Kebotakan dan Telapak Tangan, Adakah Hubungannya?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 Nov 2018, 17:15 WIB
Kebotakan karena rambut yang tidak tumbuh di kepala bisa terjadi karena berbagai hal. Hal ini disebutkan berkaitan dengan telapak tangan Anda.
Kebotakan dan Telapak Tangan, Adakah Hubungannya? (Ijupco/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Kebotakan mungkin mengganggu penampilan Anda. Uniknya, penelitian menyatakan bahwa kondisi kebotakan ternyata berkaitan dengan kandungan yang terdapat pada telapak tangan Anda.

Kondisi kepala yang botak karena rambut yang mudah rontok sebenarnya bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya saja pada wanita yang baru melahirkan atau seseorang yang tengah dilanda stres. Beberapa penyakit dan obat-obatan juga dapat memicu kerontokan rambut hingga menimbulkan kebotakan.

Akan tetapi, dari berbagai penyebab yang ada, penyebab kebotakan yang paling sering ditemukan adalah karena keturunan atau genetik. Selama ini kebotakan mungkin sering dikaitkan dengan pria. Padahal, wanita juga dapat mengalaminya.

Beberapa tipe kebotakan yang menurun adalah male pattern baldness, female pattern baldness, dan androgenetic alopecia. Perbaikan kondisi kebotakan pun bisa berbeda-beda pada setiap individu. Lalu, apa hubungannya dengan telapak tangan?

Kebotakan dan telapak tangan

Sebuah penelitian pernah menyelidiki mengapa beberapa bagian tubuh manusia tetap tidak berbulu, sementara bagian lainnya ditumbuhi rambut. Temuan-temuan tersebut pada akhirnya dijadikan petunjuk untuk menganalisis kebotakan yang diderita laki-laki dan perempuan.

Sebagaimana diketahui, manusia memiliki rambut di kepalanya, sedangkan telapak kaki atau telapak tangan tidak ditumbuhi rambut secara lebat. Jika ada, hanya sedikit dan tidak terlalu terlihat.

Hal inilah yang kemudian membuat tim peneliti dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania di Philadelphia mengambil pendekatan baru untuk meneliti hal tersebut. Mereka mempublikasikan penelitiannya lewat jurnal Cell Reports.

Secara khusus, para peneliti berfokus pada jalur yang disebut Wnt pathways. Jalur ini merupakan jalur sinyal yang sangat penting dalam perkembangan embrio dan terus memainkan peran dalam regenerasi jaringan tubuh tertentu hingga masa dewasa. Penulis senior penelitian tersebut, Prof. Sarah E. Millar, Ph.D., menjelaskan mengapa mereka fokus pada jalur tersebut.

"Sinyal dari Wnt pathways sangat penting untuk perkembangan folikel rambut. Jika ada yang memblokirnya, kulit yang seharusnya berbulu pun bisa menjadi tidak berbulu," ucapnya.

Di sisi lain, tim peneliti juga tertarik dengan protein yang disebut Dickkopf 2 (DKK2). Protein ini bisa dibilang sebagai ‘penghambat alami’ yang memainkan peranan penting dalam perkembangan embrio. DKK2 juga diketahui dapat menghambat jalur Wnt, sehingga berkontribusi dalam menghambat pertumbuhan rambut.

Untuk menyelidiki peran potensial Wnt pathways dan DKK2 dalam distribusi rambut, tim peneliti pun mempelajari kulit telapak kaki tikus, yang hampir mirip dengan kulit di bawah pergelangan tangan manusia. Pada kulit tikus tersebut, ternyata ditemukan kadar DKK2 yang tinggi.

Prof. Millar kemudian menjelaskan bahwa Wnt pathways ternyata masih terdapat pada area dimana rambut tidak biasa tumbuh seperti pada tangan dan kaki, hanya saja terblokir oleh DKK2. Hal inilah yang kemudian memunculkan kesimpulan bahwa pada orang yang mengalami kebotakan terdapat kandungan yang memblokir tumbuhnya rambut.

Percobaan lain yang dilakukan terhadap kelinci

Dalam percobaan lain, tim memutuskan untuk melihat kulit telapak kaki kelinci karena rambut bisa tumbuh di bagian tersebut. Seperti yang diharapkan, ada kadar DKK2 yang lebih rendah dari DKK2 dalam jaringan tikus. Akibatnya, tidak ada penghambatan Wnt pathways, dan kondisi ini memungkinkan rambut untuk tumbuh.

Menyoal hal tersebut, Prof. Millar akhirnya menjelaskan, "Lewat penelitian ini, kami telah menunjukkan bahwa area kulit yang tak tumbuh rambut secara alami menghasilkan inhibitor, yakni zat yang menghambat atau menurunkan laju reaksi kimia untuk menghambat Wnt pathways dalam melakukan tugasnya."

Penelitian yang dilakukannya kepada tikus dan kelinci ini memang masih perlu disempurnakan. Profesor Millar pun berharap ada penelitian lainnya yang bisa menguatkan hasil temuannya.

Kesimpulannya, kondisi kebotakan memang berkaitan dengan telapak tangan Anda, dimana rambut pun tidak dapat tumbuh. Hal ini terjadi karena adanya kandungan protein DKK2 yang berlebihan. Pada orang yang mengalami kebotakan, kandungan tersebut berarti terdapat cukup banyak di area kepala, sehingga memblokir kinerja Wnt pathways sebagai penumbuh rambut.

[NP/ RVS]