5 Pantangan Makanan bagi Penderita AIDS

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 09 Dec 2018, 11:35 WIB
Pola makan yang sehat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh penderita AIDS.
5 Pantangan Makanan bagi Penderita AIDS (Andrey_Popov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang, baik yang menderita AIDS atau tidak, disarankan untuk menjalankan pola makan yang sehat. Terutama untuk penderita AIDS, pola makan yang sehat akan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka. Apa kriteria dari pola makan yang sehat?

Menurut US Food and Drug Administration (FDA), ciri-ciri pola makan sehat mencakup nutrisi esensial yang cukup, terdiri atas jenis makanan beragam dari berbagai kelompok makanan, menyediakan cukup energi untuk menjaga berat badan ideal, serta tidak mengandung lemak, gula, garam, dan alkohol yang berlebihan.

Penderita AIDS, yang sudah memiliki sistem imun tubuh yang melemah, perlu lebih memperhatikan pola makannya. Makanan yang sehat dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, makanan yang tidak aman dapat menjadi jalan bagi kuman penyakit untuk menginfeksi penderita AIDS. Selain itu, beberapa makanan dapat memberikan efek samping yang tidak nyaman bagi penderita AIDS.

Makanan apa saja yang sebaiknya dihindari?

1. Makanan yang tidak dipersiapkan dengan aman

Persiapan dalam membuat masakan tidak bisa disepelekan. Makanan apa pun, apabila tidak dipersiapkan secara aman, berpotensi mengandung kuman penyakit. Cara mempersiapkan makanan secara aman adalah dengan:

  • Mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan.
  • Mencuci bahan makanan terutama buah dan sayuran dengan air bersih.
  • Mencuci peralatan memotong - seperti talenan dan pisau - sebelum digunakan dengan air panas dan sabun.
  • Mencairkan makanan beku dari freezer di dalam kulkas atau microwave. Hindari mencairkan makanan pada suhu ruangan.

2. Makanan yang tidak matang

Bagi penderita AIDS, sebaiknya menghindari konsumsi makanan mentah dan setengah matang. Makanan ini berpotensi mengandung kuman, yang dapat sangat merugikan bagi Anda. Makanan mentah yang sering disajikan antara lain sushi serta makanan laut.

Susu yang tidak dipasteurisasi juga lebih baik dihindari. Saat mengonsumsi daging, ikan, serta unggas, pastikan sudah dimasak hingga matang. Anda dapat memeriksa kematangan makanan dengan termometer makanan.

3. Jenis makanan tertentu dan minuman berkarbonasi

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan tertentu seperti kol, brokoli, dan kacang-kacangan. Ada baiknya Anda juga menghindari minuman berkarbonasi seperti soda dan soft drink.

Pasalnya, makanan dan minuman tersebut berpotensi menghasilkan banyak gas dalam perut sehingga Anda merasa kembung. Akibatnya, nafsu makan Anda terganggu sehingga cenderung membuat Anda makan lebih sedikit. Jika dibiarkan berkepanjangan, dapat menyebabkan penurunan berat badan serta membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi.

4. Kafein dan alkohol

Mencukupi kebutuhan cairan sangat penting bagi penderita AIDS. Cairan yang Anda konsumsi dapat membantu pengangkutan nutrisi yang Anda konsumsi ke seluruh tubuh. Selain itu, cairan dapat membantu mengurangi efek samping obat, menghindari dehidrasi, mulut kering, serta konstipasi, serta membantu mengatasi keluhan lelah.

Asupan yang mengandung kafein atau alkohol dapat membuat Anda sering buang air kecil, sehingga memperbanyak pembuangan cairan. Pastikan Anda mengonsumsi minimal 8-10 gelas cairan per hari. Jumlah ini perlu ditambah apabila Anda mengalami diare atau muntah.

5. Makanan tinggi zat besi

Bagi penderita AIDS, disarankan untuk membatasi konsumsi zat besi hingga 45 mg per hari, kecuali disarankan sebaliknya oleh dokter Anda. Zat besi banyak ditemukan pada sayuran hijau, hati, daging merah, dan lain-lain.

Zat besi yang terlalu tinggi dapat meningkatkan aktivitas beberapa jenis bakteri, yang merugikan bagi mereka dengan kekebalan tubuh yang lemah. Suplementasi zat besi juga berpotensi menyebabkan konstipasi.

Demikian beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita AIDS. Pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat, serta dipersiapkan secara aman untuk menjaga kesehatan. Lakukan juga pola hidup sehat lainnya, seperti olahraga, agar sistem kekebalan tubuh Anda meningkat.

[RS/ RVS]