8 Kesalahan yang Bisa Dilakukan Orang Tua pada Anak

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 06 Des 2018, 11:00 WIB
Beberapa kesalahan yang dilakukan orang tua pada anak dapat menyakiti kesehatan mental maupun fisik dalam jangka panjang. Apa saja?
8 Kesalahan yang Bisa Dilakukan Orang Tua pada Anak (Riopatuca/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menjadi orang tua memang tidak mudah. Meski sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk anak, ada saja tindakan yang tanpa disadari menyakiti dan berdampak negatif pada anak. Tanpa disadari, kesalahan itu berdampak panjang pada anak bahkan dibawa hingga dia dewasa. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang umum dilakukan orang tua pada anak, baik disengaja maupun tidak.

  • Memberi terlalu banyak pilihan

Banyak orang tua yang berpikir bahwa anak seharusnya memiliki banyak pilihan terhadap apa pun. Namun realitanya, banyak pilihan akan membuat anak mudah kewalahan.

  • Terlalu sedikit atau berlebihan memuji

Jika tidak dipuji maka anak akan merasa tidak dihargai, sedangkan jika setiap hal Anda puji, mereka akan merasa harus ada upah untuk segala hal yang mereka lakukan. Tentu ini akan berdampak buruk.

  • Terlalu memanjakan mereka

Pada kebanyakan kasus, orang tua berusaha  membahagiakan anak dengan melakukan apa pun yang diminta. Cara ini tidak mendidik dan bisa membuat anak menjadi manja. Anak sebaiknya belajar untuk membahagiakan diri sendiri, dan orang tua seharusnya tidak pernah memaksakan seorang anak untuk bahagia.

  • Membuat mereka terlalu sibuk

Kebanyakan orang tua percaya bahwa dengan menyibukkan anak dengan les maupun keterampilan secara berlebihan, akan mencegah mereka dari hal-hal negatif. Namun, akibatnya anak menjadi sering kali merasa kelelahan (burnout).

  • Menyembunyikan informasi penting dari anak, misalnya seks

Kebanyakan orang tua takut akan kenyataan bahwa seks harus dibicarakan. Tidak membicarakan tentang seks seakan melegakan orang tua. Namun, pemahaman anak yang salah tentang seks berpotensi membuat anak berperilaku menyimpang akibat tidak memiliki informasi yang adekuat.

  • Terlalu kritis terhadap kesalahan anak

Orang tua sering kali percaya bahwa kritik akan membuat anak berubah dan berusaha berperilaku lebih baik. Namun, pola asuh seperti ini akan membuat anak menjadi perfeksionis dalam segala hal. Sehingga ketika melakukan kesalahan, mereka merasa seperti manusia tidak berguna dan akan merasa marah. Sikap negative seperti itu rentan membuat anak bertindak gegabah termasuk melakukan  tindakan bunuh diri.

  • Menggunakan rasa malu, ancaman, maupun pengucilan

Dalam mendidik anak, ada pula orang tua yang mengancam dan mengucilkan anak, atau membuatnya merasa malu. Ketiga hal ini tidak akan efektif dalam menghukum anak akibat perbuatannya. Hal ini hanya berefek jangka pendek, serta tidak lama kemudian anak tidak akan peduli dan tetap acuh.

  • Membiarkan anak terlalu lama dengan gawai

Ada pula orang tua yang tidak membatasi waktu anak menggunakan televisi, video, permainan, telepon genggam, bahkan komunikasi virtual. Hal ini jelas buruk bagi anak karena dapat mengganggu kesehatan mata, serta penurunan kemampuan motorik anak. Orang tua harus melarang anak menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bermain gawai atau menonton televisi.

Selain hal-hal di atas, masih banyak kebiasaan orang tua – yang sebenarnya merupakan kesalahan – yang sering dilakukan terhadap anak. Karena kesalahan tersebut sering dilakukan akhirnya menjadi pola asuh orang tua dalam mengasuh anak.

Oleh karena itu, orang tua harus segera menyadari deretan kesalahan yang dilakukannya dalam mengasuh anak. Pola asuh yang tepat terhadap anak sangatlah penting untuk membentuk manusia berkualitas di masa depan. Selain itu, pola asuh yang sehat juga membuat hubungan orang tua dan anak menjadi lebih sehat pula.

[HNS/ RVS]