Kenali Bahan Berbahaya dalam Kosmetik Oplosan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 06 Des 2018, 16:40 WIB
Polisi mengungkap penjualan kosmetik oplosan di Kediri. Kenali bahan-bahan berbahaya yang biasanya ada di kosmetik oplosan.
Kenali Bahan Berbahaya dalam Kosmetik Oplosan (Fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini, penggerebekan pabrik kosmetik di Kediri menggegerkan masyarakat. Kepolisian Jawa Timur mengungkap temuan adanya praktik jual beli kosmetik oplosan yang merupakan produk Derma Skin Care (DSC) di Kediri. Kosmetik oplosan tidak dianjurkan bagi kulit karena mengandung bahan-bahan berbahaya.

Dilansir dari Liputan6.com, pihak kepolisian Jawa Timur berhasil membongkar bisnis kosmetik ilegal beromzet ratusan juta rupiah per bulan. Berdasarkan informasi dari masyarakat. Berbekal informasi tersebut, polisi melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan perempuan berinisial KIL di Kediri yang sudah menjalankan bisnis ini sejak dua tahun lalu.

Produk-produk DSC ini ternyata belum memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Kesehatan. Beredar kabar, kosmetik oplosan ini dibuat dari beberapa merek kosmetik, seperti Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Viva Lotion, Sabun Papaya, Vasseline, dan Sriti.

DSC memasarkan produknya dengan meng-endorse beberapa artis dan menjual sabun muka, krim malam, krim siang, dan serum wajah. Mereka juga tak ragu menjualnya baik secara langsung atau online. Sejauh ini, pangsa pasar DSC adalah kota-kota seperti Kediri, Surabaya, Jakarta, dan Medan.

Bahaya kosmetik oplosan

Seperti disinggung sebelumnya, kosmetik oplosan sangat berbahaya bagi kulit karena bahan dasarnya tidak jelas. Tak jarang, pelaku mencampurkan segala macam merek-merek kosmetik tanpa takaran yang pasti. Bukan tidak mungkin, tercampur bahan-bahan yang terlarang untuk dicampurkan ke dalam kosmetik. Bahan-bahan berbahaya apa yang biasanya ada dalam produk kosmetik oplosan?

1. Steroid

Salah satu bahan yang berbahaya ketika dijadikan kosmetik adalah steroid. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, steroid sering dijumpai di kosmetik oplosan. Bahan ini sangat berbahaya karena membuat kulit menjadi tipis jika dipakai dalam jangka panjang.

“Nantinya pembuluh-pembuluh darah kecil di bawah lapisan kulit akan terlihat oleh si pemakai, jadinya kelihatan seperti guratan-guratan. Pada akhirnya, steroid mengurangi efek perlindungan kulit itu sendiri. Jadi bisa menyebabkan iritasi dan kulit menjadi rentan infeksi," tambah dr. Dyan.

2. Paraben

Bahan ini biasanya digunakan sebagai pengawet pada kosmetik. Bayangkan, dalam kasus kosmetik oplosan, pelaku mencampur beberapa bahan kosmetik yang memiliki paraben di masing-masing produknya. Jumlah paraben yang banyak masuk ke dalam tubuh tentu sangat berbahaya.

"Apalagi pada ibu hamil, paraben itu sebaiknya dihindari karena bisa berefek buruk pada janin. Ini (paraben) banyak terdapat di sunblock," ucap dr. Dyan Mega.

3. Merkuri

Bahan yang juga biasanya dimasukkan dalam kosmetik oplosan adalah merkuri. Zat merkuri biasanya disalahgunakan pada krim pemutih kulit. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya. Dalam konsentrasi yang kecil pun, merkuri masih dapat bersifat racun.

Dalam jangka pendek, pemakaian merkuri dapat menyebabkan diare dan muntah-muntah. Selain itu, efek lainnya adalah perubahan warna kulit yang akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, gangguan ginjal, dan gangguan perkembangan janin (teratogenik).

Mulai sekarang, pilihlah kosmetik yang mendapat izin edar dari BPOM. Selain itu, dr. Dyan Mega menyarankan agar membeli kosmetik di tempat yang tepercaya, baik untuk toko online maupun konvensional. Anda juga patut waspada saat harga kosmetik dijual jauh lebih murah dari sepatutnya. Dengan cermat memilih, Anda akan menyelamatkan diri Anda dari kosmetik oplosan.

[HNS/ RVS]