Mengenal Lebih Dekat Seputar Sindrom Ovarium Polikistik

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 11 Dec 2018, 08:30 WIB
Mari berkenalan dengan sindrom ovarium polikistik, si pengganggu kesuburan seorang wanita.
Mengenal Lebih Dekat Seputar Sindrom Ovarium Polikistik (Magic Mine/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sindrom ovarium polikistik atau Polycistic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan salah satu gangguan pada indung telur yang umumnya akan memengaruhi siklus haid seorang wanita. Sindrom ini dialami setidaknya 1 dari 10 wanita usia 15-44 tahun.

Faktanya tidak semua orang menyadarinya. Data menunjukkan 70 persen wanita dengan PCOS tidak pernah menyadari adanya gangguan ini dalam dirinya. Tak heran, umumnya sindrom ini baru terdeteksi ketika seseorang datang ke dokter dan mengeluhkan gangguan haid atau sulit mendapat keturunan.

Ya, salah satu komplikasi dari sindrom ovarium polikistik ini adalah infertilitas atau sulit hamil. Apakah Anda, kerabat atau keluarga mengalami masalah serupa? Waspadalah, jangan-jangan sindrom inilah penyebabnya.

Mengenal pola haid normal

Setiap wanita dewasa akan mengalami periode haid setiap bulannya. Dua hormon yang berperan dalam pengaturan ini adalah follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH).

FSH bertugas mematangkan sel telur di dalam indung telur atau ovarium. Ketika sel telur sudah matang, kemudian LH yang bertugas mengatur pelepasan sel telur untuk kemudian dibuahi oleh sperma.

Siklus inilah yang penting untuk dijaga tetap lancar ketika seorang wanita sedang menjalankan program hamil. Bila ada salah satu dari siklus ini yang terganggu, maka kesuburannya yang akan dipertaruhkan.

1 of 2

Gangguan haid pada sindrom ovarium polikistik

Pada sindrom ovarium polikistik, pola haid di atas bisa menjadi kacau akibat terbentuknya kista atau kantung berisi cairan di dalam sel telur. Kista ini umumnya terbentuk dalam berbagai ukuran dan menghambat pematangan sel telur.

Akibatnya, sel telur tersebut tidak pernah menjadi matang dan tidak dilepaskan ke salurannya. Inilah yang menjadi alasan mengapa seorang dengan PCOS umumnya mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.

Salah satu tanda seseorang mengalami sindrom ini adalah adanya siklus haid yang kacau atau jarak haid yang sangat panjang. Tidak jarang, wanita dengan sindrom ini hanya mengalami beberapa kali haid saja dalam kurun waktu 1 tahun.

Selain gangguan haid, ada beberapa gejala yang juga dialami seorang dengan PCOS, yaitu :

  • Tumbuhnya rambut di wajah atau hirsutisme
  • Jerawat di wajah maupun bagian tubuh lainnya
  • Kebotakan rambut
  • Sulit menurunkan berat badan
  • Kulit menjadi lebih gelap.

Untuk memastikan seseorang terkena PCOS atau tidak, harus dilakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan fisik, USG dan juga pemeriksaan hormonal.

Penyebab dan penanganan sindrom ovarium polikistik

Walaupun sejauh ini belum diketahui pasti penyebabnya, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya PCOS. Faktor tersebut meliputi resistensi insulin, yakni hormon pengatur gula darah tubuh, adanya peradangan dalam tubuh, faktor keturunan serta kelebihan hormon androgen.

Karena belum diketahui pasti penyebabnya, sangat sulit untuk menghindari gangguan kesehatan wanita yang satu ini. Tapi, sulit dicegah bukan berarti sulit diobati, bukan?

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, gangguan kesuburan akibat PCOS dapat segera diatasi. Jadi, ketika mengalami berbagai gejala tersebut, seorang wanita diharapkan dapat segera memeriksakan kondisi kesehatannya.

Setelah menyimak berbagai bahaya yang mungkin timbul, jangan sepelekan PCOS. Karena sindrom ini tidak hanya mengancam kesuburan seorang wanita, namun juga meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung di kemudian hari.

Ketika Anda atau kerabat sudah terdiagnosa PCOS, usahakan untuk menjaga berat badan tetap ideal, batasi asupan karbohidrat dan juga biasakan diri berolaharaga secara rutin.

Dengan perubahan pola hidup yang benar dan juga pengobatan dari dokter, seorang dengan sindrom ovarium polikistik tetap dapat menjalani hidup dengan sehat, terjaga kesuburannya dan terhindar dari berbagai komplikasi di kemudian hari.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓