Bahan Kimia dalam Sampo dan Sabun Picu Pubertas Dini?

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 09 Dec 2018, 12:00 WIB
Bahan kimia dalam sampo dan sabun tidak hanya memengaruhi kesehatan dan keindahan rambut serta kulit, namun juga rentan picu pubertas dini.
Bahan Kimia dalam Sampo dan Sabun Picu Pubertas Dini? (Oleksandr-Nagaiets/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rambut yang indah dan terawat berawal dari penggunaan sampo yang berkualitas baik. Sampo yang berkualitas baik akan dapat membersihkan rambut dari berbagai macam kotoran, sekaligus mencegah rambut kering, ketombe, dan kerontokan. Namun saat ini, dilansir dari Health Days News, ada sampo dan sabun yang terpapar bahan kimia yang terkait dengan pubertas dini pada remaja perempuan.

Kandungan kimia yang terdapat dalam produk perawatan rambut dan badan itu tersebut antara lain berupa zat ftalat, paraben, dan fenol. Kim Harley, seorang peneliti kesehatan masyarakat di University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui beberapa cara. Antara lain, penyerapan di kulit, dihirup, atau dicerna.

Yang berbahaya, bahan-bahan kimia tersebut akan dengan mudah masuk ke dalam metabolisme yang nantinya terekskresi lewat urine. Paparan rutin terhadap bahan - bahan kimia ini dapat memengaruhi masa pubertas dini di kalangan remaja perempuan.

Meskipun produk perawatan ini telah menghiasi toko kesehatan dan kecantikan ternama, hal tersebut tidak menjamin lolos uji dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui zat berbahaya apa saja yang terkandung dalam produk perawatan rambut dan kulit tersebut.

Berikut beberapa zat berbahaya yang seharusnya Anda hindari dalam memilih sabun dan sampo, menurut dr. Adelin Jaclyn dari KlikDokter.

1. Ammonium lauryl sulfate (ALS) atau sodium laureth sulfate (SLES)

Sulfat merupakan detergen sangat kuat yang baik untuk melepaskan minyak dari rambut. Namun begitu, zat ini berisiko menghilangkan kelembapan. Sulfat termasuk ke dalam jenis surfaktan, yaitu senyawa yang dapat mengurangi tekanan pada permukaan. Bahan ini umum digunakan dalam sampo.

Sulfat bekerja melalui reaksi kimia, yaitu dengan mengikat sebum dan air pada kulit kepala. Saat Anda membilas sampo, surfaktan mengangkat semua minyak di kepala dan sisanya.

Alat pembersih ini sangat keras sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada rambut, membuatnya rapuh dan kusut. Bahan ini juga dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang yang memiliki kulit sensitif.

2. Sodium lauryl sulfate (SLS)

Detergen ini pada dasarnya bekerja seperti SLES pada rambut. SLS umum digunakan pada banyak produk rumah tangga, seperti pembersih tubuh, pasta gigi, dan produk pembersih. Namun, SLS dapat menyebabkan mutasi gen dan efek toxsic lainnya pada tubuh manusia.

3. Paraben

Paraben biasa ditemui pada bahan sampo. Bahan ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada banyak kosmetik dan sampo. Paraben dapat menyerupai hormon estrogen dan telah dikaitkan dengan peningkatan perkembangan sel kanker payudara.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki konsentrasi paraben lebih tinggi dibandingkan pria sebagai akibat dari penggunaan produk kosmetik dan perawatan tubuh yang lebih banyak.

Hindari produk sampo dan sabun yang mengandung bahan kimia berbahaya yang bukan saja merusak rambut dan kulit, tapi berefek panjang pada tubuh, seperti pubertas dini. Karena itu, Anda dapat lebih jeli dan cermat dalam memilih produk perawatan rambut. Tidak ada salahnya, Anda sempatkan waktu untuk sejenak membaca label kandungan pada produk sampo dan sabun.

[HNS/ RVS]