Amankah Ibu Hamil Pakai Cat Kuku?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 29 Nov 2018, 09:30 WIB
Cat kuku boleh-boleh saja digunakan oleh ibu hamil. Tapi perhatikan tips berikut ini.
Amankah Ibu Hamil Pakai Cat Kuku? (Ferli/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Tampilan cat kuku yang apik dapat membuat siapa pun jadi tampak lebih menawan. Untuk ibu hamil yang ingin mempercantik diri dengan cat kuku, silakan saja. Anda tetap dapat menggunakan cat kuku dengan aman, asal tak lupa memperhatikan kandungan di dalamnya. Karena perkembangan janin dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya faktor lingkungan seperti paparan bahan kimia.

Dalam sebotol cat kuku, terdapat pewarna, air, minyak, dan bahan tambahan yang mengandung bahan kimia. Agar lebih aman dalam memilih cat kuku, Anda harus mengetahui bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi ibu hamil, yakni: 

1. Formalin

Ada jenis cat kuku yang mengandung bahan formalin yang fungsinya adalah sebagai pengeras cat kuku. Zat ini termasuk berbahaya bagi ibu hamil karena jika terhirup dalam jumlah yang banyak dan lama, akan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mata.

Namun, formalin tidak membahayakan janin di dalam kandungan. Ini karena formalin yang digunakan pada cat kuku jumlahnya sedikit dan cepat terurai dalam tubuh si ibu.

2. Toluene

Terdapat beberapa jenis cat kuku yang memiliki kandungan toluene. Zat ini digunakan untuk membuat tekstur cat kuku menjadi halus sehingga mudah diaplikaskan. Jika terhirup lama, toluene akan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mata, sama seperti formalin.

Baik ibu hamil maupun janin dapat terkena dampak toluene. Pada janin, toluene berisiko merusak sistem saraf sehingga menyebabkan cacat lahir sejak di dalam kandungan.

3. Methyl methacrylate monomer

Selain berbahaya untuk ibu hamil, methyl methacrylate monomer juga harus dijauhi oleh wanita yang tidak hamil karena memicu reaksi alergi.

Lalu, jenis cat kuku apa yang aman digunakan ibu hamil? Cat kuku yang aman untuk ibu hamil sebaiknya menggunakan bahan yang bertekstur gel, dengan kandungan utamanya adalah methacrylate monomer. Namun dalam menggunakan cat kuku bertekstur gel ini, ibu hamil harus memperhatikan beberapa tips berikut:

  • Saat memakai dan menghapus produk cat kuku, sebaiknya Anda berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Ini penting agar aroma dari cat kuku tersebut tidak langsung terhirup oleh Anda. Selain mewaspadai bahan kimia di dalamnya, aroma dari cat kuku juga kadang memicu mual hingga pusing.
  • Jika berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang tidak baik, gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan Anda.
  • Gunakan cat kuku hanya sesekali, tidak dalam frekuensi yang sering.
  • Biarkan cat kuku kering dengan cara alami dan bukan ditiup. Peniupan akan mendekatkan cat kuku pada hidung Anda, sehingga bahan kimia di dalamnya berpotensi terhirup lebih banyak.
  • Untuk menghapus cat kuku, sebaiknya gunakan produk penghilang cat kuku yang bebas aseton.
  • Jika produk penghapus cat kuku yang tersedia hanya aseton, gunakan kapas yang sudah terendam aseton, bukan dengan merendam kuku di cairan aseton. Hal ini untuk memastikan kuku tidak terpapar lama dengan aseton. Pasalnya, paparan aseton terlalu lama atau sering dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin.
  • Setelah cat kuku berhasil dihapus, segera cuci tangan Anda menggunakan sabun dan air mengalir agar bahan kimia yang ada di kuku dan jari menghilang.

Saat hamil, tubuh wanita lebih sensitif terhadap bahan-bahan kimia sehingga harus waspada dalam menggunakan produk-produk kecantikan. Tampil cantik dengan cat kuku sah-sah saja, namun tetap perhatikan cara penggunaannya yang benar, ya!

[RS/ RVS]