengan kondisi dan profil tubuh Anda.

[RN/ RVS]