Kiat Mengolah Pasta agar Tidak Bikin Gemuk

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 03 Dec 2018, 10:00 WIB
Anda pencinta pasta, temukan kiat mengolah pasta yang tidak bikin gemuk dalam artikel ini.
Kiat Mengolah Pasta agar Tidak Bikin Gemuk (Jacek Chabraszewski/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang tidak suka pasta? Rasanya hampir semua orang menyukai makanan khas Italia ini. Bagi orang Italia, pasta adalah makanan utama – seperti halnya nasi bagi orang Indonesia.

Pasta terbuat dari gandum durum yang ditumbuk menjadi tepung, lalu dicampur dengan telur dan air. Cara memasaknya pun tidak sulit, cukup rebus air hingga mendidih, lalu masukkan pasta dan masak selama 4-6 menit. Selanjutnya, pasta yang sudah ditiriskan pun  siap untuk dihidangkan bersama dengan saus dan bumbunya.

Saat ini pasta telah dibuat menjadi beragam variasi bentuk. Spageti dan fetucini adalah contoh pasta yang berbentuk panjang. Ada juga makaroni yang berbentuk seperti huruf C, fusilli yang berbentuk spiral, farfalle yang berbentuk seperti dasi kupu-kupu, dan masih banyak yang lainnya.

Dewasa ini, pasta kian populer di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya restoran yang menyediakan hidangan khas Italia ini. Para ibu di rumah pun umumnya gemar memasak pasta karena rata-rata hidangan pasta cukup mudah dan praktis untuk dibuat. Pasta umumnya hanya membutuhkan bahan dan bumbu yang sedikit ketimbang masakan khas Indonesia yang kaya akan bumbu.

Perhatikan porsi konsumsi pasta

Di masa tren diet keto seperti sekarang ini, banyak orang yang menjauhi, bahkan tidak ingin mengonsumsi karbohidrat sama sekali, termasuk pasta. Pasta dianggap sebagai sumber karbohidrat yang dapat menggagalkan diet dan membuat gemuk.

Padahal, pasta tidak serta-merta harus dihindari sama sekali jika Anda sedang dalam program diet untuk menurunkan berat badan. Hal paling penting yang perlu diperhatikan dalam berdiet adalah porsi makan dan jenis makanan yang dipilih.

Tidak hanya pasta, mengonsumsi makanan lain jika dilakukan secara berlebihan juga bisa mengakibatkan kegemukan. Oleh karena itu, Anda tidak hanya perlu  mengatur porsi pasta yang Anda konsumsi, tetapi juga mengatur cara mengolah dan memilih bahan-bahan makanan pembuat pasta yang tepat.

Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, hindari atau kurangi dulu pasta yang menggunakan bahan baku krim, seperti pasta carbonara. Kandungan lemak di dalam krim tersebut, terhitung cukup tinggi.

Lemak mengandung kalori yang paling tinggi setiap gramnya dibandingkan karbohidrat dan protein. Dalam 1 gram lemak terkandung 9 kalori, sementara dalam 1 gram karbohidrat dan protein masing-masing hanya terkandung 4 kalori. Selain dapat membuat berat badan naik, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak – pasta dengan saus krim – juga dapat membahayakan kadar kolesterol darah Anda.

Selain menghindari pasta yang disajikan dengan krim penuh lemak, Anda juga disarankan untuk tidak memilih pasta yang lauknya berupa daging yang digoreng, misalnya ikan atau ayam goreng tepung. Udang, kerang, dan makanan laut lainnya – kecuali ikan – juga dikenal mengandung tinggi lemak.

1 of 2

Pilih yang lebih sehat

Untuk alternatif yang lebih sehat namun tetap nikmat, Anda dapat memasak pasta menggunakan minyak zaitun untuk menumis. Namun ingat, gunakan api kecil-sedang saja jika memasak menggunakan minyak zaitun.

Pasta yang paling sederhana dan sehat contohnya adalah pasta aglio olio. Sesuai dengan namanya, “aglio” yang berarti bawang putih dan “olio” yang berarti minyak, bahan dasar utama dari pasta ini adalah minyak zaitun dan bawang putih. Untuk menambah rasa dan gizi, Anda bisa menambahkan paprika, jamur, dan sedikit keju ke dalamnya.

Contoh pasta sehat lainnya adalah pasta pesto. Bumbu pesto terbuat dari daun basil, pine nuts (bisa Anda ganti dengan almond), minyak zaitun, dan keju. Selain sehat, pasta pesto juga cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang menjalankan diet vegetarian.

Selain dua pasta di atas, Anda juga dapat membuat pasta bolognaise dari tomat yang direbus dan dilumatkan. Jangan terlalu banyak menggunakan pasta tomat dan saus tomat yang mengandung tinggi garam.

Jika Anda penggemar pasta, jangan khawatir bahwa mengonsumsi karbohidrat jenis ini akan membuat Anda gemuk. Pasta aman dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani program diet. Namun demikian, tentu Anda harus memperhatikan porsi makan Anda dan pengolahan pastanya, agar tidak bikin gemuk.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓