3 Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Anak

Oleh Ayu Maharani pada 27 Nov 2018, 16:20 WIB
Sinar matahari pagi tidak hanya menyehatkan bagi orang dewasa, tetapi juga bagi anak. Apa saja manfaat sinar matahari pagi untuk anak?
3 Manfaat Sinar Matahari Pagi untuk Anak (Pingdao/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sinar matahari sering diidentikan sebagai penyebab kanker kulit, tidak hanya pada orang dewasa tapi juga pada anak. Namun demikian sinar matahari sianglah yang menjadi penyebabnya, bukan sinar matahari pagi atau sore. Sebab menurut para ahli kesehatan, sinar matahari pada pukul 10 pagi sampai 4 sore memiliki tingkat radiasi UVB yang paling tinggi. Kondisi tersebut berisiko merusak kulit, bahkan rentan memicu kanker kulit.

Sedangkan jika dibandingkan dengan sinar matahari sore, yang paling banyak memberikan manfaat adalah sinar matahari pagi. Berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat memberikan kehangatan dan mengaktifkan pembentukan vitamin D dalam tubuh. Selain itu, masih ada lagi, lho, manfaat lain yang diberikan sinar matahari pagi kepada manusia, khususnya anak-anak.

1. Membantu mencukupi kebutuhan vitamin D

Dilansir Marksdailyapple.com, vitamin D adalah senyawa penting untuk tubuh anak-anak yang sedang berkembang. Kekurangan vitamin D selama beberapa bulan pertama kehidupan dapat menyebabkan penyakit rakitis. Karena itulah biasanya para ibu menjemur si Kecil di pagi hari, terutama pada pukul 6 hingga 7.30 pagi. Di waktu tersebut sinar matahari belum terlalu menyengat.

Sementara itu, saat orang tua menjemur bayi – khususnya bayi 0-6 bulan – disarankan agar si Kecil tetap memakai pakaian dan tidak menerima paparan sinar matahari langsung. Sebab, hal tersebut akan meningkatkan risiko terkena kanker kulit di kemudian hari. Usahakan juga untuk tidak menjemur bayi lebih dari 10-30 menit. Dan 30 menit sebelum waktu berjemur, sebaiknya bayi dioleskan tabir surya terlebih dahulu (minimal SPF 15).

Kekurangan vitamin D yang dialami bayi tak cuma merugikan di masa kecil. Tapi juga meningkatkan risiko terkena penyakit tulang, penurunan fungsi kognitif, serta demensia di masa dewasa. Di sisi lain, ditemukan bahwa anak-anak dengan ADHD dan autisme memiliki kadar vitamin D lebih rendah dalam darah mereka.

2. Mengatur siklus tidur

Selain bisa meningkatkan produksi vitamin D dalam darah, berjemur dan beraktivitas di bawah sinar matahari pagi diperlukan untuk mengatur ritme sirkadian anak. Ritme sirkadian adalah jam tubuh yang menentukan siklus tidur dan bangun seseorang, sehingga kebiasaan tidur bisa teratur. Anak-anak yang kekurangan tidur sangat berpotensi mengalami kesulitan fokus, menjadi pelupa, cepat marah atau sensitif, dan rentan terkena gangguan kecemasan. Untuk itu, biasakan si Kecil untuk sekadar “mandi” sinar matahari pagi agar ritme sirkadiannya aktif.

3. Meningkatkan produksi hormon serotonin

Paparan sinar matahari memengaruhi produksi serotonin, yaitu pembawa pesan kimia di otak (neutransmiter) yang digunakan untuk mengatur suasana hati dan emosi. Lagi pula, produksi serotonin juga bisa meningkatkan perkembangan otak. Sehingga anak-anak yang gemar beraktivitas di pagi hari cenderung lebih bahagia dan tidak mudah cemas, ketimbang anak-anak yang selalu berada di dalam rumah.

Itu dia manfaat sinar matahari pagi untuk anak-anak. Tak cuma bisa meningkatkan kadar vitamin D dalam darah, berjemur atau beraktivitas di pagi hari yang cerah bisa mengatur siklus istirahat dan menciptakan perasaan yang lebih bahagia. Namun, tetaplah perhatikan beberapa hal yang telah dipaparkan di atas, terutama jika anak Anda masih sangat kecil (0-6 bulan). Agar, sinar matahari tidak menjadi bumerang yang justru merugikan kesehatan buah hati Anda.

[RS/ RVS]