Anak Sering Menelan Pasta Gigi, Berbahayakah?

Karena rasanya yang cenderung manis, tak sedikit anak yang doyan menelan pasta gigi. Apakah ini berbahaya?
Anak Sering Menelan Pasta Gigi, Berbahayakah? (Masik0553/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menjaga kesehatan gigi dan mulut harus ditanamkan sejak sedini mungkin. Salah satunya, Anda dapat mulai mengajari anak menggosok gigi sejak kemunculan gigi pertamanya. American Dental Association (ADA) pun menyarankan agar anak yang sedang berlatih menggosok gigi dengan pasta gigi. Nah, namanya juga anak-anak, karena pasta gigi anak rasanya cenderung manis, ia malah sering menelan pasta gigi. Apakah kebiasaan ini aman?

Anjuran anak menggunakan pasta gigi saat menggosok gigi adalah karena adanya kandungan fluorida (fluoride). Fluorida berfungsi mencegah gigi berlubang, memperkuat lapisan enamel gigi, membatasi pertumbuhan bakteri di dalam mulut, serta memperlambat hilangnya mineral dari enamel gigi.

Baca Juga

Biasanya, agar anak senang dan bersemangat saat waktunya menggosok gigi, orang tua membelikannya sikat gigi warna-warni bergambar atau berbentuk karakter kesukaannya, dilengkapi pasta gigi dengan berbagai rasa. Nah, karena rasa pasta gigi biasanya manis, tak sedikit anak-anak yang setelah “mencicipi” kemudian menelan pasta gigi tersebut saat menggosok giginya.

Waspadai fluorosis, akibat anak sering menelan pasta gigi

Sebetulnya kebiasaan anak yang sering menelan pasta gigi adalah karena usia mereka yang masih terlalu kecil, yang umumnya belum bisa meludah atau berkumur dengan benar. Selain itu, alasan lainnya adalah rasanya yang mereka anggap enak.

Sebetulnya, sebagai orang tua Anda tak perlu merasa terlalu khawatir kalau anak sering menelan pasta gigi, karena ini tak sepenuhnya berbahaya. Namun, pengawasan tetap harus dilakukan karena terlalu sering menelan pasta gigi dapat menimbulkan fluorosis atau mottled teeth pada gigi.

Fluorosis adalah suatu kondisi munculnya garis-garis halus berwarna putih atau cokelat. Kondisi ini hanya terjadi pada anak-anak yang berusia lebih muda akibat terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi fluorida.

Perlu diketahui bahwa fluorosis bukanlah merupakan suatu penyakit. Kondisi ini juga tidak memengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Hanya saja fluorosis dapat memengaruhi penampilan fisik si Kecil.

Dalam jumlah yang tepat fluorida dianggap dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan gigi. Namun, jika terlalu banyak, justru dapat menimbulkan masalah pada gigi. Maka dari itu, Anda perlu tahu dan memperhatikan pemberian pasta gigi pada masing-masing umur. ADA mengimbau adanya dampingan dan pengawasan orang tua atau pendamping saat anak menggosok gigi dengan pasta gigi.

1 dari 2

Ukuran pasta gigi yang sesuai dengan usia anak

loading

Pastikan anak tidak menambahkan pasta gigi secara berlebihan ke sikat giginya. Ukuran pemberian pasta gigi yang sesuai dengan usia anak antara lain:

  • Usia 0-3 tahun

Pada usia ini, anak disarankan untuk menggosok giginya hanya dengan air. Namun, bila diperlukan pasta gigi yang mengandung fluoride, Anda dapat memberikannya dengan ukuran sebesar biji gandum.

  • Usia 3-6 tahun

Pada usia ini, anak bisa diberikan pasta gigi berfluorida seukuran kacang polong. Selain menyesuaikan ukuran pasta gigi, pastikan juga anak menggosok giginya sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

Untuk mencegah terjadinya fluorosis, selain dari pemberian pasta gigi yang sesuai dengan usianya, Anda dapat mengajari anak untuk berkumur. Berikan ia contoh dengan berkumur bersama-sama agar anak bisa mengikutinya. Meski terkadang ia masih saja menelan, tapi lama-kelamaan akan berkurang.

Pemberian pasta gigi yang mengandung fluorida punya peran dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Namun, jika anak cenderung suka dan sering menelan pasta gigi, Anda tak perlu terlalu khawatir. Meski ada risiko anak terkena fluorosis, tapi Anda bisa meminimalkan risiko ini dengan pemberian pasta gigi yang sesuai dengan usia anak.

[RN/ RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Cara Menaikkan Berat Badan Anak yang Terlalu Kurus

Info Sehat
04 Des

Cara Mengajarkan Anak Mengenali Berita Hoaks di Internet

Info Sehat
04 Des

Mewujudkan Rumah Sehat Bebas Kuman Penyebab Penyakit

Info Sehat
03 Des

Bahaya Tersembunyi di Balik Vitamin untuk Anak

Info Sehat
03 Des

Tumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak Difabel dengan Cara Ini

Info Sehat
03 Des

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk