Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan

Oleh Bobby Agung Prasetyo pada 10 Dec 2018, 13:15 WIB
Tak hanya terlihat asri, ruang terbuka hijau juga mampu memberikan berbagai manfaat kesehatan yang tak Anda kira.
Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan (Kristi Blokhin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ruang terbuka hijau menjadi salah satu syarat untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Tak sekadar memberikan pemandangan yang lebih nyaman dilihat, namun ruangan terbuka hijau sanggup memberikan manfaat yang signifikan untuk kesehatan Anda.

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, banyak faktor yang menentukan lingkungan sehat. Hal tersebut meliputi ketersediaan transportasi umum, ruang terbuka hijau, kelengkapan layanan kesehatan, hingga sarana pendidikan yang layak.

“Selain itu, perlu juga adanya upaya pencegahan penyakit dan pengurangan pencemaran lingkungan. Kota yang sehat akan membuat penduduknya dapat menjalani gaya hidup sehat sehingga kualitas hidupnya baik secara fisik,” tambah dr. Fiona.

Setiap tahunnya, Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan Swasti Saba bagi kota atau kabupaten yang dianggap sehat. Penghargaan tersebut salah satunya melibatkan penilaian terkait adanya ruang terbuka hijau, sehingga ini membuktikan bahwa keberadaannya dinilai penting.

Ruang terbuka hijau dan manfaatnya untuk kesehatan

Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan di jurnal medis “Journal of the American Heart Association”, tinggal di lingkungan dengan banyak ruang terbuka hijau bisa berdampak baik terhadap kesehatan jantung.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa lingkungan yang padat pepohonan, semak-semak, atau vegetasi hijau lainnya mungkin baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah,” kata Aruni Bhatnagar, salah satu penulis penelitian sekaligus direktur Pusat Diabetes dan Obesitas di Universitas Louisville, Amerika Serikat, kepada WebMD.

Penelitian ini meneliti efek lingkungan yang memiliki banyak ruang hijau terbuka selama lima tahun terhadap orang-orang yang melakukan rawat jalan di klinik kardiologi Universitas Louisville. Sebagian besar partisipan berisiko mengalami penyakit kardiovaskular. Selama rentang waktu penelitian, para peneliti mengumpulkan sampel darah dan urine dari 408 orang, dari usia, etnis, dan level sosio-ekonomi yang berbeda-beda.

Para peneliti kemudian menilai sampel tersebut sebagai penanda kerusakan pembuluh darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Para peneliti juga mengukur kepadatan ruang hijau terbuka yang tersedia dengan tingkat polusi di mana para peserta tinggal. Mereka menemukan bahwa lingkungan tempat tinggal dengan lebih banyak vegetasi, orang-orangnya memiliki level epinefrin yang lebih rendah dalam urinenya, yang mana ini merupakan indikasi tingkat stres yang lebih rendah.

1 of 2

Efek epinefrin pada wanita

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan kadar F2-isoprostane yang lebih rendah pada urine partisipan. Kondisi tersebut mengindikasikan lebih rendahnya stres oksidatif (kerusakan pembuluh darah dan organ tubuh akibat gerakan radikal bebas yang labil dan tak terkendali) dan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Kaitan ruang terbuka hijau dengan epinefrin ditemukan lebih besar dirasakan partisipan wanita, partisipan yang tak pernah mengalami serangan jantung, serta partisipan yang tidak sedang dalam terapi beta blocker (obat untuk mengurangi tekanan jantung dan beban kerjanya). Meski demikian penelitian ini tidak membuktikan bahwa ruang hijau terbuka benar-benar dapat  menurunkan risiko penyakit jantung, melainkan hanya mengamati sebuah asosiasi.

Sebelumnya ada pula penelitian di Inggris yang menemukan bahwa penduduk kota yang tinggal di dekat ruang terbuka hijau akan merasakan dampak positif yang berkelanjutan. Penelitian yang diterbitkan di jurnal “Environmental Science and Technology” ini menyebut bahwa akses terhadap taman kota bisa mengurangi atau mengatasi depresi dan kecemasan.

Pada dasarnya, lingkungan fisik maupun nonfisik akan membentuk karakter dan kesehatan manusia yang hidup di dalamnya. Akses terhadap ruang terbuka hijau atau taman bisa memotivasi penduduk yang tinggal di sekiatarnya untuk lebih aktif bergerak, seperti berolahraga. Olahraga akan sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Tak hanya itu, manfaat dengan adanya ruang terbuka hijau juga membuat warga sekitar bisa menikmati kualitas udara yang lebih baik, sehingga memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit pernapasan.

[RN/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓