Mengenal Disartria pada Anak, Gangguan Bicara karena Lemah Otot

Oleh Hotnida Novita Sary pada 06 Des 2018, 15:00 WIB
Disartria pada anak, mengakibatkan sistem pernapasan serta otot-otot mulut anak menjadi lemah. Kemampuan bicara pun terhambat.
Mengenal Disartria pada Anak, Gangguan Bicara karena Lemah Otot (Oksana Kuzmina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Otot-otot di bibir, lidah, pita suara, dan diafragma saling bekerja sama untuk membantu kemampuan berbicara dengan jelas. Disartria memengaruhi bagian otak yang mengendalikan otot-otot tersebut. Penderita disartria memiliki otot-otot mulut dan sistem pernapasan yang lemah. Pada bayi dan anak-anak, disartria biasanya terjadi karena adanya cedera lahir yang mengakibatkan trauma otak. Dalam kasus lain, disartria pada bayi saat lahir, bisa juga karena kelainan bawaan.

Anak dan balita dengan disartria tidak memiliki masalah dengan membaca, menulis, dan mendengar. Mereka bisa memahami maksud ucapan Anda atau buku yang sedang dibaca dengan sangat baik. Akan tetapi, ketika berbicara, Anda akan sulit sekali untuk memahami maksud mereka.

Beberapa orang dengan disartria hanya memiliki masalah bicara ringan, tapi ada yang sangat kesulitan untuk mengeluarkan kata. Dokter ahli dokter ahli patologi bicara dapat membantu meringankan masalah disartria ini.

Apa saja gejala disartria?

Bayi yang mengalami disartria biasanya sulit diketahui sampai mereka mulai berbicara serta menunjukkan tanda dan gejala gangguan bicara. Tingkat keparahannya juga tergantung pada tempat kerusakan di sistem saraf.

Gejala disartria dapat diperhatikan ketika anak dan balita berbicara dengan terbata-bata, seperti bergumam, berbicara terlalu cepat, berbicara terlalu lambat, atau bicara terlalu lembut seperti berbisik, serta pola berbicara yang tidak normal. Kondisi ini juga bisa mengubah kualitas suara anak. Suara mereka bisa terdengar serak, seperti sedang flu dan demam.

Bicara yang tidak normal ini disebabkan oleh kerusakan pada otot mulut dan wajah. Anak dan balita dengan disartria akan memiliki gerakan terbatas pada rahang, lidah, dan bibir. Selain itu, mereka juga mungkin mengalami masalah menelan dan makan, serta penumpukan air liur yang berlebihan.

Kenali penyebab disartria

Disartria adalah gangguan kemampuan berbicara yang permanen atau sementara karena kerusakan saraf. Pada anak dan balita, gangguan ini akan menyebabkan otot untuk berbicara mereka menjadi lambat, lemah, tidak tepat, dan tidak terkoordinasi.

Karena disartria disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menggerakkan saraf untuk berbicara, tak heran penyakit ini kerap disebabkan oleh penyakit atau terganggunya fungsi otak dan saraf. Disartria antara lain dapat disebabkan oleh:

  • Stroke, terdapat penyumbatan suplai darah atau pendarahan di otak
  • Trauma di otak, biasanya sebagai akibat dari kecelakaan, benturan, infeksi atau keracunan
  • Penyakit degeneratif, seperti Parkinson
  • Tumor otak
  • Operasi otak
  • Celebral palsy
  • Multiple sclerosis

Oleh karena gangguan komunikasi tersebut, para penderita disartria dapat mengalami beberapa masalah, yakni:

  • Kesulitan sosial

Masalah komunikasi dapat berdampak besar pada hubungan dengan keluarga dan teman-teman. Dengan komunikasi yang terganggu, rasa minder, malu, dan tidak percaya diri akan cenderung membatasi pergaulan sosial orang dengan disartria.

  • Depresi

Bagi sebagian orang, para penderita disartria terisolasi secara sosial. Pada akhirnya, situasi itu akan membawa mereka pada depresi.

Agar anak dan balita yang mengalami disartria tidak sampai terisolasi secara sosial dan mengalami depresi, segeralah berkonsultasi dengan dokter ahli patologi bicara untuk penanganan lebih lanjut. Mereka akan memberikan terapi untuk meningkatkan kemampuan bicara anak, artikulasi, latihan pernapasan, dan perbaikan artikulasi. Terapi ini akan membantu anak dan balita meningkatkan kekuatan otot-otot bicara mereka.

Disartria dapat menjadi tanda telah terjadi kondisi yang serius. Jika anak dan balita Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, segera temui dokter atau terapis/ahli patologi bicara. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, gejala disartria pada anak dapat membaik. Selain itu, berilah dukungan moral pada anak yang mengalami disartria, dengan cara itu anak akan tidak merasa terkucil. Baca juga artikel ini.

[RVS]