5 Nutrisi Penting bagi Kesehatan Anak

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 04 Dec 2018, 10:45 WIB
Cegah kekurangan gizi maupun kelebihan gizi pada anak dengan lima nutrisi penting ini.
5 Nutrisi Penting bagi Kesehatan Anak (Jat306/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Semua orang tua tentu ingin melihat anaknya selalu sehat dan kuat. Kondisi ini tentu harus didukung dengan asupan nutrisi terbaik sehingga tubuh dapat berfungsi dengan maksimal. Sebaliknya, standar gizi yang tidak seimbang dapat memicu kekurangan gizi maupun kelebihan gizi.

Anda harus mewaspadai kekurangan maupun kelebihan gizi pada anak. Riskesdas 2018 menunjukkan adanya perbaikan status gizi pada balita di Indonesia. Proporsi status gizi sangat kurus turun dari 5,3% (Riskesdas 2013) menjadi 3,5%. Demikian juga proporsi status gizi gemuk turun dari 11,9% (Riskesdas 2013) menjadi 8,0%.

Namun, data itu tentu tidak menampik bahwa masih ada anak yang mengalami status gizi sangat kurus dan gemuk. Untuk mencapai status gizi yang baik, peran nutrisi lebih dari penting.

Nutrisi terbagi atas makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi adalah komponen nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar seperti protein dan karbohidrat, sedangkan mikronutrisi adalah komponen yang hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang kecil, misalnya vitamin dan mineral. Kedua komponen ini sama-sama dibutuhkan oleh anak.

Berikut adalah lima nutrisi yang penting bagi kesehatan anak yang harus Anda ketahui.

  1. Karbohidrat

Karbohidrat berguna sebagai sumber energi bagi tubuh. Dalam menu seimbang, karbohidrat mengisi hingga 55–60 persen dari kebutuhan energi total.

Terdapat dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Contoh karbohidrat kompleks adalah nasi, roti, mi, dan kentang. Sedangkan karbohidrat sederhana adalah buah-buahan, madu, dan susu.

Anda bisa mengombinasikan kedua bentuk karbohidrat ini sesuai dengan waktu dan karakteristiknya. Misalnya saat sarapan, berikan anak asupan yang mengandung karbohidrat sederhana sehingga energinya dapat segera dipakai beraktivitas dan tidak menyebabkan anak lemas atau mengantuk.

  1. Protein

Protein adalah komponen penting untuk membentuk sebagian besar berat tubuh dan berbagai sel dalam tubuh. Hal ini membuat kuantitas dan kualitas asupan protein sangat penting bagi kesehatan anak. Selain dari karbohidrat, protein juga dapat menghasilkan energi di mana setiap 1 gram protein dapat menghasilkan 4 kalori.

Sumber protein terbagi menjadi protein hewani dan nabati, dan keduanya memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing. Jenis protein hewani adalah yang berasal dari ayam, daging, ikan, telur, dan susu. Sedangkan protein nabati dapat diperoleh dari tahu, tempe, dan berbagai biji-bijian serta kacang-kacangan lainnya.

  1. Lemak

Lemak sering kali diidentikkan sebagai sesuatu yang buruk. Padahal, lemak tetap dibutuhkan oleh tubuh terutama pada anak yang dalam masa pertumbuhan, tentunya dalam takaran yang sesuai.

Dalam menu makan seimbang, komposisi lemak hendaknya mengisi tidak lebih dari 30 persen. Hindari membatasi asupan lemak terlalu ekstrem karena komposisi kurang dari 15–20 persen justru dapat menyebabkan anak gagal tumbuh.

Hal yang terpenting dalam pemberian lemak adalah memastikan bahwa lemak tersebut sehat. Lemak, serupa dengan protein, juga dapat diperoleh dari sumber hewani ataupun nabati.

Lemak hewani terdapat pada minyak ikan, kuning telur, dan produk susu seperti mentega. Sedangkan lemak nabati dapat diperoleh dari santan, kelapa, dan kacang-kacangan seperti kacang tanah.

  1. Vitamin

Vitamin terdiri atas empat vitamin larut lemak dan dua vitamin larut air. Vitamin yang termasuk dalam kategori larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K, sedangkan yang larut air adalah vitamin B kompleks dan vitamin C.

Tentunya, masing-masing vitamin ini memiliki fungsi dan sumber yang berbeda-beda (meski ada beberapa jenis makanan yang mengandung beberapa jenis vitamin sekaligus), sehingga penting untuk memastikan anak mendapatkannya secara seimbang.

Perlu diingat juga bahwa vitamin termasuk ke dalam mikronutrisi sehingga hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Tidak ada kewajiban bagi orang tua untuk memberikan suplemen dengan kandungan vitamin yang terlampau tinggi untuk anak.

  1. Mineral

Selain vitamin, mineral adalah komponen mikronutrisi yang juga penting untuk tubuh. Beberapa mineral yang esensial untuk kesehatan, antara lain zat besi, kalsium, kalium, dan zink.

Mineral dibutuhkan untuk menunjang berbagai fungsi tubuh. Misal, zat besi bermanfaat bagi kesehatan darah dan sirkulasi oksigen, kalsium vital untuk kesehatan tulang dan gigi, serta kalium turut mendukung kerja otot dan menjaga tekanan darah.

Jangan putus asa untuk selalu berkreasi dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas asupan nutrisi anak demi mendukung kesehatannya, serta mencegah  kekurangan gizi maupun kelebihan gizi. Penting juga untuk dapat mengidentifikasi alergi pada anak dan mempelajari apa yang disukainya dan tidak, sehingga anak tidak kesulitan makan.

Melakukan tes gen pada anak sedari dini akan membantu Anda untuk dapat memenuhi kebutuhan asupan makanan, suplementasi, dan olahraganya sesuai dengan gen. Hal ini akan membuat kualitas hidup dan kesehatan anak menjadi lebih baik. Bahkan risiko penyakit degeneratif atau penyakit Non-Communicable Desease dapat diturunkan dengan menerapkan pola hidup sehat dan gizi seimbang.

[RS/ RH]