Cara Mengajarkan Anak Mengenali Berita Hoaks di Internet

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 04 Dec 2018, 08:45 WIB
Tips berikut dapat menjadi panduan orangtua dalam membentengi anak dari bahaya hoaks di internet.
Cara Mengajarkan Anak Mengenali Berita Hoaks di Internet (Dmytro Zinkevych/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Maraknya penyebaran berita yang tidak benar alias hoaks di internet tentu menimbulkan keresahan tersendiri. Bagi orang dewasa sekalipun, penelusuran kebenaran sebuah berita belum tentu mudah dilakukan, apalagi bagi anak. Remaja dan anak-anak kerap dianggap sebagai target yang paling mudah terpengaruh berita hoaks. Untuk itu, penting bagi para orang tua untuk mengajarkan pada anak cara mengenali berita hoaks, tanpa harus menonjolkan sikap negatif atau antipati terhadap internet.

Berikan pemahaman tentang hoaks

Saat ini penggunaan penggunaan internet sudah sangat luas, baik dalam lingkungan formal maupun non-formal. Hal ini tentu membuat orang tua mau tidak mau harus menerima paparan jenis teknologi ini terhadap sang buah hati.

Satu yang harus diantisipasi memang dampak negatifnya, termasuk efek berita hoaks pada putra-putri mereka. Untuk itu, sebelum memperkenalkan anak pada internet, ada baiknya ayah dan ibu mengajarkan lebih dulu apa itu hoaks.

Beri pemahaman bahwa tidak semua berita dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jadi tidak boleh langsung percaya bila membaca suatu berita, apalagi yang sifatnya kontroversial. Tentu nilai ini sebisa mungkin diajarkan dengan cara yang netral, tanpa membuat anak resah atau bahkan takut bereksplorasi di dunia maya.

Berita hoaks kerap dianggap benar karena banyak yang menyebarkannya. Yang perlu diwaspadai, anak dan remaja adalah kelompok yang relatif mudah tergiring oleh opini dominan ini.

Padahal, opini tersebut belum tentu benar adanya. Selalu ajarkan pada anak untuk tidak mudah terpengaruh apa yang dipercaya teman-teman dan lingkungan sekitarnya. Tidak apa-apa untuk berpendapat beda, selama ada dasarnya. Ini yang harus jadi pegangan bagi putra dan putri Anda.

Cek dan ricek berita yang beredar

Satu yang harus dilakukan untuk menelusuri kebenaran sebuah berita adalah cek dan ricek. Sampaikan kepada anak, bila menemukan sebuah berita baru yang terdengar kontroversial, kebenaran harus selalu dikonfirmasi. Biasakan cek kebenaran berita melalui sumber yang tepercaya.

Orang tua dapat mengenalkan beberapa situs yang dapat dijadikan pedoman kebenaran, misalnya situs-situs resmi pemerintah. Jadi, anak akan paham betul di mana dia harus mencari tahu kebenaran berita yang didapatkan.

Tidak cukup sampai di situ, terkadang diperlukan tahap ricek, yaitu mengonfirmasi ulang dengan mengumpulkan fakta dari beberapa sumber yang tepercaya dan menyuarakan hal yang sama.

Bertanya pada orang tua

Sebagai anak yang baru mulai berselancar di dunia maya, mungkin tidak mudah memastikan kebenaran suatu berita. Bila kondisi seperti ini yang dihadapi, beri arahan anak untuk selalu bertanya pada orang tua.

Memang orang tua tidak akan selalu tahu tentang kebenarannya, tapi setidaknya ayah dan ibu dapat membantu mencari tahu fakta sebenarnya dari sebuah berita.

Sebagai orang dewasa tempatnya bertanya, tentu kemampuan cek dan ricek berita sudah sepatutnya dikuasai. Berbagai nama situs tepercaya juga sudah harus Anda dikantongi.

Sederet tips di atas akan membantu para orang tua yang khawatir akan dampak hoaks pada anak-anak mereka. Satu yang pasti, selalu katakan pada anak, bahwa orang tuanya selalu ada kapan pun mereka butuh bantuan. Dengan demikian, anak tidak akan segan untuk bertanya apabila menemukan berita yang janggal dibacanya. Ingat, internet diciptakan untuk mempermudah aktivitas keseharian, bukan sebaliknya. Dampak negatifnya memang ada, tapi langkah bijak tentu dapat membantu menangkalnya.

[HNS/ RVS]