Kenali 6 Cara Mengatasi Depresi Musiman

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 27 Nov 2018, 16:40 WIB
Musim hujan tiba, depresi musiman pun rentan melanda. Tapi tenang, ada beberapa cara mudah untuk mengatasinya.
Kenali 6 Cara Mengatasi Depresi Musiman (Tunatura/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Perubahan musim ternyata bisa menimbulkan depresi bagi beberapa orang. Misalnya, seperti sekarang ini Indonesia memasuki musim hujan, ternyata itu bisa berdampak pada suasana hati seseorang. Ini biasanya disebut sebagai seasonal affective disorder, atau depresi musiman.

Depresi musiman ini merupakan bentuk dari gangguan depresi. Keduanya memiliki gejala yang sama. Dua gejala depresi yang paling umum adalah perasaan sedih dan tidak berdaya, serta kehilangan minat terhadap aktivitas yang tadinya menyenangkan. Jika Anda mengalaminya setiap hari – setidaknya selama dua minggu – itu bisa menjadi tanda adanya depresi. 

Bagi beberapa orang yang terkena depresi musiman, menemui dokter atau psikolog adalah hal terbaik. Akan tetapi, banyak dari kasus depresi musiman bisa diobati sendiri. Dilansir Health, berikut enam cara untuk mengatasi depresi musiman:

1. Terapi cahaya

Terapi cahaya melibatkan cahaya yang disorot ke tubuh. Ini adalah satu dari beberapa perawatan utama untuk depresi musiman. Menurut National Institute of Mental Health, prosedur ini bisa dilakukan 20 hingga 60 menit.

Menurut Norman Rosenthal, MD, profesor psikiatri klinis di Georgetown University School of Medicine, Washington, terapi cahaya ini sangat bermanfaat. Ketika cahaya mengenai retina mata, menurutnya hal itu akan memengaruhi regulasi emosi.

2. Terapi sinar matahari

Setiap musim hujan, matahari tetap muncul terutama pada pagi hari. Nah, pada waktu itulah Anda harus mendapatkan cahaya matahari sebanyak-banyaknya. Alasannya, cahaya alami dari matahari meningkatkan kadar serotonin, zat pengatur mood yang membantu sel-sel otak berkomunikasi.

3. Olahraga

Olahraga secara rutin sangat bagus untuk tubuh dan pikiran. Menurut Rosenthal, olahraga yang memompa jantung dapat membantu mengurangi gejala depresi secara umum, dan karena itu menguntungkan bagi pasien depresi musiman.

Ada banyak teori mengapa olahraga dapat meningkatkan suasana hati. Disebutkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kadar neurotransmiter di otak, meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak, atau memiliki efek meditatif. Sebuah studi juga menunjukkan, olahraga akan lebih terasa manfaatnya bagi pasien depresi musiman jika dikombinasikan dengan terapi cahaya atau terapi sinar matahari.

4. Jauhi junk food

Ketika suasana hati sedang murung, orang cenderung ngidam makan makanan yang manis dan berlemak tinggi. Anda sebaiknya tidak mengonsumsi jenis makanan tersebut, baik saat sedang mengalami depresi musiman maupun tidak.

Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi karbohidrat refined seperti roti putih, nasi putih, dan soda, memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dan risiko depresi yang lebih besar. Meskipun hal ini tidak khusus pada depresi musiman. Sebaliknya, mereka yang sering mengonsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian memiliki risiko depresi lebih rendah.

5. Kelola stres dengan baik

Jika depresi musiman sedang menerjang dan seakan menghabiskan energi, jangan biarkan diri Anda terseret ke dalamnya. Menurut Dr. Rosenthal, Anda justru harus bangkit untuk meringankan beban tersebut. Teknik manajemen stres dapat membantu Anda mengatasi depresi musiman, seperti berlatih meditasi, menjadwalkan hal-hal menyenangkan untuk dilakukan, atau liburan.

6. Cobalah cognitive behavioural therapy (CBT)

Dr. Rosenthal percaya bahwa dari semua jenis psikoterapi, CBT adalah yang paling baik untuk menangani depresi. Terapi ini membantu pasien depresi musiman mengelola pikiran, perasaan, dan perilaku negatif dengan pikiran dan tindakan yang lebih positif.

Dari segi kognitif, ketahuilah bahwa depresi musiman ini merupakan respons tubuh terhadap perubahan cuaca, jadi Anda tak perlu menyalahkan diri sendiri. Sementara dari sisi perilaku (behavioural), lakukanlah sesuatu yang menyenangkan diri Anda dan bermanfaat, misalnya yoga atau makan siang bersama teman-teman.

Itu adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gangguan depresi musiman. Jika Anda sudah melakukan hal-hal tersebut tapi depresi yang Anda alami belum terpecahkan, lebih baik segera periksakan diri ke dokter atau psikolog.

[RS/ RVS]