4 Aksesori ini Bikin Kopi Kehilangan Manfaat

Oleh dr. Melyarna Putri pada 06 Des 2018, 14:15 WIB
Kopi kerap tak pernah diminum “sendirian”. Ada beberapa “aksesori” tambahan yang justru bisa bikin kopi kehilangan manfaatnya. Apa saja?
4 Aksesori ini Bikin Kopi Kehilangan Manfaat (Torjrtrx/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak hanya nikmat, kopi juga diketahui membawa banyak kebaikan bagi peminumnya selama dikonsumsi dalam batas wajar. Hanya saja, biasanya kopi tak pernah diminum “sendirian”, dalam arti kerap ditemani berbagai “aksesori” alias tambahan yang disesuaikan dengan selera peminumnya. Padahal, tambahan tersebut bisa bikin kopi kehilangan manfaatnya.

Faktanya, sudah ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kandungan kopi memiliki manfaat bagi kesehatan. Mulai dari:

  • Meningkatkan level energi dan kecerdasan
  • Mengurangi risiko diabetes tipe 2
  • Melindungi dari penyakit Alzheimer dan demensia
  • Membantu menurunkan berat badan
  • Mengobati depresi dan membuat lebih bahagia
  • Membantu meningkatkan asupan serat
  • Memperpanjang umur

Meski demikian, untuk mendapatkan berbagai manfaat kopi secara optimal, ada persyaratan yang perlu dipenuhi.

Hati-hati jika sering menambahkan ini ke kopi Anda

Menjamurnya kedai kopi sejalan dengan bertambahnya varian kopi yang ditawarkan. Selain si klasik kopi hitam, banyak aksesori lainnya yang kerap ditambahkan seperti alpukat, berbagai perasa (vanila, hazelnut, dan lain-lain), krim, kental manis, whipped cream, bubuk cokelat, chocolate chip, dan masih banyak lagi.

Nah, Anda perlu mengetahui beberapa “aksesori” tambahan yang malah bisa bikin kopi Anda kehilangan manfaatnya. Mulai sekarang, hindari kesalahan cara minum kopi dengan menambahkan ini:

  1. Air yang mendidih

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa suhu air yang digunakan untuk menyeduh kopi tak boleh mendidih. Suhu maksimalnya adalah 70 derajat Celcius. Kopi dikatakan “matang” pada suhu tersebut. Jika yang dipakai untuk menyeduh adalah air mendidih, maka kopi akan “kematangan”.

  1. Gula dan pemanis buatan

Sebagian orang lebih suka kopinya manis, sehingga gula atau pemanis buatan lainnya kerap ditambahkan sesuai selera. Padahal, penggunaan tambahan tersebut diketahui secara luas berdampak pada peningkatan gula darah. Jika ini terus dilakukan dalam jangka panjang, tentunya dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes di kemudian hari.

Ingin yang lebih aman? Sekarang ini ada banyak alternatif bahan lain penambah rasa manis untuk kopi Anda, seperti kayu manis, gula aren, atau stevia.

  1. Non-dairy creamer

Creamer merupakan salah satu bahan populer yang ditambahkan ke dalam kopi. Sebaiknya hindari bahan ini. Ini karena komposisi non-dairy creamer yang terdiri dari minyak sayur terhidrogenasi (atau dengan kata lain lemak trans buatan) dan sirup jagung, sama saja dengan gula dan kalori kosong. Penggunaan bahan tambahan ini secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penimbunan lemak dan gula darah tubuh. Pada akhirnya, risiko tersebut berlanjut pada meningkatnya risiko penyumbatan arteri, penyakit jantung, dan diabetes.

  1. Penambah rasa buatan

Berkembangnya teknologi pangan saat ini mampu menghasilkan tambahan bahan perasa buatan yang dapat digunakan untuk menciptakan kreasi minuman kopi dengan sensasi berbeda. Contohnya adalah hazenut, peppermint, vanila, karamel, dan masih banyak lagi.

Perasa buatan yang disebut di atas tadi pada umumnya tersusun dari gula tebu murni dan pewarna buatan yang menghasilkan sirop perasa. Di satu sisi, perasa buatan ini menampilkan sensasi minum kopi yang berbeda. Namun di sisi lain, kandungan gula yang telah diproses bisa mengakibatkan peningkatan gula darah dalam tubuh. Sebagai alternatif yang lebih aman, cobalah bahan alami seperti bubuk murni vanila, daun min, atau bubuk kacang almon.

Kopi memang minuman yang punya kenikmatan dan daya tarik tersendiri. Meski demikian, konsumsilah dengan benar tanpa “aksesori” yang disebutkan di atas agar kopi yang Anda sesap tak kehilangan manfaatnya. Jangan hanya konsumsi kopi sekadar mengikuti tren, tapi yang terpenting petiklah manfaat baiknya. Coba, deh, “berdamai” dengan secangkir kopi hitam.

[RN/ RVS]