Gangguan Kesehatan Mental Rentan Menyerang Penderita HIV/AIDS?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 01 Des 2018, 12:00 WIB
Tak hanya mengalami mual, muntah dan gejala-gejala terkait, penderita HIV/AIDS ternyata juga rentan terkena gangguan kesehatan mental.
Gangguan Kesehatan Mental Rentan Menyerang Penderita HIV/AIDS? (Ocusfocus/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta HIV alias Human Immunideficiency Virus adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui darah, penggunaan jarum suntik, hubungan seksual, serta dari ibu ke bayi saat persalinan. Karena menyerang sistem kekebalan tubuh, penderitanya pun mudah terserang penyakit lain. Namun terlepas dari hal tersebut, ada yang menyebutkan bahwa penderita HIV/ AIDS juga rentan mengalami gangguan kesehatan mental.

Infeksi HIV dengan gangguan sistem kekebalan tubuh yang berat atau infeksi telah masuk ke tahap lanjut, disebut sebagai AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. Memang, tidak semua infeksi HIV akan berlanjut menjadi AIDS. Tetapi, semua kasus AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.

Tidak seperti penyakit lainnya yang timbul setelah terpapar virus, infeksi HIV baru dapat menimbulkan gejala setelah bertahun–tahun kemudian. Gejala yang ada sering kali tak terdeteksi, kecuali jika kondisinya sudah cukup parah.

Sangatlah penting untuk memahami kondisi serta gejala HIV, terutama bagi yang berisiko tinggi terkena virus tersebut. Diketahui bahwa dampaknya tak hanya berpengaruh pada tubuh, namun juga kesehatan mental. Benarkah demikian?

HIV/AIDS dan kesehatan mental

Tidak mengherankan ketika banyak yang terguncang, sedih, marah, dan takut saat divonis terinfeksi HIV. Meski kini sudah ada obat yang dapat membantu Anda untuk hidup lama dan tetap produktif, terinfeksi HIV nyatanya dapat membuat penderitanya mengalami depresi.

Depresi digambarkan sebagai gangguan kesehatan mental yang paling umum terjadi pada penderita HIV/AIDS. Dampaknya bisa saja berpengaruh pada penyalahgunaan zat, gangguan bipolar hingga munculnya pikiran atau keinginan bunuh diri.

Tak hanya itu, perawatan medis yang ditujukan untuk mengatasi virus HIV ternyata juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Pada beberapa hal, orang yang terkena HIV/ AIDS mungkin lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental. Tapi, hal ini tak hanya terjadi pada sang penderita. Orang-orang terdekat yang menemani proses pengobatan penderita sejak awal juga bisa mengalami hal yang sama, karena menyaksikan orang yang disayanginya tersiksa.

1 of 2

Tips meningkatkan kesehatan mental untuk penderita HIV/AIDS

Setiap orang berhak hidup bebas dari tekanan mental. Tetapi, orang yang memiliki HIV sebaiknya menjaga kesehatan mental agar kondisinya tidak semakin parah. Sebab, stres dan depresi dapat merusak sistem kekebalan tubuh pengidap HIV/AIDS yang sejatinya sudah dilemahkan oleh virus.

Untuk mengatasinya, ada bentuk terapi bicara dan obat-obatan yang bisa digunakan untuk meredakan stres atau depresi. Penanganan yang lebih tepat bisa diperoleh dengan memeriksakan diri serta berkonsultasi dengan ahlinya.

Selain itu, penderita bisa mengalihkan rasa stres tersebut dengan melakukan berbagai hal yang digemari, misalnya melukis atau menonton film komedi yang menghibur.

Berdasarkan penuturan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, gejala HIV dapat hadir tanpa disadari dan dapat menular ke siapa saja. Namun, bukan berarti Anda harus menjauhi orang-orang yang terkena penyakit ini. Sebab, hal tersebut justru dapat memicu penderita mengalami gangguan kesehatan mental.

“Sudah saatnya menyingkirkan pandangan negatif tentang HIV/AIDS dari pikiran, dan jadilah rekan bagi para penderita HIV tahap lanjut. Dukungan dari orang di sekitar dan keluarga akan membuat pasien HIV AIDS tetap semangat dalam menjalani hidup,” ujarnya.

Menurut dr. Sepri, mengetahui apakah seseorang memilki HIV atau tidak sangatlah penting untuk dapat mengantisipasi kemungkinan yang bisa terjadi. Karena benar adanya infeksi HIV dapat mengarah pada gangguan mental.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala HIV/ AIDS seperti di atas, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Lakukan juga kiat mengatasi stres atau depresi seperti yang telah dijelaskan agar terhindar dari gangguan kesehatan mental.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓