Pasangan yang Kasar Bisa Bikin Buruk Gejala Menopause

Oleh Ayu Maharani pada 04 Dec 2018, 14:15 WIB
Tak cuma memicu gangguan psikis, pasangan yang kasar juga bisa memperburuk gejala menopause. Bagaimana mengatasi kondisi ini?
Pasangan yang Kasar Bisa Bikin Buruk Gejala Menopause (Katarzyna Białasiewicz/123rf)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita ingin hidup bersama pasangan yang sabar dan penyayang. Namun sayangnya, tak semua wanita beruntung menemukan sosok laki-laki dengan kriteria tersebut. Tak jarang pasangan mereka kasar, baik secara fisik maupun verbal. Tak cuma dapat mengganggu kesehatan mental, memiliki pasangan yang kasar konon dapat memperburuk gejala menopause yang umumnya dialami oleh perempuan di atas 40 tahun. Benarkah demikian?

Dilansir dari Web MD, para peneliti menemukan bahwa wanita yang secara emosional disiksa oleh pasangannya, berisiko lebih tinggi untuk lebih banyak dan sering berkeringat di malam hari. Tak cuma itu, wanita yang mendapat perlakukan buruk dari pasangannya juga memiliki gejala hot flush – panas dalam tubuh - yang lebih parah dan sakit saat berhubungan seksual.

“Data menunjukkan, wanita yang memiliki pengalaman kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan emosional, seperti diancam, diolok-olok, serta dianggap bodoh, mengalami PTSD (gangguan traumatis pasca-trauma) yang signifikan. Hal itu dapat memengaruhi kesehatan wanita di sisa hidupnya,” ujar Carolyn Gibson, psikolog Penelitian Klinis dari University of California, San Francisco.

Secara tradisional, perubahan atau segala kondisi gejala menopause dipengaruhi faktor hormonal, kondisi kesehatan kronis, serta suasana hati. Nah khusus untuk kasus ini, memburuknya gejala menopause sangat dipengaruhi oleh suasana hati yang tidak baik alias stres berat. Jadi, trauma memang berperan penting dalam mengubah hormonal sehingga turut berdampak pada gejala menopause.

Sementara itu, para peneliti menemukan bahwa di antara 2.000 wanita paruh baya, setiap 1 dari 5 wanita tersebut pernah mengalami KDRT. Alhasil, para wanita yang memiliki pengalaman buruk itu 50 persen lebih tinggi untuk berkeringat di malam hari. Selain itu, wanita 60 persen lebih tinggi kemungkinannya untuk mengalami sakit yang hebat saat berhubungan seksual akibat iritasi vagina dan perlakuan seksual yang berisiko. Sehingga, ketidakpercayaan diri dan ketidaknyamanan atas tubuhnya sendiri juga dialami oleh mereka. Di sisi lain, wanita dengan PTSD pun tiga kali risikonya untuk terkena gangguan tidur di malam hari.

1 of 2

Bentuk dukungan pasangan

Oleh karena itu, pasangan harus mendukung wanita secara moral yang sedang menjalani fase menopause. Bentuk dukungan yang dapat diberikan antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tetap sabar

Wanita menopause memiliki emosi yang cenderung naik-turun. Pasangan harus tetap sabar dan tidak terpancing agar suasana tidak semakin chaos.

  • Dengarkan keluhannya

Ada kalanya wanita mengeluhkan soal perubahan yang dialaminya selama menopause. Jadi, dengarkan saja setiap keluhan yang keluar dan hindari memberikan penilaian seperti meremehkan. Sebaliknya, berikan motivasi dan kata-kata yang menenangkan.

  • Dukung minat dan kesehatannya

Memasuki masa menopause, berarti si wanita sudah memiliki waktu luang yang lebih banyak karena kegiatannya tidak akan diganggu oleh siklus menstruasi atau hamil. Untuk itu, biarkan saja pasangan Anda melanjutkan hobinya yang sempat terhenti sembari ingatkan selalu untuk mengonsumsi makanan yang bergizi atau cek kesehatan secara berkala bersama-sama.

  • Bantu urus pekerjaan rumah

Saat seorang wanita mulai mengalami gejala menopause yang terbilang parah, tak ada salahnya pasangannya mau membantu membereskan atau melakukan pekerjaan rumah yang sempat tertunda akibat rasa tidak nyaman yang tengah dialami.

Jadi, pasangan yang kasar dapat memberikan tekanan batin yang berujung pada stres berat dan trauma pada wanita yang ada dalam masa menopause. Perasaan negatif tersebut akhirnya memengaruhi kondisi hormonal sehingga dapat memperburuk gejala menopause yang dialami wanita.

Oleh sebab itu, Anda yang memiliki pasangan yang sedang berada di masa menopause, berilah dukungan dan kesabaran. Jangan membebani atau menuntutnya dengan banyak hal agar gejala menopause tidak bertambah berat.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓