Cara Mudah Atasi Sembelit Saat Traveling

Oleh Ayu Maharani pada 28 Nov 2018, 17:45 WIB
Perubahan pola hidup yang signifikan saat traveling rentan membuat Anda mengalami sembelit. Namun ada cara mudah atasi sembelit.
Cara Mudah Atasi Sembelit Saat Traveling (Ayu-Maharani/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Tak terasa tahun 2018 hanya tersisa satu bulan lagi. Biasanya, bila “aroma” akhir tahun semakin tercium, semakin banyak pula masyarakat yang merencanakan traveling untuk menghabiskan jatah cuti. Namun, terkadang ada saja masalah yang datang tanpa diundang. Salah satu masalah yang sering hadir saat berlibur adalah susah buang air besar (BAB) alias sembelit.

Melihat permasalahan tersebut, Dulcolax, sebagai salah satu produk Sanofi yang sudah 60 tahun membantu mengatasi sembelit masyarakat, menyelenggarakan Konferensi Pers yang bertajuk “Traveling Aman, Perut Nyaman”. Acara yang diselenggarakan pada Rabu (28/11) di Eighty Nine Eatery, Kemang, Jakarta Selatan itu, menghadirkan tiga narasumber, yakni dr. Riana Nirmala Wijaya selaku Sanofi Medical Expert, Debi Widianti selaku Senior Brand Manager Consumer Healthcare, dan aktor sekaligus travel enthusiast, Mischa Chandrawinata.

Masalah gangguan sistem pencernaan saat traveling

Acara pertama kali dibuka oleh Sanofi Marketing Director, Adisti Nirmala. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan fakta bahwa 4 dari 10 orang yang hobi bepergian jauh sering mengalami masalah gangguan sistem pencernaan. Atau lebih detailnya, mereka buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Pernyataan itu semakin diperkuat oleh dr. Riana Nirmala Wijaya. “Kalaupun berhasil BAB setiap hari, tinja yang dihasilkan biasanya akan keras. Saking kerasnya, hingga harus mengejan berlebih dan ada rasa tak tuntas setelah BAB. Seperti ada yang mengganjal, sakit perut, dan perut terasa begah” jelas dr. Riana.

Komplikasi ambeien disebut-sebut dapat mengintai para pelancong yang sering terkena sembelit. Bahkan, jika terlalu lama dibiarkan, tinja yang lama tidak dikeluarkan akan menyumbat usus. Itulah mengapa, kurang bijaksana rasanya jika para pelancong tersebut mengabaikan sembelit dalam waktu yang lama dan dalam frekuensi yang sering. Karena apabila terus berulang, kondisi tersebut bisa berubah menjadi sembelit kronis.

1 of 2

Stres saat traveling pun bisa sebabkan sembelit

Sementara itu, sembelit saat traveling umumnya disebabkan oleh tingkat stres atau kecemasan yang tinggi sebelum berangkat ke destinasi. Tak cuma itu, kelelahan, tidak terbiasa menggunakan toilet umum, dan perubahan pola hidup yang drastis saat berlibur juga dianggap sebagai pemicu timbulnya sembelit.

Hal itu lantas dibenarkan oleh Mischa Chandrawinata, adik dari Nadine dan Marcel Chandrawinata. Saat berlibur ke Bali baru-baru ini, Mischa ditemani oleh teman lokalnya yang mengajaknya mengeksplorasi berbagai kuliner khas Pulau Dewata. Seperti tak kenal waktu keduanya habis-habisan menjelajah Bali dan menikmati beragam kekayaan wisatanya. Alhasil, pola hidup teratur yang selama ini dijalani oleh Mischa langsung terganggu. Dan benar saja, selama hampir 2 minggu, ia tidak buang air besar!

Mengetahui bahwa dirinya mengalami sembelit, Mischa memilih obat Dulcolax sebagai solusi. Mischa memang tidak secara spesifik mengatakan jenis yang dipilihnya, tetapi Debi Widianti, Senior Brand Manager Consumer Healthcare Sanofi Indonesia mengatakan bahwa Dulcolactol-lah yang biasanya paling aman digunakan, termasuk untuk ibu hamil dan anak-anak di bawah 6 tahun.

“Karena Dulcolactol adalah sirup yang mengandung Laktulosa yang bekerja untuk melunakkan kotoran. Sehingga, feses jadi lebih mudah dikeluarkan tanpa rasa mulas atau kontraksi perut terlebih dahulu,” kata Debi. Ia lalu menjelaskan jenis-jenis lainnya.

“Intinya, sesuaikan dengan penyebabnya. Usahakan untuk banyak minum, minimal 2 liter dalam sehari. Buah dan sayur harus dicukupi. Jangan terlalu banyak meneguk kafein karena mengganggu pergerakan usus. Dan jangan biasakan untuk menahan BAB hanya karena malas memotong waktu jalan-jalan.” pesan dr. Riana.

Nah, jika sembelit sudah telanjur terjadi saat Anda bepergian jauh, Anda bisa mencari obat yang tepat dan aman. Dengan perut yang nyaman tanpa masalah sembelit, Anda pun dapat menjelajah lokasi wisata dengan leluasa.  

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓