Awas, Orang Dewasa Juga Bisa Cacingan

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 04 Dec 2018, 14:00 WIB
Penyakit cacingan identik dengan anak-anak. Siapa sangka, ternyata orang dewasa juga bisa terkena. Kenali gejala dan cara mencegahnya!
Awas, Orang Dewasa Juga Bisa Cacingan (Liza5450/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Cacingan mungkin sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Penyakit yang menyebabkan berbagai keluhan di bagian perut ini umumnya menyerang mereka yang masih anak-anak. Namun, siapa sangka, cacingan ternyata juga bisa menyerang dan menyebabkan berbagai gejala pada orang dewasa.

Cacingan itu sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing atau parasit yang tinggal dalam usus manusia. Parasit tersebut bertahan hidup dengan cara mengambil sari makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan.

Secara umum, cacingan bisa menyebabkan berbagai gejala sebagai berikut:

  • Nyeri perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Mudah lelah
  • Terjadi penurunan berat badan

Cacingan pada orang dewasa

Cacingan pada orang dewasa bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Berikut ini adalah jenis cacing dan bagaimana hewan tersebut menyebabkan cacingan pada orang dewasa:

  • Cacing gelang

Cacing gelang atau ascaris lumbricodes banyak ditemukan pada lingkungan yang tidak bersih. Telur dari cacing ini dapat menempel di tangan atau sela-sela kuku dan masuk ke dalam tubuh, khususnya jika Anda tidak menjaga kebersihan tangan dengan saksama.

Gejala yang sering terjadi akibat adanya infeksi cacing gelang adalah mual, muntah, diare, nyeri perut, nafsu makan menurun, dan terjadi penurunan berat badan.

1 of 3

Selanjutnya

  • Cacing tambang

Ada dua jenis cacing tambang yang sering menyerang manusia, yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Keduanya dapat masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk telur apabila Anda memiliki kebiasaan tidak memakai sandal saat beraktivitas di luar rumah, apalagi bila area tersebut sudah terkontaminasi feses.

Gejala yang muncul akibat infeksi cacing tambang, misalnya gatal dan ruam di kulit, sakit perut, menurunnya nafsu makan, mudah lelah, dan penurunan berat badan. Jika tidak segera ditangani, penderita bisa mengalami buang air besar berdarah.

  • Cacing kremi

Cacing kremi atau oksiuriasis merupakan jenis cacing yang berukuran kecil, kurang lebih 2 mm, yang dapat menular melalui sentuhan langsung dengan kulit atau benda yang sudah terkontaminasi. Telur cacing tersebut dapat pula masuk ke dalam tubuh melalui mulut ataupun hidung, menetap di saluran cerna, menetas, dan akan bertelur kembali di area anus saat malam hari.

Ketika cacing kremi masuk ke dalam tubuh, gejala yang timbul dapat berupa gatal pada anus saat malam hari, ruam, dan nyeri.

  • Cacing pita

Cacing pita atau taenia merupakan jenis cacing yang membutuhkan tempat (inang) untuk hidup, biasanya pada tubuh manusia ataupun binatang. Telur cacing ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan, seperti daging mentah atau setengah matang, juga akibat berkontak dengan feses binatang yang terdapat telur cacing pita.

Gejala yang muncul saat seseorang terinfeksi cacing pita adalah sakit perut, mual dan muntah, diare, sulit tidur, pusing, serta penurunan nafsu makan dan berat badan.

  • Cacing cambuk

Cacing cambuk atau trichuris trichiura merupakan jenis cacing yang hidup di lingkungan lembap dan tidak bersih. Cacing tersebut dapat masuk ke dalam tubuh jika Anda mengonsumsi buah atau sayur yang masih terkontaminasi tanah yang mengandung cacing cambuk, atau tidak dicuci bersih sebelumnya.

Gejala yang muncul akibat infeksi cacing cambuk, yaitu buang air besar disertai lendir dan darah, mual dan muntah, penurunan berat badan dan sakit kepala.

2 of 3

Mencegah cacingan

Penyakit cacingan sangat mudah terjadi. Kendati begitu, Anda bisa berupaya agar terhindar dari keadaan yang mengganggu kesehatan ini.

Adapun beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya cacingan, di antaranya:

  • Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir, khususnya sebelum makan, setelah dari kamar mandi, dan sesudah berpergian ke luar rumah
  • Potong kuku secara teratur
  • Rutin membersihkan area kamar mandi dan toilet
  • Jangan berbagi pakaian atau handuk dengan orang lain
  • Hindari megonsumsi daging mentah atau setengah matang
  • Pastikan sayur dan buah yang Anda konsumsi sudah dicuci hingga bersih dengan air mengalir
  • Minum obat cacing satu tahun sekali

Jika cacingan sudah terlanjur terjadi dan Anda mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan, jangan abai untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Deteksi penyakit sedini mungkin bisa membantu pengobatan agar optimal, sekaligus mencegah komplikasi lebih lanjut dari infeksi cacing.

[NB/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓